Kehidupan dunia

Twends,

Sambil makan siang, marilah kita merenung sejenak mengenai kehidupan kita di dunia. Banyak manusia yang meninggal saat mau menjemput, namun banyak yang meninggal saat nyawa masih bersatu dengan raga.

Mengapa?
Karena sesungguhnya mereka tak tahu untuk apa mereka hidup, apa missi mereka, apa yang harus mereka tinggalkan, dan apa tujuannya. Mereka menikmati hidup hanya untuk memuaskan nafsu dan mendapatkan kesenangan sementara, tanpa menyadari esensi dari hidup itu sendiri.

Manusia yang benar-benar hidup adalah manusia yang berpegang teguh pada tali keimanan.
Mereka faham bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, dan akan ada hidup panjang sesudahnya yang harus disiapkan selama di dunia. Bahwa dunia ini adalah tempat kita “bersekolah” untuk belajar, ditempa dengan berbagai ujian, untuk dievaluasi oleh Allah, apakah kita lulus, mendapat ridloNya untuk masuk dalam surgaNya, apakah kita gagal dan harus menjalani hukuman dan siksaan yang tak ada habisnya.

Untuk itulah kita hidup, untuk itulah kita berkeluarga, bekerja dan berkarya di muka bumi ini, sebagai pemimpin (khalifah) yang membangun “rahmat bagi alam” atau rahmatan lil alamin.

Mereka yang beriman akan tersenyum menghadapi berbagai cobaan, senang karena Allah memberikan ujian sebagai jalan menuju keridloanNya.
Mereka akan berdoa setiap kali didzalimi, karena tahu doa mereka mustajab dan mereka yang mendzalimi itulah yang akan menanggung dosa mereka di akhirat nanti.
Mereka akan berkata “semua kembali kepada Allah” setiap kali ada bencana, karena ingat bahwa semua hanya pinjaman sementara, seperti di sekolah.

Orang-orang beriman adalah orang-orang yang benar-benar hidup di dunia ini, karena mereka faham esensi hidup yang sesungguhnya, mereka percaya bahwa setiap kesulitan muncul bersama kemudahan, dan percaya Allah menyertai setiap langkah mereka. Mereka tak pernah kesepian.

Hidup di dunia hanyalah seperti permainan, dan permainan mereka adalah permainan yang beruntung, karena mereka tahu tujuannya adalah keridloan Allah. Tak ada ujian yang terlalu berat, tak ada sakit yang tak berobat, dan tak ada bencana yang menghancurkan.

Merekalah orang-orang yang dengan izinNya akan menikmati kebahagiaan hakiki, di bumi dan di langit.

Yuk, kita simak apa kata Bang BRH mengenai hidup di dunia ini, yuk…

🌷💐🌸❤🌷💐🌸❤🌷

“Dunia bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah perjalanan panjang menuju kehidupan selanjutnya, yang berliku dan bergelombang, yang penuh dengan ujian dan cobaanNya, serta penuh dengan godaan dan hasutan Iblis” [BRH-2009].

“Dunia bukanlah sebuah tujuan, namun sebuah perjalanan panjang dan berliku guna mengumpulkan bekal, untuk menentukan status derajat di kehidupan selanjutnya” [BRH-2010].

•| Kehidupan dunia adalah sebuah perjalanan panjang menuju kehidupan akhirat, sehingga wajarlah bila manusia harus selalu mengingatnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih” [Al-Israa’ 10].

•| Kehidupan dunia adalah sebuah kehidupan bersifat sementara, karena kehidupan akhirat itulah yang kekal.

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal” [Al-Mu’min 39].

•| Kehidupan dunia adalah ladang mencari bekal untuk di akhirat, bila tidak dimanfaatkan dengan baik, maka jadilah kehidupan ini sebagai main-main senda gurau saja.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda gurau belaka” [Al-An’aam 32].

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main” [Al-Ankabuut 64].

“Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan” [Al-Hadiid 20].

•| Kehidupan dunia adalah untuk menentukan status dan derajat di kehidupan akhirat.

“Masing-masing orang memperoleh derajat sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” [Al-An’aam 132].

“Jika kita menyiapkan bekal untuk pergi ke negeri orang, apakah kita sudah pula menyiapkannya untuk pergi ke negeri akhirat?” [BRH-2010].

BRH

🌷💐🌸❤🌷💐🌸❤🌷

Semoga Allah selalu memberikan hidayahNya pada kita, menjadikan kita manusia yang benar-benar hidup dalam arti kata sesungguhnya… hidup untuk menjangkau ridloNya dan surgaNya. Dan semoga kita semua dikumpulkan dalam surgaNya, bahagia selama di dunia dan akhirat.

Aamiin YRA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s