Jangan berkeluh kesah

Sahabat-sahabatku,

Seorang optimis selalu melihat kesempatan dalam kesempitan, sementara seorang pesimis selalu melihat kesempitan dalam kesempatan.
Kondisinya sama, tantangannya sama, persepsi, sikap dan aksinya sangat berbeda.

Satu hal lagi yang sangat membedakan orang yang optimis dan pesimis adalah tingkat keimanan. Optimisme muncul dari keyakinan bahwa Allah selalu menyertai kita, memberikan apapun yang kita butuhkan. Bisa jadi yang dialami tidak seperti yang diinginkan, tapi dengan keyakinan bahwa pengalaman tersebut adalah yang paling kita butuhkan untuk kebahagiaan kita yang lebih abadi di dunia dan akhirat, tidak akan pernah ada kekhawatiran.

Orang optimis juga selalu bersyukur dan sabar, tidak menyalahkan Allah atas apa yang dialaminya, karena ia tahu nikmat Allah jauh lebih besar daripada pengalamannya yang terburuk sekalipun.

Nah, tinggal pilih, apakah kita mau berbahagia dengan sabar dan syukur, atau mau tenggelam dalam keluhan tak berkesudahan.
Kebahagiaan adalah pilihan, bukan pemberian. Kebahagiaan juga adalah kewajiban kita, karena kebahagiaan adalah konsekuensi logis dari iman, taqwa, sabar dan syukur.

Yuk kita simak pesan Bang BRH yang dikirim oleh Bi Tini Hadju hari ini mengenai hal ini yuk….
Semoga bermanfaat dan mendapat ridloNya.

Amin YRA.

💐🌻🌺💐🌻🌺

Berapa kalikah kita mengeluh dalam sehari?

Ketika kita berkeluh kesah dengan masalah kita, hal itu sebenarnya sama saja dengan meremehkan nikmat yang begitu banyak telah dikaruniakanNya kepada kita, sementara masih banyak orang disekeliling kita yang lebih bermasalah.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir” [Al-Ma’aarij 19-21].

Apa yang berlaku sudahlah merupakan kehendakNya, sebab itu jangan berkeluh kesah, karena Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” [Al-Baqarah 216].

Ada banyak cara agar kita tidak selalu berkeluh kesah, antara lain:

•|Berkeluh kesah hanya kepada Allah semata.
 
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya” [Yusuf 86].
 
•| Berkeluh kesah kepada orang lain hanya untuk membicarakan solusi.
 
•| Selalu ingat akan semua Nikmat-Nya yang tak terhingga.

“Lalu nikmat Allah manakah yang engkau dustakan?”.
 
•| Biasakan mengingat mereka yang kurang beruntung

•| Belajarlah untuk selalu bersyukur.
 

Al-Quran menegaskan bahwa kepunyaanNya lah semua yang ada dilangit dan dibumi, dan hanya kepadaNya lah dikembalikan semua urusan.

“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hamba-Nya” [Yunus 107].

Semoga kita semua dapat meninggalkan kebiasaan berkeluh kesah, melalui peningkatan keimanan dan ketaqwaan. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

💐🌻🌺💐🌻🌺💐

Aamiin YRA.
Terima kasih Bang BRH dan Bu Tini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s