Kerja yang melalaikan

Twends,

Kita selalu bilang bahwa kerja kita ini adalah dalam rangka ibadah di jalanNya. Namun kalau pekerjaan kita membuat kita lalai dari ibadah yang sudah ditetapkan ketetuannya seperti shalat dan zakat, maka kerja kita bukanlah ibadah, dan belum tentu membawa keberkahan.

Kerja yang diniatkan sebagai ibadah, mencari nafkah di jalan Allah, tentu akan selalu mendekatkan kita kepadaNya, membuat kita lebih taat, taqwa, dan meningkatkan kualitas iman. Kerja sebagai ibadah tak akan membuat kita lalai atau bahkan meninggalkan shalat, zakat, puasa dan haji.

Semoga kita semua selalu menjaga kualitas ibadah dalam bekerja, mencegah kelalaian yang mengintai di dalamnya. Kita simak yuk pesan eLJe mengenai hal ini ….

🌺🌻💐

Tausiyah (masih) dari eLJe🙂

Sahabat-sahabat,

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan sholat serta menunaikan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (pada hari itu) hati dan pengelihatan menjadi goncang.” (An Nur : 37)

Sebagian mufassir sepakat bahwa laki-laki dalam ayat diatas berarti kiasan yang sesungguhnya mewakili semua manusia laki-laki dan perempuan.

Dari ayat diatas jelas sekali bahwa ada dua faktor yang membuat manusia lalai, yaitu perniagaan dan jual beli. Perniagaan disini adalah kegiatan yang berkesinambungan dalam rangka mencari rizki. Hal ini bisa termasuk kepada orang-orang yang bekerja sebagai pegawai, pengusaha, pekerja kantor, dll. Sedangkan jual-beli yang dimaksud adalah proses jual-beli dalam upaya meraih keuntungan.

Lalai yang disebabkan oleh kesibukan manusia bekerja mencari rizki dan jual-beli mencari keuntungan adalah : lalai mengingat Allah, lalai mendirikan sholat dan lalai membayar zakat.

Berapa banyak manusia yang lalai dan lupa kepada Allah ketika bekerja mencari rizki atau jual-beli mencari keuntungan. Sehingga mereka dengan bangganya melakukan korupsi, mengurangi timbangan atau melakukan kebohongan.

Berapa banyak manusia yang lalai dalam mendirikan sholat karena kesibukan bekerja mencari rizki dan jual-beli. Sehingga mereka sholat tidak tepat waktu atau bahkan meninggalkan sholat.

Berapa banyak juga manusia yang lalai membayar zakat dikarenakan rasa cintanya pada harta yang mereka kumpulkan dengan susah payah dari hasil bekerja atau jual-beli. Sehingga mereka selalu menghitung nilai minimum karena enggan untuk membayar zakat atau bahkan tidak membayar zakat sama sekali.

eLJe
Via Mas Faisal Thatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s