Skip to content

Sabarlah, ujian itu indah

Sebagaimana kita tahu, bahwa dalam hidup, manusia pasti pernah dan akan mengalami kesulitan. Dan tingkat kesulitan yang datang akan berbeda-beda bagi tiap orang. Besar atau tidak tingkat kesulitan sangan tergantung dari bagaimana cara kita memandang kesulitan tersebut.

Bila kita memandang kesulitan itu dari sisi yang negatif, maka seakan-akan kesulitan itu tak akan pernah selesai dan sulit diatasi. Sehingga akan membuat hilangnya motivasi hidup bahkan lebih jauh bisa menyalahkan Allah karena kesulitan yang kita dapatkan. Naudzubillahi min dzalik.

Tapi, bila kita memandang kesulitan dari sisi yang positif, bahwa kesulitan itu datang hanya atas kehendak Allah, sambil kita selalu berusaha untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan segala usaha dan kemampuan dan ditambah dengan badah dan doa serta dilanjutkan dengan tawakal atau berserah diri kepada Allah, maka insya Allah akan terus ada motivasi dalam diri kita. Dan insya Allah dengan izinNya kesulitan itu akan bisa diselesaikan, dengan cara-cara yang baik dan hasil yang baik pula. Karena kita yakin bahwa kseulitan hanya datang karena ijin Allah, maka jalan keluar juga akan datang atas ijin dan kehendakNya.

Mari pahami sedikit firman Allah :
“Dan sungguh Kami (Allah) akan berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan beritakanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (Al Baqarah : 155).

Dari ayat diatas, jelas bahwa cobaan hanya datang dari Allah dan Dia sebenarnya memberikan hanya ‘sedikit’ ketakutan. Bila kita imani ayat diatas, insya Allah akan selalu ada kekuatan dalam diri kita untuk menyelesaikan dan menghadapi semua kesulitan yg datang.

Mari perhatikan sabda Rasulullah dari, diriwayatkan oleh Anas ra : “Apabila Allah menghendaki hambaNya menjadi orang baik, maka Dia menyegerakan ujiannya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki hambaNya menjadi orang jahat, maka Dia menangguhkan balasan dosanya sehingga Allah akan menuntutnya pada hari kiamat. Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka. Sehingga siapa saja yang ridha maka Allah akan meridhainya, dan siapa saja yang murka maka Allah akan memurkainya” (HR Tirmidzi no 2396).

Hadits diatas bisa menjadikan kekuatan pada diri kita karena pada dasarnya kesulitan yang datang dikarenakan Allah ingin menjadikan kita orang baik sehingga lepas dari tuntutan pada hari kiamat. Dan bila kita ridha akan ujian itu, maka Allah akan ridha juga kepada kita. Tapi…bila kita murka atau memaki-maki atau tidak terima atas ujian yang datang, maka Allah juga akan murka kepada kita. Naudzubillahi min dzalik.

Semoga, Allah memperkuat hati kita agar kita sabar dan ridha serta yakin bahwa ujian atau kesulitan yang datang, hanya atas kehendak Allah dan bertujuan untuk membuat kita menjadi orang yg lebih baik. Aamiin.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

πŸŒ·πŸŒΈπŸ’πŸŒ·πŸŒΈπŸ’πŸŒ·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: