Jadikan orang tua seperti raja, maka rizkimu pun akan menjadi seperti raja


Kali ini saya ingin sharing dari seorang ustadz tentang: “Jadikan Orang Tuamu Raja.”

Saya mendapat banyak ilmu dari para jama’ah. Salah satunya dari pak Budi Harta Winata, seorang pengusaha baja.

๐ŸŒบ Ketika saya tanya rahasia suksesnya menjadi pengusaha, jawabnya singkat, โ€œJadikan orang tuamu raja, maka rezekinya seperti raja.โ€

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti raja. Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.

๐ŸŒบ Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, โ€œJang perlakukan orang tua seperti pembantu. Sudah tahu orang tua telah melahirkan dan membesarkan kita, lha kok masih tega-tega ya kita minta uang ke mereka padahal kita sudah dewasa. Atau, orang tua diminta merawat anak kita, sementara kita sibuk bekerja. Bila ini yang terjadi, maka rezeki orang itu hanya cukup untuk bayar pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

๐ŸŒบ Walau suami-istri bekerja, rezekinya tetap kurang, bahkan nombok setiap bulannya.โ€

๐ŸŒบ Dari diskusi itu, kami pun melakukan survey kecil-kecilan kepada jamaah umroh/naik haji. Kami bertanya anaknya berapa? Siapa yang paling sukses? Siapa yang paling susah? Ternyata jawabnya semua sama.

๐ŸŒบ Anak-anak yang sukses adalah yang memperlakukan orang tuanya seperti raja. Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan sedikit mengabaikan orang tuanya.

๐ŸŒบ Mari terus berusaha keras, agar kita bisa memperlakukan orang tua spt raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-a tan. Mulailah dari sekarang..

๐ŸŒบ Masya Allah..๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ “Orangtua Adalah Kunci Surga Bagi Anaknya”. Teriring salam hangat dan salam sukses luar biasa.

Kiriman:
Hj Elvia Charlin, sahabat seperjalanan haji tahun 2014.

๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน

Terima Kasih banyak Mbak Elvi.

Sahabat-sahabatku,
Marilah kita evaluasi baik-baik, apakah kita sudah benar-benar menjadikan orang tua kita seperti raja?
Apakah hal terkecil yang dapat kita lakukan mulai hari ini untuk dapat menjadikan orang tua kita seperti raja?

Syukurilah setiap kerja, jauhi keluhan, agar kerja dapat membawa surga


IMG_0018

Dari Ust Wahfiuddin Sakam:

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah saw berjumpa dengan seorang tukang batu yang tangannya kasar dan melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman, akibat kerja keras dan terpanggang matahari.

Sang manusia agung itupun bertanya, โ€œKenapa tanganmu seperti itu?”

Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaanku membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu kujual ke pasar, lalu hasilnya kugunakan untuk memberi nafkah keluarga. Karena itulah tanganku seperti ini.”

Rasulullah langsung menggenggam tangan itu dan menciumnya seraya bersabda, “Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada – inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.”

Kemudian Rasul SAW bersabda pula, โ€œKalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah. Kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah. Kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itupun fi sabilillah” (HR Thabrani).

Selamat berkerja semua teman-teman. Semoga kita termasuk golongan fi sabilillah.

Kiriman Pak Aries Mufti, YKM FEUI.

๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒน

Terima kasih banyak Pak Aries.
Syukurilah setiap detik saat kita bekerja, karena bisa jadi setiap detik kerja yang disyukuri dapat menjadi jalan menuju surga.
Jangan pernah mengeluh, seberat apapun, sesulit apapun pekerjaan kita, agar nilainya tak ternodai oleh keluhan kita.

Semoga setiap hal, sekecil apapun yang kita lakukan saat kita bekerja, mendapat ridloNya dan mendekatkan kita pada surgaNya.

Aamiin YRA

Doa untuk orang tua, kunci anak menuju surga


image

Doa untuk orang tua:

Dengan asma Allah Yang Maha Kasih dan Maha sayang.
Allahumma sholia’la Muhammad wa ali Muhammad.

