Kematian

Twends,

The fear of death is the mother of all fears.
Ketakutan akan kematian adalah induk dari semua ketakutan.

Ternyata berdasarkan riset, hal yang paling ditakuti oleh manusia di seluruh dunia adalah kematian. Semua ketakutan dasarnya adalah takut mati. Padahal kalau kita benar-benar beriman kepada seluruh petunjukNya, kita tidak perlu takut untuk mati, karena kita akan tahu bahwa kematian itu seperti tahun baru, pasti datang sebagai pembatas waktu, tanda bahwa kita sudah harus pindah ke tahapan hidup selanjutnya. Seperti di sekolah, kematian itu ibarat EBTANAS. Sayangnya, kalau EBTANAS gagal, kita masih bisa mengulang atau pindah jalur. Kalau saat kematian kita gagal mendapat ridloNya, kita tidak punya lagi kesempatan mengulang atau pindah jalur, yang ada adalah kecelakaan dan kerugian besar yang menanti, sesuai dengan peringatanNya.

Nah, jadi kematian harus selalu dipersiapkan, bukan ditakuti. Belajarlah selalu, seperti kita belajar menghadapi EBTANAS. Insya Allah kita bisa dapat ponten 100, dan naik kelas menyambut surgaNya. Aamiin YRA.

Raga berjiwa takut mati karena jiwa akan hilang.
Jiwa yang beraga sadar bahwa kematian adalah proses pembebasan.

Marilah kita hijrah dari raga yang berjiwa menjadi jiwa yang beraga.

Ini pesan Bang BRH mengenai kematian…

🌷💐🌸🌷💐🌸🌷

Kita telah memasuki tengah bulan Syawal, semoga kita semua mampu meneruskan semua Amalannya sampai dengan tibanya waktu kematian.

•| Kematian siap menghampiri tanpa dapat menghindar.

“Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, keluar juga ketempat mereka terbunuh” [Ali-Imran 154].

•| Kematian akan megejar meski berlindung dibalik benteng yang kokoh atau dibalik teknologi kedokteran yang canggih.

“Di mana saja kamu berada, Kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. [An-Nisaa’ 78].

•| Kematian datang tiba-tiba.

“Tiada seorang pun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan Mati” [Luqman 34].

•| Kematian mengejar tanpa ada yang dapat menghindar.

“Sesungguhnya Kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya Kematian itu akan menemui kamu” [Al-Jumu’ah 62].

•| Kematian telah ditentukan waktunya tanpa dapat menunda atau mempercepatnya.

“Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya” [Al-Munaafiquun 11].

Kehidupan dunia hanyalah bersifat sementara & sebentar, sebab itu sibukan diri pada hal yang abadi, yakni kehidupan akhirat.

“Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara” [Al-Mu’min 39].

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” [Ali-Imran 185].

Bersiap dirilah menyambut kematian dengan meneruskan semua amalan Ramadhan, sebab penyesalan kemudian tiada berguna.

“Apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan” [Al-Mu’minuun 99-100].

“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia” [As-Sajdah 12].

Semoga kita mampu meneruskan semua amalan Ramadhan, sampai tiba saatnya waktu dan nafas kita berhenti secara tiba-tiba. Aamiin. [BRH].

🌷💐🌸🌷💐🌸🌷

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s