Hati yang keras dan membatu

Sahabat,

Tadi pagi kita membahas mengenai kasih Allah yang mendahului murkaNya. Allah akan selalu memberikan nikmatNya bagi makhlukNya, meskipun seringkali makhlukNya ingkar dan tak mematuhiNya.

Manusia seringkali terlena. Karena hidupnya tetap lancar jaya seakan-akan semua baik-baik saja, dan makin jauhlah mereka dari Allah. Seringkali manusia harus ditegur dulu dengan bencana dan penyakit agar mengingat penciptanya dan mulai mematuhiNya.

Nah, jadi bencana datang pada mereka yang dicintaiNya, agar manusia mau kembali ke jalanNya. Kalau kita lalai tanpa ditegur dengan bencana, hati-hatilah, jangan-jangan Allah mengeraskan hati kita dan membiarkan kita makin menjauh dariNya, tenggelam dalam kesombongan kita sebagai manusia yang merasa paling benar.

Kita simak yuk pesan Bang Bonar di bawah ini, mengenai peringatan Allah pada manusia yang lalai dalam beribadah kepadaNya.

Semoga Allah menjauhkan kita dari hati yang keras, dan selalu menjaga kita dalam jalanNya. Amin YRA.

🌻🌻🌺🌻💐🌺🌻

Al-Quran menjelaskan bagaimana hati seseorang akan semakin menjauh dari mengingatNya (dzikir) dan semua itu dimulai sejak dari penguasaan setan terhadap diri manusia.

– Lupa mengingatNya karena hati dikuasai setan

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan” [Al-Mujaadilah 19].

– Lupa diri sendiri

“Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” [Al-Hasyr 19].

– Dijadikan sebagai teman dekatnya

“Barang siapa yang berpaling dari Al-Quran, Kami adakan baginya Setan yang menyesatkan, maka Setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya” [Az-Zukhruf 36].

– Semua perbuatan munkar nampak baik dan indah

“Setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan Allah” [Al-Ankabuut 38].

Sebab itu bila tidak dijaga dengan baik dan benar, maka hati akan semakin lama semakin jauh dari mengingatNya, dan akan mengeras dan membeku bagaikan sebuah batu.

“Mereka itulah orang-orang yang hati, P
pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai” [An-Nahl 108].

“Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak ber-Iman kecuali sebagian kecil dari mereka” [Al-Maaidah 155].

Hati yang membatu ialah hati yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah dan sulit untuk menerima petunjukNya, hingga pasti akan menjadikannya tersesat, sebab itu senantiasalah mengingatNya dengan berdzikir : baik do kala duduk, berdiri dan berbaring.

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata” [Az-Zumar 22].
 
Semoga kita semua dapat menjaga hati dari kebekuan, dan mampu untuk senantiasa mengingatNya demi menggapai kebahagiaan yang hakiki. Aamiin. [BRH].

* SELAMAT BER-TAHAJUD & SHALAT SUBUH *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s