Maka semua perkataan dan perbuatan pun menjadi ibadah

Sahabat-sahabat,
Kita tahu bahwa Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya, maka dengan akal yang telah Allah berikan, sebenarnya kita bisa membuat segala hal yang kita lakukan didunia ini sebagai ibadah.

Kita bisa menjadikan sebagai ibadah pekerjaan rutin,  perjalanan, interaksi dengan orang lain, bahkan hal yang menurut kita kurang baik yang menimpa kita.

Hal-hal diatas bisa menjadi ibadah selain dari ibadah-ibadah kita yang sudah diajarkan oleh Allah dan RasulNya seperi sholat, puasa, zakat, dan haji.

Sesungguhnya semua ibadah mempunyai nilai. Dan nilai sebuah ibadah sangat ditentukan pada niat. Mari kita lihat sabda Rasulullah yang diriwayatkan dari Umar ibn Khattab ra: “Sesungguhnya semua amal itu tergantung dari niatnya. Dan sesungguhnya apa yg diperoleh oleh seseorang adalah sesuai dengan apa yg di niatkannya…” (HR Bukhari & Muslim).

Dari hadits diatas bisa dipahami bahwa Allah hanya akan memberikan balasan atas apa yang kita lakukan sesuai niat kita. Dan Allah mengetahui segala niat kita baik yang disembunyikan di hati ataupun yang ditampakkan. Firman Allah:
“Katakanlah, jika kamu menyembunyikan apa yang ada dihatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahiui…” (Ali Imran : 29).

Jadi, sebagaimana penjelasan diawal, kita bisa memberi nilai baik pada semua ibadah kita hanya jika diawali dengan niat yang baik pula Dan niat terbaik atas semua ibadah adalah : ikhlas karena Allah.

Dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah, kita bisa ‘beribadah’ pada saat kemacetan, saat menunggu, saat dalam perjalanan, saat bercengkrama dengan keluarga, saat bersilaturahim dengan sahabat, saat tidur, dll.

Ibadah-ibadah wajib dan sunnah yang kita lakukan seperti sholat, puasa, zakat, infaq, shodaqoh, haji, umroh, membaca Al Qur’an, juga akan bernilai lebih di mata Allah jika diawali dengan niat yang baik dan ikhlas karena Allah. Yang pada akhirnya kita akan rasakan adalah balasan yang manis dan baik dariNya.

Kita tahu, sebagai manusia sangatlah tidak mudah untuk mempertahanlan niat. Banyak kegiatan yang kita lakukan ternyata melenceng dari niat yang sudah kita tetapkan di awal.

Tapi Allah Maha Tahu atas kelemahan kita sebagai manusia. Dan Allah juga Maha Pengasih dan Penyayang kepada kita.
Mari kita lihat satu contoh saja, bagaimana Allah menunjukkan kasih dan sayang-Nya yang serba Maha. Perhatikan sabda Rasulullah, dari Abdullah bin Abdul Muthalib ra : “Sesungguhnya Allah mencatat kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan. Lalu semua itu dijelaskanNya.
(1) Siapa yang berniat hendak melakukan kebaikan tetapi ia tidak jadi melaksanakannya, Allah mencatat untuknya 1 kebaikan.
(2) Siapa yang berniat hendak melakukan kebaikan lalu ia melaksanakannya, Allah mencatat untuknya 10 kebaikan sampai 700 kali lipat sampai berlipat ganda yang tidak terhitung banyakya.
(3) siapa yang berniat berbuat kejahatan tetapi ia tidak jadi melaksanakannya, Allah mencatat untuknya 1 kebaikan.
(4) dan siapa yang berniat untuk berbuat kejahatan lalu ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 1 kejahatan.” (HR Bukhari & Muslim)

Dari hadits diatas, (sengaja saya bagi 4 agar mudah dimangerti) kita bisa lihat betapa Allah Maha Pengasih dan Penyayang dimana Dia mencatat kebaikan untuk niat baik yang dilakukan atau tidak jadi dilakukan dan niat jahat yang batal dilakukan. Hanya ada 1 catatan kejahatan yaitu niat jahat yang tetap dilakukan dan itupun hanya dicatat sebagai 1 kejahatan.

Jadi, bila dengan sebuah niat saja Allah sudah menjanjikan banyak kebaikan pada kita, maka alangkah malunya kita kepada Allah, bila kita tidak bisa meniatkan semua hal dalam kehidupan kita sebagai sesuatu yang bernilai ibadah.

Semoga, Allah menguatkan hati kita agar bisa menjadikan semua kegiatan kita sebagai ibadah, dan semoga Allah menerangi hati kita agar semua ibadah kita diawali dengan niat ikhlas karena Allah.

Dan semoga Allah menetapkan keikhlasan di hati ketika menulis dan mengirimkan tausiyah kepada sahabat-sahabat semua. Juga semoga Allah memberikan hidayah atas niat ikhlas sahabat-sahabat semua ketika menerima dan membaca tausiyah sederhana yang dikirimkan.

Semoga Allah selalu mencurahkan keberkahanNya pada kita. Aamiin.

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s