Skip to content

Waktu bergulir sangat cepat

Sahabat,

And in the end, it’s not the years in your life that count. It’s the life in your years. –Abraham Lincoln

Sahabat,
Satu tahun hijriah sudah berlalu. Apakah kita makin dekat pada tujuan hidup kita? Sudah makin lengkapkah kita melakukan ibadah di jalanNya sesuai dengan tujuan penciptaan kita? Kata-kata Abraham Lincoln di atas dapat membawa kita pada refleksi,  yang penting bukan berapa tahun sudah berlalu, tapi apakah kita benar-benar “hidup” sesuai dengan tujuan kita diciptakan dalam tahun-tahun tersebut?

Surat Al Ashri mengajarkan kita bahwa sebagian besar manusia hidup dalam kerugian karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Hanya manusia yang beriman, berbuat amal sholeh, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Nah, jadi… kita masuk kelompok manusia yang untung atau buntung dalam klasifikasi di atas?

Marilah kita terus refleksi, introspeksi, dan membawa lebih banyak lagi keberuntungan dalam hidup kita dengan meningkatkan kualitas iman kita, mengumpulkan banyak-banyak bekal amal sholeh, dan saling mengingatkan untuk berbuat kebaikan dan kesabaran. Allah sengaja menutup informasi batas waktu hidup kita, agar kita terus berupaya setiap hari, karena setiap hari bisa menjadi hari akhir kita.

Semoga Allah meridloi upaya kita dan menjadikan kita manusia-manusia yang beruntung. Amin YRA.

Yuk kita simak pesan Bang BRH mengenai waktu yuk. Semoga bermanfaat….

……

Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa kita berada dibulan Muharram 1435-H, dan dalam 8 bulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Akankan waktu berlalu dengan sia-sia tanpa manfaat apapun?

“Waktu adalah sebuah Kesempatan, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya”. [BRH-2010]. Waktu adalah kesempatan untuk sibuk dalam mempersiapkan diri, karena nafas akan berhenti secara tiba-tiba.

“Kami telah menentukan Kematian diantara kamu” [Al-Waaqi’ah 60].

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai Ketetapan yang telah ditentukan Waktunya” [Ali-Imran 145].

“Kematian adalah sebuah keniscayaan dan kemutlakan”. [BRH-2012].   Al-Quran dalam beberapa ayatnya selalu mengingatkan pada kematian.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” [Al-Anbiyaa 35].
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan Mati”. [Al Ankabuut 57].
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan Mati”. [Ali-Imran 185].

Kematian akan menjadi indah dengan bekal yang sempurna, sebaliknya merupakan malapetaka bila tidak memiliki cukup bekal.

“Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat Amal Shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan” [Al-Mu’minuun 99-100].

“Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bershadaqah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” [Al Munaafiquun 10].   

Al-Quran menegaskan bahwa ketetapan Allah mengenai waktu kematian tidaklah dapat diganggu gugat.   

“Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya” [Al-Munaafiquun 11].  

“Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya” [Yunus 49].   

Semoga diawal tahun 1435-H ini kita semua sudah termasuk golongan yang bersiap diri meninggalkan kehidupan dunia ini dalam keadaan khusnul Khatimah. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

* SELAMAT BER-TAHAJUD & SHALAT SUBUH *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: