Bersyukurlah

Twends,
Kita sering bilang, alhamdulillah untuk semuanya. Mudah diucapkan tapi ternyata tak mudah lho mempraktekkannya. Di bawah ini adalah pesan-pesan Bang BRH mengenai “bersyukur” – dari tiga pesan BBM menjadi satu blog post.
Semoga bermanfaat ya. Amin yra.

…..

Al-Quran menjelaskan bahwa bersyukur ialah sebuah amal shaleh yang sering diacuhkan manusia, meski mereka telah menerima nikmatNya secara berlimpah.

“Apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah datangnya” [An-Nahl 53].

“Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka, maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui akibatnya” [An-Nahl 55].
 

Seringkali datangnya bencana karena kurangnya rasa syukur atas nikmatNya, padahal kalau kita bersyukur pastilah akan ditambahkan nikmatNya.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” [Ibrahim 7].

“Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu bersyukur kepadaNya” [Al-Maaidah 89].

“Hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur” [Az-Zumar 66].

Betapa berlimpahnya nikmat Allah, namun acapkali kita lalai bersyukur, meskipun hanya sekedar mengucap Alhamdulillah.

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih” [Saba’ 13].

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya” [Al-‘Adiyaat 6].

Cara bersyukur yang benar: 

•| Syukur dengan hati:

mengakui semua nikmat itu datang dari-Nya berdasar KetetapanNya.

•| Syukur dengan lisan:

mengucap Syukur Alhamdulillah atas nikmat dan karuniaNya.

•| Syukur dengan perbuatan: 

meningkatkan amal ibadah dan amal shaleh, sebagai wujud dari syukur yang sebenarnya.

Demikian ciri orang beriman dan beramal shaleh, dimana Allah berjanji akan menambahkan Nikmat kepada orang yang bersyukur. 

“Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” [Ali-Imran 144].

Al-Quran menerangkan bahwa pada dasarnya syukur itu berkaitan dengan nikmat, sementara iman berkaitan dengan pemberi nikmat, dan seseorang yang beriman adalah wajib bersyukur.

“Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur” [BRH-2011]. 

Allah berfirman:

“Sembahlah Dia dan bersyukurlah kepadaNya. Hanya kepadaNya lah kamu akan dikembalikan” [Al-Ankabuut 17].

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?” [An-Nisaa 147].              

¤ Kita tidak akan pernah merasa bahagia, sebab sesuatu tampak indah hanyalah sebelum dimiliki.

¤ Kapan kebahagiaan diperoleh, bila selalu memikirkan apa yang belum dimiliki serta mengabaikan apa yang telah dimiliki, tanpa rasa syukur.

¤ Kita akan merasa bahagia dan tenteram bila senantiasa menjadi pribadi yang bersyukur dengan apa yang kita miliki.

“Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang besar yang diberikanNya kepada Manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya” [An-Naml 73].

“Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu lagi, sesungguhnya Manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat” [Al-Hajj 66].

“Apabila Manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepadaNya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripadaNya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya” [Ar-Ruum 33].

Bila kita senantiasa bersyukur, maka hal itu akan :

•| Mengubah Hidup menjadi lebih bahagia.

•| Mengubah apa yang kita miliki menjadi lebih berharga.

•| Mengubah masalah menjadi hikmah.

•| Mengubah hal yang tidak nyaman menjadi menyenangkan.

“Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukur yang menjadikan kita bahagia”. [BRH-2012].

Al-Quran menjelaskan bahwa kebanyakan manusia lalai dalam bersyukur, sedangkan sebaik-baik manusia adalah mereka yang selalu bersyukur karena hal itu akan melestarikan nikmatNya.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur [Al-Mu’min 61].

Bersyukurlah selalu, dan janganlah mengingkari nikmatNya.

“Sesungguhnya manusia sangat dzalim dan sangat mengingkari nikmat Allah” [Ibrahim 34].

“Sesungguhnya manusia itu amat ingkar kepada nikmat” [Asy-Syura 48].

Alangkah malunya kita:

• Ketika hidup bergelimang harta, jauh diatas derita mereka diluar sana.

• Ketika harus disibukan oleh kegiatan dunia dan melupakanNya, sementara mereka tetap mengingatNya meski derita dan kekurangan menjadi keseharian.

• Ketika melihat mereka masih tetap mempunya waktu untuk bersimpuh dan bersyukur kepadaNya, meski hidup mereka tak tercukupi.

• Ketika marah karena cobaan dan ujian yang dilimpahkanNya, sementara mereka tetap tegar dan bahkan tetap bersyukur dengan segala kekurangannya.

Allah berfirman:

“Jika kamu menghitung-hitung nikmat, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya” [An-Nahl 18].

“Seandainya kamu menghitung Nikmat-Nikmat, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya” [Ibrahim 34].

Kita pasti akan merasa jauh lebih bahagia dan tenteram dengan selalu mensyukuri segala nikmatNya, walau sekecil apapun itu.

“Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuriNya” [Ali-Imran 123].

Semoga renungan ini akan membuat kita meningkatkan rasa syukur atas segala nikmatNya, yang membuat hati menjadi lebih bahagia dan tenteram. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s