🌷 Ya Allah ilhamkan padaku ilmu tentang kewajibanku terhadap kedua orang tuaku.
🌷Jadikan keinginan mereka lebih aku utamakan daripada keinginanku.ย 
🌷 Kudahulukan keridhoan mereka daripada keridhoanku.
🌷 Menganggap banyak kebajikan mereka walaupun sedikit.
🌷 Dan menganggap sedikit kebaikanku walaupun banyak.

Ya Allah terhadap mereka
🌾 rendahkanlah suaraku.
🌾 indahkanlah tutur kataku.
🌾 lembutkanlah perangaiku,
🌾 lunakkanlah hatiku
🌾 jadikanlah aku selalu mengasihi mereka.

🌻 Berikanlah mereka balasan yang sebaik-baiknya atas didikan mereka padaku.
🌻 Berilah mereka pahala yang besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku sebagaimana mereka menjagaku dimasa kecilku.

🌺 Ya Allah janganlah Kau jadikan aku lupa menyebut mereka setiap usai sholat-sholatku.
🌺 Di saat-saat kegelapan menyelimuti malam dan setiap waktu bersinarnya mentari di siang hari.

Ya Allah sampaikan sholawat dan RahmatMu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.
🌸 Ampunilah aku dengan sebab doaku untuk mereka.
🌸 Ampunilah keduanya dengan sebab belas kasih mereka padaku.
🌸 Berikanlah keridhoanMu untuk mereka dengan segala kemulian menuju tempat keselamatan.

🌸 Ya Allah dengan perantaraan kasih sayang dan kelembutanMu, izinkan kami berkumpul di griya kemulian dan ampunan serta Rahmat Mu.

Sungguh Engkau pemilik keMuliaan yang Agung dan pemberian yang abadi.

Ya Arhamar Rohimiin.

Kiriman:
Gitta AB
SS group

Sejak lahir, menikah sampai menjadi orang tua, perempuan punya kesempatan menjadi pintu surga


image

ุงูŽู„ู’ู…ูŽู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุฑู’ุฃูŽุฉ
Al-Mar`ah

โœ”Wanita…

ุนูู†ู’ุฏูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุงูุจู’ู€ู†ูŽุฉู‹, ููŽุฅูู†ู‘ูŽู€ู‡ูŽุง ุชูŽูู’ุชูŽุญู ุจูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ู„ููˆูŽุงู„ูุฏู‡ูŽุง
‘Indamaa takuunu ibnatan, fa-inna-Haa taftahu baaban min al-jannah li-waalidi-Haa.

โœ”Ketika masih anak-anak, ia membuka pintu surga bagi orang tuanya.

ูˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉู‹, ููŽุฅูู†ู‘ูŽู€ู‡ูŽุง ุชููƒู’ู…ูู„ู ู†ูุตู’ููŽ ุฏููŠู’ู†ู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง

Wa ‘indamaa takuunu zawjatan, fa-inna-Haa tukmilu nishfa diini zawji-Haa.

โœ”Ketika menjadi istri, ia menyempurnakan setengah dari agama suaminya.

ูˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู…ูŽุง ุชูŽูƒููˆู’ู†ู ุฃูู…ู‘ุงู‹, ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู€ู†ู‘ูŽุฉูŽ ุชูŽุญู’ุชูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ูู€ู‡ูŽุง

Wa ‘indamaa takuunu umman, fa-inna al-jannata tahta aqdaami-Haa.

โœ”Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

ู„ูŽูˆู’ ุนูŽุฑูŽููŽ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุฎู’ุตู ู…ูŽูƒูŽุงู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู€ุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽู‚ููŠู’ู‚ูู€ูŠู‘ูŽู€ุฉู ูููŠ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ุŒ

Law ‘arofa kullu syakshin makaanata al-mar`ah al-haqiiqiyyah fii al-islaam,

โœ”Jika semua orang tahu kedudukan wanita yang sesungguhnya dalam Islam.

ู„ูŽู€ุตูŽุงุฑููˆู’ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู€ุชูŽู†ูŽุงููŽุณููˆู’ุง ููู‰ ุฑูุนูŽุงูŠูŽู€ุชูู€ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง
La-shooruu an yatanaafasuu fii ri’aayati-Him laHaa.

โœ”Niscaya mereka pasti akan bersaing untuk menjaga/merawat wanita.

