Fokus pada surga dengan iman pada hari akhir

image

Sahabat-sahabat,
Banyak yang suka mengeluh kenapa Allah tidak adil memberikan cobaan kepada orang-orang yang baik dan membiarkan orang-orang jahat merajalela. Kalau kita hanya melihat dari sisi dunia wajar kalau kita merasa tidak adil, karena dunia selesai begitu seseorang meninggal. Tapi kalau kita menggunakan dimensi akhirat dan hari akhir kita akan memahami keadilan Allah.

Manusia yang sering ditimpa bencana punya kesempatan menimba pahala tanpa batas apabila ia mampu bersyukur dan bersabar. Dan pahala tanpa batas ini tentu berbuah sangat manis di surga nanti. Mereka yang dzalim akan dihukum sesuai kedzalimannya. Semua adil, semua proporsional.

Jadi memang wajib bagi kita untuk melihat dengan dimensi akhirat, sehingga kita bisa mensyukuri semua cobaan yang dilimpahkan pada kita. Kita juga perlu menyasar target akhirat setajam elang menyasar mangsanya, sehingga ringan bagi kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

Kita simak yuk pesan Bang BRH mengenai iman kepada hari akhir di bawah ini.

Semoga kita semua mampu membangun keimanan yang kuat terhadap hari akhir dalam upaya menuju taqwa yang setinggi-tingginya, menjadi manusia yang beruntung. Amin yra.

🌷💐🌹🌷💐🌹🌷

Pada hakekatnya semua ayat Al-Quran bermuara pada kehidupan akhirat, sebab itu pengertian beriman kepada hari akhir pada dasarnya adalah mengimani semua perkara yang termaktub dalam Al-Quran.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang dalam kesesatan. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk di dunia, dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi” [An-Naml 4-5].

Keimanan yang benar pada hari akhir mencakup tiga hal pokok:
•| Mengimani adanya hari kebangkitan. •| Mengimani adanya hisab.
•| Mengimani tentang surga dan neraka.

Allah berfirman: “Setiap jiwa pasti akan merasakan mati, dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari kiamat. Barangsiapa yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. Tidaklah Kehidupan Dunia itu melainkan kesenangan yang menipu” [Ali ‘Imran 185].

Beriman kepada kehidupan akhirat begitu ditekankan dalam ayat-ayat Al-Quran, diantaranya dalam surah Al-Israa ayat 45:
“Apabila kamu membaca Al-Quran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup, dan Kami adakan tutupan diatas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya”.

Allah berfirman:
“Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi” [An-Nahl 107-109].

Semoga renungan Jumat ini dapat memberi manfaat bagi para kerabat semua yang kebetulan membacanya, Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s