Berhubungan dengan tetangga

Tausiyah malam (masih) dari eLJe🙂

Sahabat-sahabat,
ada permintaan kepada saya untuk membahas bagaimana berhubungan dengan tetangga. Malam ini ijinkan saya membahas sedikit saja, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara saudaramu dan takutlah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (Al Hujuraat :10).

Ayat diatas menjelaskan bahwa semua orang mukmin adalah saudara, dan rahmat Allah akan turun kepada orang-orang mukmin yang bersaudara dengan baik.

Dalam kehidupan kita, pasti kita banyak berhubungan dengan orang lain, apakah itu di kantor, di sekolah, di komunitas kita atau di sekitar rumah kita, yaitu tetangga kita. Tanpa kita sadari, ternyata tetangga bisa menjadi saudara terdekat kita. Tapi sering tanpa sadar juga kita menyakiti atau menyusahkan tetangga kita.

Bila ayat diatas menunjukkan bahwa persaudaraan dalam keimanan akan mendapatkan rahmat Allah, lalu bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang berbeda keimanan dengan kita? Karena mungkin tetangga kita adalah orang-orang yang berbeda keimanan.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, agama yang memberikan rahmat kepada seluruh alam. Mari perhatikan betapa indahnya ajaran islam, seperti yang difirmankan Allah:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An Nisaa :36)

Dari ayat diatas, Allah memerintahkan untuk berbuat baik kepada tetangga dekat ataupun jauh. Tidak disebutkan tetangga itu beragama apa. Dan sebagian ahli tafsir mengartikan tetangga jauh adalah karena tempat, hubungan kekeluargaan dan juga karena perbedaan keimanan. Ayat diatas membuktikan bahwa Islam adalah agama yang indah, adil dan damai.

Bila diperhatikan ayat diatas, berbuat baik kepada tetangga direndengkan dengan berbuat baik kepada ibu bapak, karib kerabat, anak yatim dan orang miskin, itu bisa berarti bahwa berbuat baik kepada tetangga adalah sangat penting.

Saking pentingnya, Rasulullah bersabda : “Tidak akan masuk surga, orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi, kita diwajibkan berbuat baik kepada tetangga, apalagi bila tetangga kita adalah seorang mukmin, karena setiap mukmin adalah bersaudara.

Semoga, kita bisa mempererat hubungan persaudaraan kita sesama mukmin, memperbaiki yang kurang, saling memaafkan, saling menasehati, sehingga rahhmat Allah selalu tercurah untuk kita. Aamiin…

Wallahu ‘alam.

eLJe
via Mas Faisal Tjatjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s