Sia-sia, boros dan mubazir = ingkar pada Allah

Sahabatku,

Pesan eLJe kali ini mengenai pemborosan, kesia-siaan dan sifat mubazir sungguh-sungguh menohok hatiku. Mubazir, sia-sia dan boros adalah membuang nikmat Allah di jalan yang tidak membawa kebaikan. Aku langsung ingat betapa sering aku melakukannya di masa lalu. Betapa sering makananku bersisa di piring, betapa sering minumanku terpaksa terbuang karena keburu basi, tidak diminum pada waktunya, betapa sering aku belanja hal-hal yang pada akhirnya tidak terlalu bermanfaat, betapa banyak kantong plastik yang kuambil dari supermarket karena lupa bawa tas belanja. Lupa yang mengakibatkan kemubaziran.

Astaghfirullah. Mohon ampun ya Allah.

Semoga ke depan kita dapat mencegah pemborosan yang terjadi dalam kehidupan kita. Semoga Allah membuka jalan bagi kita untuk mencegah pemborosan yang lebih besar dalam masyarakat kita sebagai bagian dari upaya menjadi rahmatan lil alamin. Amin YRA.

Kita simak yuk pesan eLJe mengenai hal ini, semoga bermanfaat ya….

🌻💐🌺🌻💐🌺🌻

Sahabat-sahabat,
Siang tadi kebetulan saya menghadiri meeting di salah satu kantor, dan ketika makan siang, diadakan secara prasmanan.

Semua orang mengambil sendiri-sendiri nasi dan lauk-pauknya. Dan ketika makan siang selesai, saya melihat banyak piring yang masih tersisa makanan diatasnya. Ternyata orang yang mengambil makanan tidak menghabiskannya.

Hal seperti diatas tentu sering kita lihat pada acara-acara makan bersama, terutama pada saat resepsi pernikahan, dimana banyak orang yang mengambil nasi dan lauknya tapi tidak menghabiskannya.

Mari kita sedikit pahami firman Allah : “Seseungguhnya para pemboros adalah saudara-saudara setan, dan setan sangat ingkar kepada Tuhannya” (Al Isra’ : 27).

Para ulama berpendapt bahwa pemborosan adalah pengeluaran yang bukan haq atau bukan untuk kebaikan. Dalam Islam, bahkan membasuh wajah lebih dari 3x ketika berwudhu, walaupun menggunakan air sungai yang mengalir, dinilai sebagai pemborosan.

Dengan kriteria pemborosan diatas, bisakah kita bayangkan berapa banyak pemborosan yang sudah kita buat? Berapa banyak makanan yang sudah kita buang-buang, berapa banyak uang yang kita hambur-hamburkan , berapa banyak waktu yang kita sia-siakan?

Pemboros adalah saudara setan, dalam hal ini ada kesamaan dan keserasian antara pemboros dan setan. Kesamaan sifatnya dan keserasian yang menyebabkan antara pemboros dan setan menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Sedangkan salah satu sifat setan yang paling berbahaya adalah ingkar kepada Allah. Jadi, para pemboros akan mengikuti saudaranya (setan-setan) untuk ingkar kepada Allah.

Semoga, kita dijauhkan dari sifat boros sehingga kita tidak menjadi saudara setan yg bisa membuat kita ingkar kepada Allah. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s