Hidup seperti main game

image

Twends,

Suka main game nggak?
Saya sangat suka main game, sejak kecil saya belajar banyak dari setiap game yang saya mainkan.

Kalah main game? Ya biasa saja kan. Memang awalnya pasti kalah dulu, dan dari kekalahan itu kita belajar untuk bisa menang dan naik level.

Pakai trauma nggak main game? Nggak kan.
Pernah putus asa main game?
Pernah pastinya ya kalau sudah makin susah levelnya kadang-kadang kita jadi malas dan berhenti bermain.

Tapi pernahkah teman-teman merasa putus asa tapi terus penasaran dan mencoba terus, eeehhh… akhirnya bisa?
Saya pernah dan rasanya puas sekali.

Nah, hidup ya seperti itu sesungguhnya.
Al Aquran sudah mengingatkan kita bahwa hidup itu sesungguhnya seperti game saja, jadi ya perlakukan seperti game. Kita harus kejar poin pahala, amal sholeh, iman dan taqwa sebesar-besarnya untuk bisa mencapai ridlo Allah dan surga. Persis seperti dalam game.

Kita harus shalat lima kali sehari, zakat, puasa dan naik haji untuk mendapat “power” persis seperti “power” dalam game.

Hati-hati dengan lubang dan jebakan yang seringkali tak terlihat tertutup kabut, juga setan dan iblis yang tak akan berhenti menggoda.

Hidup juga berjenjang, persis seperti “level” dalam game. Untuk bisa naik level kita harus menjalani berbagai halang rintang yang makin lama makin sulit dilalui. Di sanalah keahlian kita diuji, diasah dan ditingkatkan.

Dengan menghayati hidup seperti menghayati game kita akan terus bahagia. Orang beriman harus bahagia, karena yakin Allah selalu menyertainya dalam game hidupnya dan yakin tak ada kesulitan yang tak dibarengi kemudahan seperti dalam game.

Waktu saya divonis kanker, saya anggap itu halang rintang besar yang ada dalam game hidup saya. Saya pelajari kenapa saya bisa sampai masuk halang rintang ini dan bagaimana keluarnya, persis seperti saya menghadapi game yang sulit. Saya berketatapan untuk “naik level” dalam game hidup saya, dan Allah sudah memberi tahu dalam “game manual” yang dikirimNya bagi kita semua, Al Quran, bahwa penyakit dan bencana yang dilalui demgan sabar dan syukur akan membawa kita ke level yang lebih tinggi. Game manual Al Quran juga sudah menetapkan bahwa “power” akan didapakan dengan sabar dan shalat. Shalat itu susah dan kita harus belajar khusu’ – konsentrasi full – agar bisa mendapat “power” yang tinggi. Nah saya belajar tafakur, belajar khusu’ untuk bisa sembuh. Sabar insya Allah sabar, shalat khusu’ ini yang tidak mudah, dan harus dipelajari, dilatih.. seru ya..

Kalau sampai stress menjalani game, Allah juga sudah mengingatkan, bahwa hanya dengan mengingatNya kita bisa merasa tenang dan dengan jiwa yang tenang dan hati yang senang akhirnya kita bisa menang.

Dengan pemikiran dan sikap “sedang main game” ini aku jadi merasa fun dan asyik menjalani kehidupan. Keguguran? Ini halang rintang lagi. Dan hey, kata Allah hamil itu berkah, kita bisa dapat ponten lebih kalau hamil. Ya asyik dong, meskipun cuma dua bulan, terima kasih dong, kenapa harus sedih?

Dalam game semua hanyalah pinjaman yang akan diambil lagi. Jadi jangan merasa marah kalau diambil lagi sama Yang Punya. Kok bisa-bisanya marah, complain atau demotivasi. Orang cuma pinjaman hehehe…

Yang kita harus hati-hati sekali, game over nya tidak ketahuan kapan, jadi kita harus benar-benar memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ponten dari Allah sehingga saat game over kita sudah punya tabungan ponten amal sholeh, iman dan taqwa yang berlimpah.

Dan kalau tidak ada tabungan amal sholeh, hati-hati.. game ini hasilnya kalau tidak berakhir baik, bisa berujung pada kesengsaraan abadi di neraka. Jadi game hidup ini benar-benar harus dijalani sebaik mungkin karena hasilnya sangat menentukan kenikmatan hidup yang abadi yang sesungguhnya di akhirat. Kalau pontennya tinggi kita akan bahagia dalam kehidupan abadi, kalau ponten rendah, kita akan merana secara abadi. Jangan sampai merugi dan jangan sampai bangkrut saat game over. Saat game over kita harus “husnul khatimah” berakhir baik, apapun yang terjadi di tengah.

Naaah… semua sudah dijabarkan dalam game manualNya. Kita tinggal menjalankan dengan hati senang, untuk menang, merih ridloNya, menuju surgaNya.

Kita simak pesan Bang BRH mengenai hidup dan senda gurau dan permainan dalam Al Quran yuk.
Semoga bermanfaat ya..

…..

KEHIDUPAN DUNIA HANYA SENDA GURAU

Sadarkah kita bahwa kehidupan dunia ini ternyata layaknya bagai sebuah permainan saja?

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan” [Al-Hadiid 20].

Renungan tentang kehidupan dunia dibawah ini mungkin dapat bermanfaat bagi kita:

• Kehidupan dunia adalah sebuah perjalanan panjang menuju kehidupan akhirat, sehingga wajarlah bila manusia harus senantiasa ingat akan Kehidupan Akhirat.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih’ [Al-Israa 10].

• Kehidupan dunia adalah kehidupan yang bersifat sementara dan kehidupan akhirat yang sebenarnya merupakan Kehidupan.

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” [Al-Mu’min 39].

• Kehidupan dunia adalah sebuah sarana dan kesempatan untuk mengumpulkan bekal untuk Kehidupan akhirat.

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. Dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia akan Kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia, dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat” [As-Syuura 20].

• Kehidupan dunia akan menentukan status dan derajat di kehidupan akhirat kelak.

“Masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” [Al-An’aam 132].

• Kehidupan dunia adalah waktu dan kesempatan untuk beramal shaleh, bila tidak dimanfaatkan dengan baik, maka jadilah Kehidupan ini hanya sebagai main-main dan senda gurau saja.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka” [Al-An’aam 32].

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main” [Al-Ankabuut 64].

Semoga waktu yang terbatas di kehidupan dunia ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya, demi kebahagiaan kita di kehidupan akhirat kelak. Aamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s