Membawa bekal taqwa

Sahabatku,

Sesungguhnya ibadah haji adalah simulasi perjalanan “pulang” kita nanti. Kita diharuskan berpakaian ihram, menunjukkan persamaan di akhirat nanti, tidak ada perbedaan presiden atau tukang becak di mata Allah, yang dilihat adalah taqwa.

Maka bekal yang harus kita bawa pulang ke rumah Allah di akhirat adalah bekal yang sama yang kita harus bawa ke rumah Allah di dunia: bekal taqwa.

Semoga kita bisa selalu giat menyiapkan bekal taqwa untuk dibawa ke rumah Allah di dunia dan di ahirat. Kita simak apa kata eLJe soal bekal ini yuk…

💐🌻🌺💐🌻💐
Sahabat-sahabat,

bulan ini adalah bulan haji. Banyak orang muslim menunaikan ibadah haji, mungkin ada saudara kita yang juga berangat haji tahun ini.

Tahukah kita, bahwa jamaah haji adalah tamu-tamu Allah? Allahlah yang mengundang kita melalui Nabi Ibrahim. Dan karena Allah yang mengundang, maka Allah memerintahkan kita untuk membawa bekal ketika berkunjung ke rumahNya. Firman Allah :”…datanglah dengan membawa bekal…” (Al Baqarah 197)

Bekal yang kita bawa bukanlah untuk Allah, tapi bekal tersebut akan menentukan apa yang akan kita dapat di rumahNya. RumahNya yang sangat sederhana akan menyambut kita darimanapun kita masuk.

Allah adalah Penguasa Langit dan Bumi serta isinya, karena itu maka ada tata-cara khusus untuk berkunjung ke rumah Sang Penguasa. Kita akan diminta untuk mengelilingi rumahnya, lari-lari kecil dan mondar-mandir diantara dua bukit, melempar batu-batu kecil, pakaian pria tidak boleh dijahit, memakai sendal yang tidak menutupi mat kaki, tidak boleh menyisir rambut, gunting kuku, mencabut bulu, bercumbu, membunuh binatang dan mencabut tumbuhan.

Dan sesuatu yang dilarang adalah berbantahan dan bertengkar dengan sesama tamuNya. Padahal sangat banyak sekali tamuNya yang datang, yang berbeda bangsa, bahasa, kekuatan fisik, dll. Dan karena banyaknya tamu, tak jarang mereka saling berbenturan.

Diantara tamu, ada iblis dan setan yang selalu menggoda. Akhirnya, tujuan kita ke rumah Allah tapi kerakter setan yang kita bangkitkan. Seperti, tidak sabar, marah-marah, bertengkar, menyikut, dll.

Maka Allah berfirman : “…bekal yang terbaik adalah taqwa…” (Al Baqarah : 197)

Taqwa adalah sebuah bekal yang berisi antara lain: pengetahuan, ketabahan, keikhlasan, kesadaran akan diri sendiri, persamaan manusia dimata Allah, merasa lemah dimata Allah, dll”

Semoga, kita bisa menjadi tamu Allah yang baik, bila kelak kita bertandang ke rumahNya. Aamiin.

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s