Kisah sukses Nita melawan kanker

IMG_1234

Sahabat-sahabatku,

Nita adalah seorang pengusaha perempuan yang kukenal baik melalui ibuku. Beberapa saat lalu aku mendengar cerita bahwa ternyata Nita telah sukses berjuang melawan kanker payudara selama tiga bulan saja, tanpa melalui operasi atau chemo. Kita simak yuk ceritanya.

Setahun sebelum Nita divonis kanker, kakaknya telah berpulang terlebih dahulu karena kanker payudara. Jadi ketika Nita merasakan beberapa gejala yang dialami juga oleh kakaknya, seperti sering pegal dan cepat sekali lelah, Nita curiga. Setelah diperiksa melalui mammogram dan USG, ternyata benar, Nita divonis kanker payudara stadium 3. Ada dua massa berukuran kira-kira 2.9 cm di dalam payudaranya. Dokternya pun menganjurkan untuk menjalani proses pengangkatan payudara.

Nita tidak menjalankan biopsy karena ia tak ingin menjalankan prosedur medis yang disarankan itu: operasi, chemo, radiasi. Nita ingin menghadapinya sendiri. Selama enam bulan ia merasa down, badannya bengkak-bengkak, bentol-bentol, susah tidur dan cepat lelah. Nita sudah pasrah, dan terus berdoa kepada Allah, meminta diberikan yang terbaik.

Ternyata memang Allah berkehendak Nita sembuh.
Ketika ia mengambil rapport anaknya, seorang temannya menyarankan Nita berobat ke seorang Ustad. Maka pergilah Nita mengunjungi Pak Ustad tersebut. Nita dirukyah, diberikan racikan herbal buatan Pak Ustad, dianjurkan untuk mengaji dan mendekatkan diri pada Allah.

Nita menjalankan semua pesan Pak Ustad dan meminum obat herbal racikan Pak Ustad setiap tiga jam, rajin shalat tahajud, dluha dan mengaji. Ternyata hasilnya luar biasa. Nita merasa seperti dilahirkan kembali, dibukakan berbagai jalan menuju kesembuhan. Nita pun mendapatkan kenikmatan luar biasa dari kedekatannya yang makin intens dengan Sang Pencipta. Rupanya benar janji Allah, kalau Kita berjalan mendekat padaNya, Allah akan berlari mendekat pada kita.

Nita kemudian mendalami berbagai metode pengobatan yang ada di Quran dan hadits Rasulullah saw. Ia mulai menjalankan bekam setiap dua minggu pada hari-hari yang disarankan. Setelah tiga bulan ia menjalankan pengobatan ini, ternyata hasil USG menunjukkan massa di payudaranya yang satu sudah hilang dan satunya lagi mengecil dari 2.9 cm menjadi 0.7 cm. Subhanallah.

Nita kemudian mendalami mengenai lebah, karena cairan dalam perut lebah disebut dalam Al Quran sebagai penyembuh berbagai penyakit. Nita membuka rumah lebah di dekat kediamannya di Sentul. Ternyata usahanya sukses, dan ia dapat terus ada di rumah mendampingi anak-anak dan suaminya. Berbagai perilaku yang disarankan dalam hadits dan Quran benar-benar dijalankan dan terbukti membawa ketenangan dan kepuasan hidup. Seringkali masyarakat tak mampu yang tinggal di dekat rumahnya datang untuk berobat gratis. Nita senang sekali, Allah memberikan jalan baginya untuk menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain.

Kemarin Nita mengabarkan bahwa ia sedang ada di RS untuk menghibur seorang Ibu yang hampir bunuh diri karena putus asa akibat kankernya. Ibu tersebut turut mengaji ketika Nita mengaji, dan terus mengaji bahkan setelah Nita berhenti. Kemudian ia tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada Nita, karena telah membantunya kembali mengingat Allah. Wah, mirip pengalamanku rupanya. Betapa kekuatan kita menghadapi kanker dapat memotivasi dan membangun semangat penderita kanker lainnya. Subhanallah.

Dari cerita ini, kami pun membuktikan sendiri apa kata Allah, bahwa setiap penyakit ada obatnya. Kita harus terus berusaha mencari apa alat yang ditentukan Allah untuk menyembuhkan kita. Sampai titik darah penghabisan pun kita harus terus berusaha dan berdoa kepadaNya. Putus asa sama dengan menafikkan kekuasaanNya untuk menyembuhkan kita. Keajaiban sering terjadi, seperti apa yang terjadi pada Nita, tapi kita tak dapat diam menunggu keajaiban itu datang. Kita harus terus berusaha sambil memohon kepadaNya. Hanya Allah lah penyembuh sesungguhnya. Dokter, tabib, Pak Ustad, herbalis, dll hanyalah kepanjangan tanganNya untuk mengobati kita. Jadi berdoa dan mendekat kepadaNya, memohon pertolonganNya, harus menjadi prioritas.

Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan, kecuali maut, kata Allah. Jadi kalau sampai ternyata penyakit tersebut adalah jalan menuju maut, kita pun harus bersyukur. Penyakit menghapus dosa kita dan mengangkat derajat kita. Hamba Allah yang sakit kanker sebelum meninggal, memiliki kesempatan untuk menjalani proses pensucian dan pengangkatan derajat, yang Insya Allah berujung pada surga. Nah, kita harus ambil kesempatan ini dengan baik. Bagaimana caranya? Melalui sabar dan syukur.

Datangnya maut setelah kanker bukan berarti “kekalahan” bagi mereka yang sabar dan syukur. Mungkin badannya kalah, tapi jiwanya tidak kalah sama sekali. Ia menang, karena berhasil sabar dan syukur setelah divonis kanker tak mudah. Rasulullah pun sudah mengingatkan bahwa pertempuran sesungguhnya ada dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil sabar dan syukur, insya Allah jalan keberkahan menjadi hadiahNya.

Aku dan Nita sama-sama merasakan sendiri, betapa kanker membuka jalan keberkahan bagi kami berdua. Kami berdua sama-sama menjadi lebih dekat dengan Allah, thanks to cancer. Mungkin dulu kami banyak sekali melakukan kesalahan, larut dalam pekerjaan dan tanpa sadar menomorduakan berbagai hal yang seharusnya menjadi prioritas. Mungkin dulu kualitas ibadah kami benar-benar sekedarnya. Setelah adanya kanker kami benar-benar tobat, merapat kepadaNya. Kedekatan denganNya ini adalah hadiah besar bagi kami.

Kami juga sama-sama diberikan kesempatan oleh Allah untuk membantu mereka yang membutuhkan, menyemangati sesama penderita kanker lainnya, bahkan mencegah bunuh diri melalui kehadiran dan tulisan. Subhanallah. Kami merasa sangat bersyukur bisa merasakan hal ini.

Sahabat-sahabatku,

Semoga cerita ini bisa membawa berkah bagi Sahabat semua. Teruslah berpegang pada tali Allah, merapat padaNya, meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah padaNya, karena itulah tujuan kita dilahirkan di dunia ini, untuk beribadah. Allah memberikan cobaan kepada hambaNya yang dicintaiNya, agar hambaNya bersyukur dan bersabar. Pahala syukur dan sabar tak ada batasnya. Inilah kesempatan yang dibukakan Allah untuk kita semua melalui penyakit apapun yang diturunkanNya. Bahkan demam satu malam pun dapat menghapus dosa-dosa setahun, apalagi kanker yang lama.

Semoga kita semua terus diberikan kekuatan dan hidayahNya untuk selalu sabar dan syukur menghadapi apapun yang diberikanNya, karena sesungguhnya semua yang diberikanNya adalah yang terbaik bagi kita semua. Semoga semua penyakit kita menghapus semua dosa kita, melahirkan kita kembali suci, dan mengangkat derajat kita, serta membuka pintu-pintu surga bagi kita semua di akhirat nanti. Semoga kita dapat berjumpa kembali di dalam surga, berpakaian sutra hijau, menikmati berbagai buah yang nikmat di dalamnya, anggur yang tak memabukkan, rumah-rumah yang bertingkat-tingkat, indah seperti istana, dengan sungai-sungai yang menyejukkan, mengalir di bawahnya… bahagia dan sejahtera selamanya. Aamiin, aamiin YRA.

Kalau sudah membayangkan indahnya surga yang dijanjikan Allah, insya Allah sabar dan syukur menjadi mudah di dunia yang sebentar ini. Semua seperti permainan saja di sini, semoga kita semua kuat menjalani cobaan yang fana ini untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi. Aamiin YRA.

🌹🌸🌷🌹🌸🌷

17 thoughts on “Kisah sukses Nita melawan kanker

  1. Pingback: Kisah Nita menghadapi kanker payudara gelombang dua | Indira Abidin's Blog

  2. maaf, saya udah kirim email ke mbak nita tpi blum dibalas. saya punya pacar mirip sama kisahnya mbak nita diatas. saya mau minta tlong ke dia mbak.

    Like

  3. innalillahi wainna ilaihi rojiun. maaf mbak saya gk punya WA. saya cman pnya email saja. hp saya, hp yg gk bisa makek sosial media kyak gtu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s