Skip to content

Ciri mukmin: harap dan takut

Tausiyah malam (masih) dari eLJe 🙂

Seorang mukmin sejati, bisa memancarkan cahaya keimanan pada setiap tingkah polah dan perilakunya dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Cahaya keimanan itu akan muncul dengan sendirinya tanpa ada niat dihati untuk menonjolkannya.

Seorang mukmin sejati akan menjaga ibadahnya kepada Allah, baik menjaga keistiqomahan ibadahnya, menjaga ketepatan waktu ibadahnya, hingga menjaga nilai keikhlasan dalam ibadahnya karena dia sangat barharap akan cinta Allah. Dia juga selalu berusaha untuk menjauhkan dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat seperti zina, bohong, minum khamr, riba’, berbuat curang, makan makanan haram, dll, disebabkan karena takutnya kepada Allah.

Seorang mukmin sejati juga akan menjaga interaksinya dengan sesama manusia. Dia akan selalu berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain, berusaha untuk menasehati dalam kebaikan, berusaha untuk menolong orang lain, dll. Hal itu dilakukannya hanya berharap cinta Allah semata. Dia juga akan selalu berusaha untuk tidak mudah menyakiti orang lain, tidak mudah mengkafirkan muslim yang lain, tidak memecah belah persatuan umat, dll. Hal itu didasari atas rasa takutnya kepada Allah. Takut bila laknat Allah datang kepadanya disebabkan apa yang dilakukannya itu.

Jadi, orang beriman hidupnya didasari oleh dua sifat, yaitu harap dan takut. Dan sesungguhnya sifat-sifat itu adalah sifat-sifat para Nabi dan Rasul Allah.

Sebagaimana firman Allah :
“…sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka (selalu) berdoa kepada Kami dengan (perasaan) harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk” (Al Anbiyaa : 90).

Sifat harap perlu ditingkatkan agar kita selalu berprasangka baik kepada Allah, berharap Allah menerima taubat kita dan menghapuskan dosa-dosa kita dimasa lalu, berharap atas hidayah Allah agar kita bisa tetap dalam keimanan kepadaNya, berharap bahwa Allah akan mengganti penderitaan dengan kebahagiaan, berharap agar kehidupan kita berkah baik harta, pasangan hidup dan anak-anak dll

Sifat takut juga harus ditingkatkan agar kita selalu merasa takut bila azab dan laknat Allah datang kepada kita disebabkan perbuatan-perbuatan dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan, sehingga kita selalu merasa takut untuk berbuat dosa dan maksiat. Juga takut bila anak, istri, suami dan harta kita akan membawa kita ke neraka, sehingga kita selalu mengajak anak, istri, suami untuk beribadah kepada Allah juga membelanjakan harta di jalan Allah dengan memperbanyak infaq dan shodaqoh. Yang paling penting adalah rasa takut bila Allah tidak memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita disebabkan kita terlalu tenggelam dalam kemasiatan sehingga datangnya kematian tanpa kita pernah bertobat. Naudzubillahi min dzalik.

Dan sebagai seorang beriman, seharusnya kita tidak takut miskin, tidak takut akan sulitnya kehidupan, karena ada rasa harap yang tinggi bahwa Allah akan tetap mencintai hambanya yang beriman dan pasti Allah akan memberikan jalan keluar atas segala kesulitan hidup dan memberi rizki tanpa pernah kita duga sebelumnya.

Semoga kita bisa menjadi manusia yang selalu mengedepankan takut, ketika kita dalam keadaan sehat, senang dan bahagia. Serta kita bisa mengedepankan rasa sebaiknya mengutamakan harap, ketika kita dalam keadaan sakit, sedih dan susah. Aamiin..

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: