Skip to content

Berkuasa dengan iman dan amal

Kekuasaan, adalah satu kata yang menjadi impian banyak orang. Karena dengan kekuasaan, manusia mendapatkan penghormatan, dengan kekuasaan manusia mendapatkan penghargaan dan dengan kekuasaan manusia bisa merasa lebih tinggi dari manusia lainnya.

Banyak posisi atau jabatan di dunia ini yang melambangkan kekuasaan, seperti menjadi presiden, menjadi gubernur, menjadi walikota, menjadi ketua partai, menjadi manajer, menjadi pimpinan di kantor, bahkan menjadi preman pasar pun akan dilakoni orang demi sebuah kekuasaan.

Untuk mencapai kekuasaan itu, banyak orang yang berusaha dengan keras, seperti belajar sampai titelnya berderet-deret, berprestasi di kantor, mengumpulkan simpatisan, menyebarkan kebaikan, bahkan mengancam atau mencelakakan orang lain pun akan dilakukan.

Sebenarnya Allah telah berjanji :
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, seperti Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa…” (An Nuur : 55)

Jadi, agar kekuasaan yang kita miliki atau yang ingin kita miliki bukan sekedar kekuasaan semu, maka sebaiknyalah kita menjadi orang beriman dan beramal sholeh. Karena tanpa iman dan amal sholeh, maka kekuasaan yang kita miliki saat ini yang merupakan pemberian dan amanah dari Allah, akan memberi banyak mudharat daripada manfaat kepada kita dan kepada orang lain.

Percayalah akan janji Allah, bahwa Dia akan memberikan kekuasaan kepada orang2 beriman dan bermal sholeh.

Semoga Allah memberikan cahaya keimanan kepada kita, sehingga usaha kita dalam menggapai kekuasaan dan yang kita lakukan dalam menjalankan kekuasaan selalu disertai dengan iman dan amal sholeh. Aamiin.

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

1 Comment »

  1. Assalamualaikum wrm. Betul itu. Malangnya, ramai yang inginkan kuasa, tetapi diabaikan tanggungjawab nya. Ramai dirantau ini menyalah gunakan kuasa untuk kepentingan peribadi, keluarga dan kroni. Timbullah ketidak adilan dan penindasan. Sebaiknya kita tidak terlalu inginkan kuasa kerana kelak ia akan dipersoal di Yaumul Hisab yang cukup berat itu. Wallahu a’lam.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: