Skip to content
Advertisements

Berkah di Balik Kanker

imageKurang lebih sebulan lalu aku baru sadar bahwa ada benjolan yang lumayan besar di dalam payudaraku. Tak terlihat dari luar, tapi dapat terasa massa nya yang keras tak beraturan dan statis.

Teman-teman dan saudara-sudaraku semua berkata, “mungkin hanya pengerasan air susu,” atau “biasalah, lemak suka mengeras.” Namun, aku merasa wajib memeriksakan ke rumah sakit.

Untuk itulah aku datang ke National Cancer Center, Singapore General Hospital (NCC SGH), atas saran Mayana, sahabatku di Fortune.

Awalnya aku diperiksa secara fisik. Dr Preetha, sang pemeriksa, berkata, “it can be just a lumpy breast, but it looks like it’s more than that, you have to go for a mammogram.” Hmmm… Kurang encouraging nih komentarnya.

Siang itu langsung kujalani mammogram dan USG. Saat belalai mammogram memeriksa jaringan-jaringan dalam payudara dan ketiakku, dr Preetha masuk dan melihat layar USG. “It looks dagerous, you need a biopsy to really make sure what it is,” katanya. Hmm… Makin tidak encouraging komentarnya. Aku pun minta izin untuk pulang dan biopsy di Jakarta. “Just in case you change your mind, this is my card and email address,” kata dr Preetha. Aku pun mengangguk sambil tersenyum atas kebaikan hatinya.

Sepulang ke hotel, aku konsultasi dengan suamiku Abang @sirajbustami dan Mayana, yang juga breast cancer survivor. Semua sepakat dengan usul Mayana, sebaiknya langsung biopsy di SGH supaya tuntas. Aku pun langsung kirim email ke dr Preetha hari Jumat malam, dan Sabtu paginya dr Preetha langsung memberikan jadwal Senin pagi. Hebat. Rupanya SGH memang memberikan prioritas pada pasien luar negeri dan pasien kanker.

Sepanjang hari Sabtu Minggu aku bermunajat padaNya. Rupanya Allah sedang ingin memberikan ujian khusus nan hebat padaku.

Kekuatan yang diberikan Allah pun tak kalah hebatnya. Aku, manusia lemah, tak berdaya ini, diberiNya ketegaran luar biasa.

Sejak Ramadlan lalu aku bertekad untuk menjalankan Ramadlan sepanjang tahun. Aku pun sedang giat-giatnya menjangkau ridloNya. Aku percaya janjiNya untuk menyambut hambaNya yang berlari untuk mencari kasihNya.

Saat itu aku pun sedang gencar menyampaikan berbagai impianku, harapan dan cita-citaku di sisa usiaku di atas muka bumiNya ini kepadaNya, memohon keridloanNya.

Aku pun berfikir, mungkin impian dan cita-cita itu hanya bisa diberikanNya pada hambaNya pada tingkatan tertentu. Dan untuk mencapai tingkatan tersebut, aku harus suci dulu. Mungkinkah penyakit ini adalah cara cepatNya mensucikanku? Hmmm, memang benar… I’ve got to do what He wants me to do, kufikir.

Aku yakin, aku siap biopsi.

Biopsi kujalankan dengan lancar. Apapun hasilnya, aku tak gentar, karena aku yakin Allah punya rencana yang terbaik dan tak terbayangkan. Percaya sajalah, yakin.

Sesampai di Jakarta, berkat kegigihan ibuku tercinta @mirantyabidin, aku bisa bertemu dr Sonar Panigoro, salah satu dokter kanker payudara paling kondang seluruh Indonesia. Kami pun bergegas menuju RSPI.

Sambil menunggu panggilan untuk masuk ke dalam ruang dr Sonar, aku menerima email dari dr. Preetha, “It’s confirmed, it’s breast cancer,” tulisnya. Aku sempat tercenung beberapa detik. Aku resmi menjadi #CancerFighter… Gelar yang prestis sekali rasanya saat itu.

Aku langsung teringat tulisanku tentang Hellen Keller di majalah Ummi, “Justru karena ia buta, ia begitu menginspirasi.” Inspirasi Hellen Keller ini pun sering sekali kusampaikan melalui radio talkshow, seminar, dan media sosial. Mungkin ini juga tugas dari Allah, untuk bisa menginspirasi banyak orang melalui penyakit ini, sebagai #CancerFighter.

Perasaanku saat itu seperti saat membaca koran pengumuman hasil evaluasi masuk perguruan tinggi yang menyatakan aku masuk FEUI. Atau seperti waktu aku terima berita aku sudah bisa melahirkan, tapi harus operasi caesar. I knew it, rasanya aku sudah tahu, aku cuma butuh sebuah email atau koran sebagai konfirmasi.

Was-was, penuh antisipasi, penuh bayangan sebuah petualangan yang siap dijelajah, dibedah, ditelaah. *Excited*

Allah telah memberikanku kesempatan untuk ikut ujian yang tak diberikanNya pada semua orang. Alhamdulillah. Aku harus berjuang, aku harus menang. Ini amanahNya, harus kujunjung tinggi.

Senyum pun mengembang lebar. Dengan senyum kukatakan pada ibuku, “confirmed, Ma, cancer,” sambil memperlihatkan email dr. Preetha. Ibuku pun terlihat terkejut. Dengan senyum kuteruskan email dr Preetha ke Abang @sirajbustami dan ayah @iabidin.

Saat dr Sonar melihat hasil USG dari SGH, beliau pun mengkonfirmasi bahwa ini kanker stadium 2-3.

Setelah mendengar nasihat-nasihat dr Sonar, kami pun keluar dengan langkah pasti. Tegap, mantap.

Saat itu aku seperti lahir kembali dengan tugas di pundak. Allah tak akan memberikan cobaan yang tak mampu ditanggung hambaNya, artinya Allah percaya aku dapat menjalani cobaan ini. Aku merasa sangat tersanjung diberikan kepercayaan begitu besar. Kepercayaan yang harus kujalankan dengan penuh kesungguhan, menang dari kanker.

Mungkin karena aku sering berusaha memotivasi melalui berbagai kesempatan, antara lain media sosial, motivasi ini bertahan dan memberikan kekuatan luar biasa. Inilah buktinya, kalau kita menguatkan orang lain, kita pun kuat dibuatnya. Setiap kata yang keluar dari mulut kita akan masuk kembali melalui telinga, hati dan jiwa, tersimpan di alam bawah sadar. Syukur Alhamdulillah Allah telah menyiapkan aku sedemikian rupa menghadapi cobaan ini.

Ribuan email, BBM, sapaan, ucapan, doa, semangat, terus mengalir. Teh Rina, sepupuku, mengirimkan satu kotak ramuan dan racikan herbal, Ibu Enny menyapa dengan artikel-artikel yang sangat indah, Ina, adik Rizka teman FEUI, menyediakan dua pohon sirsak dan teko tanah liat penyeduhnya, Bunda Iesye mengundang anak-anak yatim khatam Quran di rumah, mendoakanku, Uni Rosi mempertemukanku dengan temannya yang sukses berobat di Selangor. Banyak lagi yang menunjukkan kepeduliannya, cintanya, kasihnya dengan berbagai cara. “How can I be sad? Why should I be feeling down? I can only thank Thee and think of how to give back,” bisikku berkali-kali.

Betapa indahnya ya Allah, apa yang Kau berikan ini sungguh membuatku haru biru. Rupanya ini caraMu menunjukkan bahwa dunia ini begitu penuh cinta, bukan hanya dunia profesional yang keras dan transaksional. Cinta ini begitu berlimpah ruah kurasakan. Cinta ini pula yang harus kusebarkan lagi kemudian.

Jutaan terima kasih dan syukur kuucapkan pada Abang @sirajbustami suamiku dan Hana, yang tanpa cintanya belum tentu dunia menjadi begitu cerah ceria; pada ayah ibuku yang begitu setia mendampingi dan memberikan nilai-nilai positif; mertuaku dan keluarga Abang, pada semua keluarga, sahabat, teman, baraya, sahabat media sosial, sahabat-sahabat mama, sahabat-sahabat Abang, teman-teman Fortune Indonesia tbk, KAJI, dan lain-lain yang tak henti-hentinya menyemangati, mengirimkan informasi, obat, doa, mencarikan cancer survivor lain untuk berbagi cerita, menyebut namaku dalam shalatnya, sampai mengadakan pengajian khusus utk kesembuhanku. Terima kasih banyak.

Semoga semua doa dijawab malaikat yang turut mendoa, “Untukmu jugalah doamu itu.” Semoga semua upaya dan kerja kebaikan disambut malaikat yang turut berharap, “Untukmu jugalah kebaikanmu itu.”

Semoga Allah membalas semua kebaikan itu dengan balasan yang lebih besar dan berlipat-lipat.

Pay it forward.
Untuk mereka jugalah aku tulis blog post ini. Semoga tulisan ini mampu menyemangati, memotivasi para penderita kanker lainnya. Semoga semua semangat, motivasi dan dorongan yang disampaikan padaku menular pula pada semua pembaca tulisan ini. Semoga semua pahala dari tulisan ini mengalir pada semua yang memberikan kebaikan padaku dalam perjuanganku ini.

Marilah kita semua berjuang. Kanker bukan ujian yang mudah, dan bagi Allah tak ada soal ujian yang tak ada kunci jawabannya. Marilah kita cari kunci jawaban ujian ini. Tiap hamba mendapat kuncinya sendiri-sendiri. Yakini metode yang akan dijalani, jangan gentar. Semua penyakit dan kesembuhan hanya datang dariNya. Metode itu hanya alat yang diberikanNya pada kita.

Jangan lupa satukan diri denganNya, jangan tinggalkan ibadah wajib, dan sempurnakan dengan ibadah sunnah. Kita semua manusia tanpa daya, yang tanpa kekuatanNya, kita tak dapat menanggung kesulitan sedikitpun.

Hasil perjuangan ini ada di tanganNya. Insya Allah kita bisa sembuh melawan kanker. Namun kalaupun Allah menghendaki lain, insya Allah kita diberikan kekuatan ikhlas dan bersyukur atas putusanNya.

Kunci kelulusan kita dalam ujian ini bukan terletak pada sembuh atau tidaknya kita, tapi pada keteguhan, ketabahan, keikhlasan dan kemampuan untuk bersyukur dalam setiap kondisi. Nikmat apa yang hendak kita ingkari?

Semoga kita semua lulus ujian, naik kelas dalam sekolahNya. Amin, amin YRA.

Jakarta, 25 November 2012.

Advertisements

47 Comments »

  1. Saya tidak melihat indira sakit…tetap ceria dan semangat. Bukan denial atau ignoring tapi itulah indira…ga ada masalah buatnya. Semua bagian dari hidup yg hrs dihadapi… Ketika sampai di posisi sekarang…saya merasa semua process itu begitu indah, penuh makna dan hikmah. I am sure you will experience the same. Selalu bersmanya tdk pernah membuat kita takut, ya khan. Allah maha pelindung. Kpd siapa lg kita bergantung dan bersandar. Allah akbar… Sabar dan ikhlas ya sahabatku…i know you are strong women..and i belive you will survive and win rahmat allah. Amin yra

    Like

  2. Allah Maha Besar.. Terima ksh sudah berbagi.. Terima ksh pencerahannya.. Smg mbak cepat sembuh, cepat sehat dan diberikan kemudahan dlm perjuangan mbak melawan cancer.. .Amin YRA. Tetap semangat yha. Mbak.. Doaku untuk Mbak Indira.

    Like

  3. Subhanallaah tulisan Indira tidak hanya memberikan motivasi tetapi juga inspirasi buat kita semua khususnya wanita bahwa seberat apapun cobaan yang diberikan Allah SWT, justru menguatkan hati kita untuk lebih kuat, semangat dan tidak mudah menyerah.. Terima kasih sudah berbagi dan semoga Allah SWT memberikan yang terbaik buat kesembuhan Indira.

    Like

  4. Amin …Amin …..Amin ……semua keputusan Allah tiada salah …..slalu ada hikmah dan berkah dibalik cobaan Nya …….Indira telah meyakininya secara mendalam ….. Smoga lekas sembuh Adikku …You deserve it …Amin

    Like

  5. assalamu’alaikum mbak, subhanallah..ALLOH telah menguji hambanya untuk mencapai titik keimanan tertinggi. Setelah saya saya baca di detik.com di BB saya, saya langsung menuju blog mbak indira.
    Sebelumnya saya mohon maaf, saya cuma mau memberikan informasi saja, saya inget waktu nonton kick andy sekitar tahun 2009-2010 ada seorang Doctor dari indonesia lulusan jepang dari S1 sampe S3, namanya DR WARSITO, beliau seorang scientist dan karyanya sduah dipatenkan dibebrapa negara termasuk diamerika. dan saat ini beliau memilih tinggal di Indonesia tepatnya ditangerang dan membuat lab disana. Kemarin terakhir saya lihat di TVONE beliau telah membuat karya berupa alat penyembuh kanker otak dan kanker payudara. Kemarin di TVONE pasiennya anak mudah sudah mengidap kanker otak selama 20thun. alhamdulillah dengan alat buatan DR. WARSITO pemuda tersebut sembuh.
    ini saya kasi link fb DR WARSITO : http://id-id.facebook.com/pages/Dr-Warsito-MEng-Scientist-Kelas-Dunia-yang-ada-di-Indonesia/79947212552.
    ini link yang lain nya tentang DR. WARSITO : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/09/12/bra-ecct-alat-terapi-kanker-payudara-ala-dr-warsito/
    atau mbak indira langsung hubungi TVONE saja, yang lebih tau alamat laboratoriumnya.
    semoga bermanfaat. INSYA ALLOH dengan sekedar informasi akan bermanfaat.
    semoga mbak indira lekas sembuh. aamiin.

    Like

  6. mba, klo boleh saya ngasih info, tante saya juga pernah kena kanker payudara dan sepupu saya jg ada yg pernah kena miom rahim, tetapi keduanya sembuh setelah berobat di
    RSU Sejahtera Bhakti & Holistik Salatiga
    Jl Damar No 136 Kav. Magersari Desa Tegalrejo, Kec. Argomulyo Kotamadya Salatiga, Jawa Tengah
    pengobatannya memakai metode barat dan timur, baik pengobatan kedokteran ala barat di gabung dengan herbal, pendirinya Prof DR HD H Haryoko RD Phd Akp
    maaf ya mba bukan saya promosi atau apa, saya hanya rekomendasi krn sdh melihat kesembuhan dari tante dan sepupu saya, o iya mba klo boleh cerita saya juga dulu punya penyakit asma selama 3 tahun fight sembuh setelah berobat baik dari rs maupun dari dokter ahli paru (Dr. G. Pradono) tapi ahli akupuntur juga, dari dokter pradono saya di akupuntur + di kasih resep herbal juga resep utk apotek, maaf ni jd curhat colongan, hehe
    semoga lekas sembuh mba 🙂

    Like

  7. salam kenal mbak.

    saya mau share saja..

    saya pernah terkena
    tumor pembuluh darah
    kapiler, saya obati dg
    mengkonsumsi
    habbatusauda +
    sarang semut dan
    madu.

    alhamdulillah..

    dlm waktu 6 bulan
    tumor hilang tanpa
    operasi.

    silahkan mampir ke blog
    saya.

    Like

  8. Assalamu alaikum Wr Wb
    InsyaAllah Mba di berikan kesembuhan Dan di Angkat penyakit nya oleh Allah SWT Amin Ya Rabb, segala penyakit InsyaAllah Ada obat nya..

    Like

  9. Dear All,

    Mau berbagi informasi sedikit. Kami adalah perwakilan rumah sakit pemerintah Singapura. Salah satu rumah sakit yang kami wakili adalah National Cancer Centre, tempat Mbak Indira yang punya bertemu dengan Dr. Preetha.

    Untuk teman-teman yang membutuhkan informasi mengenai NCCS, dokter disana, perkiraan biaya sampai dibuatkan appointment dapat menghubungi kami di 021 3410 1000 atau email ke jakarta@singmedic.com.

    Untuk Mbak Indira, semoga lekas sembuh ya Mbak.

    Terima Kasih,

    Septi

    Like

  10. Ini alamat DR. Warsito :http://www.edwartechnology.com/index.php?option=com_contact&view=contact&id=1&Itemid=59
    ( Dekat Kantor Pemasaran Moderen Land Tanggerang)
    Kalau kesana jangan lupa semua hasil Lab di bawa.
    Alhamdulillah Saudara saya sudah sembuh dari penyakit kanker yg diderita berkat menggunakan peralatan dari DR.Warsito. Sekedar informasi Saudara saya sudah menjalankan Operasi, dipotong usus sekitar 10Cm dan 4x kemotrapi. Saudara saya Pejabat di salah satu BUMN.

    Like

      • Assalamualaikum mbak indira, saya juga penderita breast cancer yg didiagnosa oleh dokter pada bulan Mei 2013 lalu, saya ingin bertanya tentang alat yg dihasilkan oleh DR. Warsito apakah benar bisa menyembuhkan, mahalkah harga alat tersebut? karena saya takut sekali dengan efek samping kalo harus di kemoterapi sehingga sampai saat ini saya belum menjalani kemo seperti yang disarankan oleh dokter.

        Like

      • Mbak, nomor satu harus tenang, percaya bahwa apapun yang Allah berikan adalah yang terbaik. Emosi positif ini penting sekali dalam proses penyembuhan. Emosi negatif seperti ketakutan, sedih, dll akan membuat kondisi tubuh asam yang sangat mendorong pertumbuhan penyakit apapun. Ada teman suami saya yang saya tahu sendiri sudah sembuh dari kanker berkat jaket Prof Warsito. Saya pernah ketemu juga dengan Staf beliau yang pernah mengalahkan kanker otak parah. Jadi bisa sembuh, tapi harus didukung berbagai hal lain. Kanker muncul juga dari emosi, gaya hidup dan makanan. Emosi, gaya hidup dan makanan ini harus kita ganti juga untuk mendukung penyembuhan. Semoga Allah berkahi Mbak dengan kesembuhan ya. Professor, dokter dll adalah sekedar tanganNya. Allahlah Maha Penyembuh yang sesungguhnya. Merapatlah padaNya. Allah memberikan penyakit dan bencana karena ingin hambaNya mendekat kepadaNya. Kalau kita ikhlas, sabar dan mensyukuri penyakit kita, Insya Allah tubuh kita akan menjadi alkali, mendukung kesembuhan, dosa kita diampuni, derajat kita diangkat olehNya. Amin YRA. Kanker itu indah lho kalau kita bisa buka tabir hikmah dibaliknya, tidak perlu ditakuti.

        Like

  11. assalamu alaikum
    saya hanya ingin urun dikit tulisan barangkali ada manfaatnya
    sekarang ada beberapa terapi buat kanker yang telah terbukti mujarab dengan ijin Allah
    kombinasi bekam, tusuk jarum, dan herbal.
    1. ahli tusuk jarum yang kuketahui bagus adalah prof haryoko di salatiga(info yang saya terima dari berbagai orang yang berasal dari orang2 dari daerah yang berlainan)
    2. ahli bekam cukup banyak yang mumpuni, tapi kalo nama yang ku kenal di jakarta ustadz katur suhardi. saya sendiri telah merasakan keajaiban bekam. yaitu ketika penyakit uveitisku sudah tidak mempan dengan obat, alhamdulillah sembuh dengan bekam. begitu juga asam uratku.
    3. herbal madu, habbatusauda, sarangsemut, gamat
    4. doa.
    semua kesembuhan berasal dari Allah, kita hanya berihtiar. termasuk salah satu syahid adalah mati yang disebabkan suatu penyakit, sedangkan kita mampu bersabar

    Like

  12. Sebelumnya salam kenal mba indira. Saya juga penderita breast cancer.. Saya divonis kanker maret 2012 ketika berusia 24 th mba.. Dan belum menikah.. Saya sudah operasi tetapi kanker itu muncul lagi. Mba gimana hasilnya setelah menggunakan jaket dari edward technology?? Saya juga punya jaket itu tapi ga pernah dipake. Soalnya ribet kalo mau dipake buat kerja juga..

    Like

    • Mbak, alhamdulillah tingkat keganasan kanker nya turun setelah pakai jaket listrik dari EdWar Tech. Saya gunakan jaketnya ke resepsi pernikahan, kantor, jadi pembicara seminar di dalam dan luar negeri tidak ribet sama sekali. Alhamdulillah ada celana panjang dengan kantong untuk tempat batere. Banyak fotonya kok. Kalau mau search deh di google. Kalau sampai timbul lagi artinya Mbak tidak menghilangkan inti sumber penyakitnya. Coba evaluasi lagi pola pikir dan pola hidup sehat termasuk pola makan. Dari sisi pola makan ini yang saya jalani: https://indiraabidin.com/?s=diet+alkali&submit=Search

      Untuk stress management dan perbaikan pola pikir saya mengintensifkan ibadah, memperbaiki kekhusu’an saya dalam ibadah. Antara lain ini yang saya jalani: https://indiraabidin.com/?s=tafakur&submit=Search

      Saya doakan semoga Allah bukakan petunjuk, jalan kesembuhan, kekuatan, ketabahan, hapuskan semua dosa dan tingkatkan derajat Mbak melalui penyakit ini. Amin yra.

      Like

  13. Bu Indira, saat awal pemakaian ECCT sudah dilakukan operasi pengangkatan cancer apa belum? atau tanpa melakukan operasi. Treatment apa saja yg juga dilakukan sekarang?

    Terima kasih

    Like

  14. Ass.
    Tulisannya sangat menginspirasi mbak Indira.
    Saat ini kami juga sedang menghadapi ujian yg maha berat. Kami sedang belajar sabar, ikhlas, dan syukur, dll. Semoga kami bisa melewati ujian-Nya.
    Wass.
    Hemat Dwi Nuryanto

    Like

  15. Hello sist….you not alone…..suami sy juga mengidap kanker usus.liver nya pun sdh kena.usus nya sdh di ptong 31cm.liver nya juga,bln feb oprasi pembuangan canser dlm usus dan di liver nya,buang air melalui perut yg sdh di lubangi.april memasukan usus dan penyambungan kmbli.akhr nya suami bisa buang air besar normal kembali.suami msh dpt kesempatan hidup untuk yg ke dua x nya….allah maha besar mbak….suami sy sdh 62th ,,,,,di vonis stadium 4,,,,,,,,,skrng allhamdullilah sehat kembali dan bisa terbang kembali dan tugas di thai airline……dan dia sdh menjalankan sholat stlh skian lama muallaf……kita semua slng mendoakan…….suami sy minum 4life transfer faxtor itu lah yg membuat dia segar dan kuat,dan krna allah juga .smga mbak lekas sht ,,,,,,semangat ya….ENY FROM BANGKOK THAILAN

    Like

    • mba eny.. semoga Allah memberi kesembuhan yang sempurna untuk suami mba eny … kalau boleh tahu dimana beli 4life transfer faxtor ? saya baru selesai menjalani rangkaian pengobatan ca mamae …

      Like

      • Di Lavender Ribbon Cancer Support Group ada beberapa yang bisa bantu mendapatkan 4Life TF di Jakarta, Mbak.
        Untuk bergabung dalam Lavender Ribbon Cancer Support Group silakan hubungi Mbak Nahdya +62 812 94995500 atau Pak Stefanus +62 819 34191545 untuk isi biodata dulu ya.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: