Sumpah palsu

Ada seorang sahabat yang beberapa waktu lalu melihat jalannya sebuah sidang korupsi di televisi. Kita mungkin pernah juga melihatnya. Dan biasanya seorang terdakwa atau saksi di wajibkan bersumpah atas nama Tuhannya bahwa dia akan berucap yang jujur dan sebenar-benarnya. Hal yang sama juga bisa kita lihat dalam proses pengangkatn seorang pejabat. Bila seorang muslim, maka mereka akan bersumpah atas nama Allah.

Menurut pandangan Islam, sumpah adalah suatu alat untuk mengukuhkan ucapan dalam rangka meyakinkan orang lain. Dan salah satu syarat sah sumpah adalah menyebut nama Allah. Dalam hal ini, penyebutan nama Allah Yang Maha Agung, berarti pernyataan bahwa semua isi sumpah akan dilaksanakan dengan baik. Tetapi, berapa banyak orang yang bersumpah atas nama Allah, tapi justru malah mengingkarinya, baik pengingkaran dalam ucapan maupun tindakan.

Hal itu berarti bahwa sumpah-sumpah mereka yang mengatasnamakan Allah digunakan untuk menipu. Dan berarti pula bahwa Allah Yang Maha Agung digunakan untuk meyakinkan orang-orang yang akan ditipu. Jadi, mereka-mereka yang bersumpah palsu atas nama Allah, mengajak Allah dalam usaha-usaha kotor mereka. Naudzubillahi min dzalik.

Mari perhatikan firman Allah :
“Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat menipu diantara kamu, yang menyebabkan tergelincir kakimu sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan bagimu azab yg besar.”
(An Nahl : 94)

Ayat diatas bisa diambil pengertian bahwa Allah melarang kita menjadikan sumpah sebagai alat menipu, tetapi seperti yang sering kita lihat, banyak penipu-penipu menjadikan sumpahnya sebagai alat menipu, korupsi, merusak, dll.

Ayat diatas juga menjelaskan bahwa banyak orang-orang yang sepertinya kokoh dalam keimanan dan keilmuan, malah justru melakukan  penipuan setelah ia bersumpah, dan akibatnya mereka tergelincir sehingga melarat baik fisik dan bathin. Dalam hal ini bisa kita lihat orang-orang yang terkesan berilmu dan beriman, justru malah jatuh dalam kemelaratan akibat menipu setelah sumpahnya. Itu belum seberapa, karena Allah telah menyediakan azab yang besar bagi mereka-mereka yang melakukan sumpah untuk menipu. Semoga, Allah memberikan petunjukNya kepada kita, agar kita terhindar dari sumpah-sumpah palsu. Aamiin. Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s