Sumber: WA group

🌲🌺🌲🌺🌲🌺

Bersyukurlah sahabat-sahabat Muslimah … semoga kita bisa menjadi:
🌷 pintu surga orang tua kita
🌷 penyempurna agama suami kita
🌷 pintu surga bagi anak-anak kita

Aamiin yra.

Bakti pada orang tua


IMG_8051054182454Pesan dari teman kelas di FEUI, Iwan Yasni di hari Jumat mulai ini.
Semoga bermanfaat dan berkah. Aamiin YRA.

Saudara – saudaraku,

Manusia mulia, yang tubuhnya bercahaya, hingga tak ada bayangan dari dirinya, Nabi besar Muhammad SAW, mengajarkan kepada kita, agar senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orang tua.
Karena, Kebahagiaan yang kita rasakan saat ini tak lepas dari perjuangan, pengorbanan dan jerih payahnya.
Tanpanya kita tak pernah ada, tanpanya pula kita tidak akan masuk SURGA, sebaik-baik tempat kita kembali.
Padahal SURGA adalah tujuan semua manusia yang hidup di dunia.
Siapapun mereka yang pernah sholat dan puasa, hingga anak yang durhaka pada orang tuanya, semua pasti tak ingin masuk NERAKA, yang bahan bakarnya batu dan manusia.

Semoga disisa waktu kita yang tak seberapa, kita diberikan kekuatan. untuk :

1. Senantiasa taat kepada ALLAH dan orang tua (karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridho orang tua),

2. Selalu mendoakan orang tua,

3. Tidak menatap orang tua ketika berbicara padanya, (QS.17:23-24),

4. Tidak mengeluhkan kekurangan orang tua,

5. Tidak menghitung kebaikan/harta yang telah kita berikan kepadanya,

6. Mudah memaafkan kesalahannya, (karena sebesar apapun kesalahannya tidak akan bisa menutupi besar jasanya),

7. Bahkan bila berbeda agama dan kita dilarang mengikutinya, kita tetap wajib berbakti padanya. (QS.31:15),

8. Merawatnya ketika mereka mencapai usia senja,

9. Bila mereka bersalah, berikan nasehat dengan lemah lembut,

10. Bila orang tua selalu menyakiti hati, tetaplah bersabar, berprasangka baik, dan mendoakannya,

11. Senang memberi hadiah untuknya,

12. Dan selalu membuatnya tersenyum.

YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, Rahmatilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu kecil.

Wafatkan keduanya dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH dan jadikan kuburnya sebagai Taman-taman SURGAMU.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

โ€œDan apabila kalian menafkahkan harta, yang paling berhak menerimanya adalah orang tua,…” #ayah #HariAyah


IMG_20140830_070547

โ€œ..dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua.โ€ (Al-Israa : 23)

Berbuat baik dalam katagori umum, dalam bahasa Arabnya disebut ihsaan. Sementara bila ditujukan secara khusus kepada orang tua, lebih dikenal dengan istilah birr. Dalam segala bentuk hubungan interaktif, Islam sangatlah menganjurkan ihsan atau kebaikan.

โ€œSesungguhnya Allah menetapkan kebaikan, untuk dilakukan dalam segala hal…Bila kalian menyembelih hewan, lakukanlah dengan cara baik. Oleh sebab itu, hendaknya seorang muslim menyiapkan pisau yang tajam, dan upayakan agar hewan sembelihan itu merasa lebih nyaman “[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah II : 1058, dari hadits Syaddad bin Aus..]โ€

Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan, โ€œAllah berpesan agar setiap orang melakukan bakti kepada orang tua dengan berbagai bentuk perbuatan baik. Namun kepada selain orang tua, Allah hanya memesankan โ€™sebagianโ€™ bentuk kebaikan itu saja. โ€œKatakanlah yang baik, kepada manusia.โ€ (Al-Baqarah : 83)

Orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan dan merasakan โ€˜budi baikโ€™ seorang anak, dan lebih pantas diperlakukan secara baik oleh si anak, ketimbang orang lain. Ada beragam cara yang bisa dilakukan seorang muslim, untuk โ€˜mengejawantahkanโ€™ perbuatan baiknya kepada kedua orang tuanya secara optimal. Beberapa hal berikut, adalah langkah-langkah dan tindakan praktis yang memang sudah โ€™seharusnyaโ€™ kita lakukan, bila kita ingin disebut โ€˜telah berbuat baikโ€™ kepada orang tua:

1. Bersikaplah secara baik, pergauli mereka dengan cara yang baik pula, yakni dalam berkata-kata, berbuat, memberi sesuatu, meminta sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu.

2. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meski hanya sekadar dengan ucapan โ€˜uhโ€™. Sebaliknya, bersikaplah rendah hati, dan jangan angkuh.

3. Jangan bersuara lebih keras dari suara mereka, jangan memutus pembicaraan mereka, jangan berhohong saat beraduargumentasi dengan mereka, jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur, selain itu,jangan sekali-kali meremehkan mereka.

4. Berterima kasih atau bersyukurlah kepada keduanya, utamakan keridhaan keduanya, dibandingkan keridhaan kita diri sendiri, keridhaan istri atau anak-anak kita.

5. Lakukanlah perbuatan baik terhadap mereka, dahulukan kepentingan mereka dan berusahalah โ€˜memaksa diriโ€™ untuk mencari keridhaan mereka.

6. Rawatlah mereka bila sudah tua, bersikaplah lemahlembut dan berupayalah membuat mereka berbahagia, menjaga mereka dari hal-hal yang buruk, serta menyuguhkan hal-hal yang mereka sukai.

7. Berikanlah nafkah kepada mereka, bila memang dibutuhkan. Allah berfirman:

โ€œDan apabila kalian menafkahkan harta, yang paling berhak menerimanya adalah orang tua, lalu karib kerabat yang terdekat.โ€ (Al-Baqarah : 215)

8. Mintalah ijin kepada keduanya, bila hendak bepergian, termasuk untuk melaksanakan haji, kalau bukan haji wajib, demikian juga untuk berjihad, bila hukumnya fardhu kifayah.

9. Mendoakan mereka, seperti disebutkan dalam Al-Qurโ€™an:

โ€œDan ucapanlah, โ€œYa Rabbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana menyayangiku di masa kecil.โ€ (Al-Isra : 24).

Semua hal di atas bukanlah โ€™segalanyaโ€™ dalam upaya berbuat baik terhadap orang tua. Kita teramat sadar, bahwa โ€˜hak-hakโ€™ orang tua, jauh lebih besar dari kemampuan kita membalas kebaikan mereka. Mungkin lebih baik kita tidak usah terlalu berbangga diri, kalaupun segala hal diatas telah dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Karena orang tua adalah manusia yang pertama kali berbuat baik kepada kita, karena dorongan kasih sayang dan โ€“terlebih-lebihโ€“ penghambaan dirinya kepada Allah. Sementara kita hanya memberi balasan, setelah terlebih dahulu kita menerima kebaikan dari mereka. Sehingga, bagaimanapun, nilainya jelas akan berbeda.

Iskandar Mochtar

Menyesatkan dan disesatkan


Apa yang terjadi ketika ada satu rombongan umat manusia yg masuk ke dalam neraka ? Allah menerangkan dalam Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 38:
“…setiap suatu umat yg masuk (kedalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)…”

Itu berarti bahwa seorang kawan bisa menjadi orang yg menyesatkan kita di dunia ini. Seorang kawan yang mengajak kita berbuat sesuatu sehingga lupa sholat, meninggalkan puasa, meninggalkan zakat dan mengajak berbuat maksiat adalah kawan yang menyesatkan.

Pada lanjutan ayat tersebut diterangkan bahwa orang-orang yang disesatkan meminta :”Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, karena itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda di neraka.”

Dan Allah menjawab atas permintaan mereka :”masing-masing mendapat (siksaan) yg berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”

Kesimpulan dari ayat diatas adalah, baik manusia yang menyesatkan ataupun yg disesatkan, masing-masing mendapat siksa yang berlipat ganda di neraka. Karena semua manusia diberi akal oleh Allah untuk berfikir, maka sudah selayaknya bila manusia tidak bisa disesatkan oleh siapapun juga.

Semoga, selama kita hidup didunia ini, Allah menerangi pikiran dan jiwa kita sehingga kita tidak menjadi manusia sesat dan menyesatkan manusia lain. Aamiin..

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo