Jangan sedih, sahabatku, bersyukurlah

Sahabat-sahabatku,

Ada yang sedang sedihkah?
Sebenarnya salah satu nikmat bagi orang beriman, adalah hidup yang bahagia, jauh dari rasa sedih, karena yakin Allah sudah memberikan begitu banyak kenikmatan, sehingga apapun yang menyebabkan rasa sedih sebenarnya jauh lebih kecil daripada nikmatNya.
Hidup yang diisi dengan rasa syukur dan sabar, didasari keyakinan bahwa cinta dan kasih sayangNya melebihi apapun yang ada di dunia ini, akan dapat menepis rasa sedih. Rasulullah saw pun bersabda bahwa mereka yang syukur di kala senang dan sabar di kala susah adalah orang-orang yang sangat beruntung, karena apapun yang terjadi menjadi baik baginya.

Coba kita bayangkan…
Mendapat sakit? Artinya Allah berikan kesempatan istirahat, refleksi diri, dan penghapusan dosa plus derajat yang makin tinggi di sisiNya. Syukurilah. Kenapa harus sedih?
Divonis kanker? Wah, ini penyakit lama, tak bisa sembuh sehari semalam. Insya Allah penghapusan dosanya panjang dan derajatnya naik secara signifikan. Syukurilah.
Bencana? Insya Allah semua bencana yang datang adalah ujian yang juga menghapus dosa dan mengangkat derajat, apabila dihadapi dengan sabar, tabah, syukur dan jangan lupa… Senyum.
Dan kalau kita rajin berdoa, bukan tidak mungkin sebenarnya yang ditakdirkan adalah lebih besar. Bencana yang akhirnya kita rasakan sudah “direduksi” oleh doa-doa kita. Syukurilah.
Doa tak kunjung dikabulkan? Janga takut. Semua doa adalah investasi. Doa yang tidak langsung dikabulkan bisa jadi ditunda pada saat yang lebih tepat, mencegah bencana, atau diganti di akhirat. Syukurilah.
Didzalimi? Wah… Doanya insya Allah langsung diijabah. Syukurilah.

Asyik kan?
Asal semua dihadapi dengan sabar, syukur dan … senyum, karena senyum adalah sedekah dan refleksi hati yang sabar dan syukur.
Jangan lupa, Allah akan memberikan pahala tanpa batas untuk sabar kita.
Asyik kan?
NikmatNya yang mana lagi yang hendak kita dustakan?

Sedih itu normal, tapi sedih berkepanjangan menandakan kita harus segera merapat kepadaNya, karena artinya kita masih belum yakin akan cintaNya pada kita. Hati-hati, karena Allah sudah mengingatkan, bahwa kalau kita bersyukur, nikmatNya akan ditambahNya, tapi kalau kita tidak bersyukur, azabNya sangat pedih.

Salah satu wujud “azab” Allah kalau kita sedih berkepanjangan karena tidak bersyukur atas nikmatNya, adalah kondisi tubuh yang akan menjadi asam, dan siap menumbuhkan berbagai penyakit, termasuk kanker. Sedih juga membuat daya kreativitas tumpul, produktivitas menurun, dan akhirnya kita lebih merana lagi, lebih rugi lagi.
Itu baru yang di dunia, bagaimana yang di akhirat?
Semoga Allah jauhkan kita semua dari azab di dunia dan akhirat. Aamiin YRA.

Sebaliknya, apabila penyakit, bencana, atau apapun kesulitan dihadapi sebagai nikmat, kesempatan dalam kesempitan, otak kita akan berputar mencari hikmah di balik semua itu, dan rasa optimis inilah yang akan mempengaruhi kreativitas kita dalam mencari solusi yang unik dan justru dapat membuat kita tampil beda.

Ingat Hellen Keller kan? Seorang buta, tuli, bisu yang mendirikan sekolah khusus untuk orang buta dan menjadi inspirasi dunia? Kalau ia tidak buta, tuli, bisu, belum tentu ia begitu menginspirasi dan abadi. Nah inilah salah satu bukti janji Allah untuk menambah nikmat apabila bencana kita hadapi dengan optimis sebagai wujud syukur.

Di bawah ini ada pesan Bang Bonar mengenai “sedih” untuk kita simak bersama. Semoga iman yang kuat selalu diberkahiNya bagi kita semua, dan menjauhkan kita dari rasa sedih. Aamiin YRA.

🌷🌷🌷🌷🌷

Ramadhan mengajarkan kita untuk menghilangkan rasa sedih,
karena ada Al-Quran, ada Shalat, ada Zakat dan Shadaqah serta ada Amal Shaleh.

Sebaliknya sibukkanlah diri dengan terus bersyukur dan senantiasa memohon ampunanNya.

•| HILANGKAN RASA SEDIH, yang hanya akan menjadikan lemah dalam beribadah, malas beramal shaleh, putus asa, berburuk sangka serta menenggelamkan diri dalam pesimisme.

“Jika datang petunjukKu kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati” [Al-Baqarah 38].

•| HILANGKAN RASA SEDIH,
sebagai sumber penyakit, penghancur jiwa serta penebar keraguan dan kebingungan.

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman” [Ali-Imran 139].

•| HILANGKAN RASA SEDIH, dengan doa yang senantiasa akan dikabulkan-Nya.

“Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya” [An-Naml 62].

•| HILANGKAN RASA SEDIH, melalui keyakinan dibalik setiap kesulitan selalu ada kemudahan.

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” [Al-Insyiraah 5-6].

•| HILANGKAN RASA SEDIH, karena Allah tidak mungkin membebani diluar batas kesanggupan.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” [Al-Baqarah 286].

•| HILANGKAN RASA SEDIH, dengan bertawakkal sebagai aktifitas hati yang akan mengeluarkan dari kesulitan.

“Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya” [Ath-Thalaaq 3].

•| HILANGKAN RASA SEDIH, sebab diatas kesulitan dan kesempitan akan ada kelapangan.

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” [Ath-Thalaaq 7].

Semoga Hikmah Ramadhan dapat membuat kita untuk tidak pernah larut lagi dalam Kesedihan. Aamiin. [BRH].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s