Dunia dan segala isinya menjadi saksi

“Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (Qs. Al-Isra’: 44)

Saya pilih ayat ini, untuk memberikan kita keyakinan, bahwa sesungguhnya segala yang maujud di alam semesta ini pada hakikatnya memiliki perasaan, ilmu dan kemampuan. Dari firman Allah SWT tersebut, sangat gamblang menjelaskan bahwa segala sesuatu bertasbih kepada Allah SWT. Hanya saja, kita tidak mengerti dan mampu memahami bagaimana tasbih mereka. Gunung, awan, curahan hujan, benda-benda langit, tanah, pepohonan dan binatang-binatang semuanya di alam maujud ini bertasbih dan senantiasa memuji Allah dengan caranya sendiri-sendiri.

Allah SWT berfirman :
“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) sepertimu.” (Qs. Al-An’am: 38).

Oleh manusia-manusia pilihan dan yang diridhai-Nya, tasbih-tasbih dan bentuk peribadatan segala benda-benda yang cenderung kita klaim sebagai benda mati mampu mereka pahami dan dengarkan. Diriwayatkan, setiap Nabi Daud as membaca kitab Zabur yang memuat firman-firman suci Allah yang diwahyukan kepadanya, dia mendengar benda-benda di sekelilingnya mengulang-ulangi apa yang dibacanya. Beliau mendengarkan suara tasbih dan munajat yang dipanjatkan lirih oleh gunung, pintu, dinding rumah, pepohonan dan burung-burung.

Allah SWT berfirman : “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.” (Qs. Saba’: 10).

Diriwayatkan pula, suatu hari Rasulullah SAW mendengarkan rintihan tangis dari sebuah pohon kurma. Ia bersedih karena sebelumnya setiap Rasulullah menyampaikan khutbahnya, Rasulullah sering menyandarkan tubuh mulianya di batangnya.

“Pada hari itu, bumi menceritakan beritanya.” Kata Allah. Pada saat itu manusia betapa terkejutnya dan bertanya kepada bumi, “Mengapa engkau memberikan kesaksian yang memberatkanku?”. Bumi menjawab, “Karena Allah SWT telah memberikan izin kepadaku untuk berbicara. Hari ini adalah hari diungkapkannya segala aib dan cela. Kalaupun ketika di dunia aku diam itu karena aku belum mendapat izin saja untuk berbicara.”

Mullah Shadra ra, dengan bahasa irfani mengungkapkan, “Seluruh wujud mempunyai ilmu, perasaan, kemampuan dan kehendak, seukuran seberapa luas wujudnya.”

Pintu, dinding, meja, kursi, laptop, jam dinding yang berdetak, lampu, malam, siang, cahaya, kegelapan, botol-botol, gelas, ranjang, kelambu, sajadah dan debu-debu yang beterbangan setiap saat menyaksikan apa-apa yang kita lakukan. Kelak mereka akan menceritakan beritanya. Makanan dan minuman akan menuturkan kisahnya dengan cara apa ia diperoleh dan dihabiskan. Film-film dan gambar-gambar akan berbagi cerita. Sepatu, parfum dan pakaian yang kita kenakan, kesemuanya akan memberikan kesaksian, kemana dan untuk keperluan apa saja ia dikenakan.

Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya berita yang akan disampaikan oleh bumi ialah bumi menjadi saksi terhadap semua perbuatan manusia, sama ada lelaki ataupun perempuan terhadap apa yang mereka lakukan di atasnya. Bumi akan berkata: Dia telah melakukan itu dan ini pada hari itu dan ini. Itulah berita yang akan diberitahu oleh bumi.” (HR. Imam Tirmizi).

Allah SWT berfirman :
“Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam aneka ragam kelompok, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Qs. Al-Zalzalah: 6-8).
Semoga bermanfaat O:)

Iskandar Mochtar

🌹🌹🌹🌹🌹

Suamiku pernah mengingatkan, kalau shalat sunnah jangan lupa pindah sajadah, agar makin banyak bagian bumi yang bersaksi atas kebaikan kita. Benar sekali, teman-teman. Kalau dikatakan bahwa dinding-dinding ini bertelinga, benar sekali. Semua dinding di dunia dapat menjadi saksi perkataan dan perbuatan kita.
Jadi janganlah pernah berfikir bahwa kita dapat memikirkan, mengatakan atau melakukan sesuatu hal tanpa diketahui dan tanpa ada ganjarannya. Janganlah pernah merasa bahwa kita dapat menipu makhluk ataupun Tuhan, sesungguhnya kita hanya menipu diri sendiri, karena semua akan berbalik menjatuhkan atau mengangkat kita.

Semoga tulisan ini dapat mendorong kita untuk berbuat lebih banyak kebaikan di atas muka bumi ini dan semoga Allah mensucikan semua pikiran, perkataan, perbuatan kita, agar semua fikir, kata dan laku mendekatkan kita padaNya dan pada surgaNya. Aamiin YRA.

🌹🌹🌹🌹🌹

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s