Emosi negatif dan stress pembawa penyakit

Sahabat-sahabatku,

Tubuh adalah ciptaan Allah yang sangat hebat, dilengkapi dengan mekanisme pertahanan terhadap berbagai penyakit termasuk kanker. Pada dasarnya semua manusia punya sel kanker, pertahanan tubuh inilah yang menentukan apakah sel tersebut tumbuh atau tidak.

Kehebatan lainnya adalah kemampuan tubuh bersiap-siap menghadapi berbagai tantangan kalau ada bahaya. Dalam kondisi ini mekanisme pertanan di atas akan berhenti, digantikan dengan mekanisme awas dan waspada, siap menghadapi bahaya. Kita kenal kondisi ini sebagai kondisi stress.

Stress juga menyebabkan berbagai sumbatan dalam tubuh. Energi tubuh tak bisa mengalir lancar. Bayangkan kalau hal ini terjadi dalam jangka waktu lama.

Nah, kalau tubuh terus-terusan dalam kondisi waspada, sel-sel kanker dan berbagai potensi penyakit lainnya tak dapat dilawan oleh tubuh. Nah inilah yang menyebabkan kanker tumbuh.

Nah seringkali kita tidak sadar bahwa kita stress berkepanjangan. Nah di bawah ini beberapa hal yang sering tidak disadari dapat menyebabkan stress berkepanjangan:

1. Kesepian
Mereka yang kesepian tidak memiliki tempat berbagi, merasa aman, disayangi dan dicintai, menjadi manusia apa adanya. Perasaan kesepian ini rupanya dapat menimbulkan respon waspada dalam tubuh secara berkepanjangan

2. Lapar
Kondisi lapar dibaca oleh tubuh sebagai kondisi bahaya yang dapat mengancam hidup. Rasa lapar terus menerus juga dapat menimbulkan stress tubuh berkepanjangan. Itulah sebabnya banyak diet dengan menahan lapar tidak berhasil.

3. Melakukan hal yang bertentangan dengan nurani
Alam bawah sadar tidak tidur saat kita melakukan hal-hal yang berlawanan dengan nilai-nilai mulia yang kita percayai harus dijalankan. Nurani kita mengatakan hal ini salah dan berbahaya. Hal ini dibaca oleh tubuh dan menimbulkan respon waspada dan awas, kalau-kalau hal buruk yang kita lakukan membahayakan kita. Stress berkepanjangan pun terjadi.

4. Pesimis
Perasaan pesimis rupanya dibaca oleh tubuh sebagai bahaya dan menimbulkan kondisi waspada atau stress.

5.  Hubungan yang tidak menimbulkan rasa aman
Perasaan ketakutan, terancam, tidak bahagia juga menimbulkan respon waspada tubuh. Stress pun terjadi, seringkali tanpa disadari.

6. Khawatir
Perasaan khawatir, cemas, tak yakin, curiga adalah emosi negatif yang menciptakan stress.

7. Trauma
Trauma masa lalu yang mungkin kita sudah lupakan ternyata tidak dilupakan oleh alam bawah sadar dan menjadi memori yang melekat dalam tubuh kita. Kalau tidak diatasi trauma ini dapat menciptakan berbagai perasaa  negatif dalam berbagai kondisi yang mengingatkan alam bawah sadar kita terhadap trauma tersebut. Kita bisa saja tidak sadar kalau kemarahan, ketakutan, rasa cemas yang kita rasakan berawal dari trauma masa lalu tersebut.

8. Marah dan dendam
Rasa marah dan dendam yang paling sederhana pun dapat membuat energi tersumbat. Dan kalau tak terselesaikan, dapat menimbulkan emosi negatif dan stress berkepanjangan.

9. Merasa tak berdaya.
Perasaan tak berdaya membuat tubuh selalu merasa dalam bahaya.

Penyakit degeneratif seperti kanker muncul akibat akumulasi dari berbagai emosi tersebut. Rasa khawatir, cemas dan tak berdaya yang sering muncul saat penyakit tersebut terdeteksi membuat stress berlipat ganda dan memperparah penyakit apapun yang diderita. Meskipun sudah operasi atau kemo, kalau emosi-emosi negatif ini tak diatasi penyakit dapat muncul kembali.

Nah, coba yuk evaluasi, apakah kita punya kondisi-kondisi negatif di atas yang bisa membuat kita sakit atau memperlambat proses kesembuhan kita?

Kemarin saya pergi ke kinesiolog yang dapat membaca emosi negatif yang terekam dalam otot saya. Mesin pembaca emosi ternyata mengatakan saya sering merasa tidak aman, sulit percaya pada orang lain dan sering menyalahkan diri sendiri. Saya sangat baik dalam menyerap emosi negatif orang lain tapi tidak mampu mengeluarkannya sehingga emosi negatif orang lain menetap dan membuat saya sakit.

Hal ini mengkonfirmasi kata-kata Mbak Maya, ahli ayurveda yang juga menangani saya.

Pada dasarnya kalau kita menjauhkan diri dari hal-hal di atas, selalu berfikir positif dan mampu menjaga tubuh, pikiran, hati dan jiwa kita dari berbagai emosi negatif, baik dari diri sendiri maupun dari luar, insya Allah kita aman. Kuncinya: berserah diri, yakin dan percaya, menyerahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa.

Saya sendiri mengatasi hal-hal di atas dengan dzikir dan tafakur, menjauhkan diri dari berbagai stress. Berlama-lama denganNya dengan khusuk, mengosongkan pikiran, hanya ada Allah dan kita, ternyata sangat menolong.

Mengatur pernafasan sambil dzikir dan shalat yang khusuk, dapat menenangkan pikiran, meredakan stress dan memberi tahu tubuh bahwa “semuanya baik-baik saja, Allah menjaga kita.” Dan hal ini efektif sekali mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan di atas.

Allah sudah kasih tahu kan..
“Hanya dengan mengingat Allah engkau akan tenang.”
“Carilah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya shalat itu sulit kecuali bagi orang yang khusuk.”
“Semua kebaikan, termasuk pikiran yang baik, akan dibalas dengan kebaikan pula.”

Terlihat kan, body, soul, mind semua saling terkait. Sembuhkan badan (body) dengan perbaiki mind dan soul.

Nah, semoga kita semua bisa menjalankan pesanNya, menjauhkan diri dari berbagai emosi negatif, dan menikmati buah sehat lahir batin. Amin Amin YRA.

Sumber: Mind Over Medicine, http://ow.ly/27OuQY

2 thoughts on “Emosi negatif dan stress pembawa penyakit

  1. Terima kasih sharing nya. Memang kita harus mulai berani mengakui bahwa penyebab stress itu ada dalam diri kita. Dan berani juga berniat memulai mengikisnya sejak sekarang.
    Salam sehat selalu Jeng Indira sayang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s