Sejak lahir, menikah sampai menjadi orang tua, perempuan punya kesempatan menjadi pintu surga


image

اَلْمَـــــــــــــــــرْأَة
Al-Mar`ah

✔Wanita…

عِنْدَمَا تَكُوْنُ اِبْـنَةً, فَإِنَّـهَا تَفْتَحُ بَابًا مِنَ الْجَنَّة لِوَالِدهَا
‘Indamaa takuunu ibnatan, fa-inna-Haa taftahu baaban min al-jannah li-waalidi-Haa.

✔Ketika masih anak-anak, ia membuka pintu surga bagi orang tuanya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ زَوْجَةً, فَإِنَّـهَا تُكْمِلُ نِصْفَ دِيْنِ زَوْجِهَا

Wa ‘indamaa takuunu zawjatan, fa-inna-Haa tukmilu nishfa diini zawji-Haa.

✔Ketika menjadi istri, ia menyempurnakan setengah dari agama suaminya.

وَ عِنْدَمَا تَكُوْنُ أُمّاً, فَإِنَّ الْجَـنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِـهَا

Wa ‘indamaa takuunu umman, fa-inna al-jannata tahta aqdaami-Haa.

✔Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

لَوْ عَرَفَ كُلُّ شَخْصٍ مَكَانَةَ الْمَـرْأَةِ الْحَقِيْقِـيَّـةِ فِي الإِسْلاَم،

Law ‘arofa kullu syakshin makaanata al-mar`ah al-haqiiqiyyah fii al-islaam,

✔Jika semua orang tahu kedudukan wanita yang sesungguhnya dalam Islam.

لَـصَارُوْا أَنْ يَـتَنَافَسُوْا فِى رِعَايَـتِـهِمْ لَهَا
La-shooruu an yatanaafasuu fii ri’aayati-Him laHaa.

✔Niscaya mereka pasti akan bersaing untuk menjaga/merawat wanita.

Sumber: WA group

🌲🌺🌲🌺🌲🌺

Bersyukurlah sahabat-sahabat Muslimah … semoga kita bisa menjadi:
🌷 pintu surga orang tua kita
🌷 penyempurna agama suami kita
🌷 pintu surga bagi anak-anak kita

Aamiin yra.

Bakti pada orang tua


Pesan dari teman kelas di FEUI, Iwan Yasni di hari Jumat mulai ini.
Semoga bermanfaat dan berkah. Aamiin YRA.

Saudara – saudaraku,

Manusia mulia, yang tubuhnya bercahaya, hingga tak ada bayangan dari dirinya, Nabi besar Muhammad SAW, mengajarkan kepada kita, agar senantiasa berbakti dan mendoakan kedua orang tua.
Karena, Kebahagiaan yang kita rasakan saat ini tak lepas dari perjuangan, pengorbanan dan jerih payahnya.
Tanpanya kita tak pernah ada, tanpanya pula kita tidak akan masuk SURGA, sebaik-baik tempat kita kembali.
Padahal SURGA adalah tujuan semua manusia yang hidup di dunia.
Siapapun mereka yang pernah sholat dan puasa, hingga anak yang durhaka pada orang tuanya, semua pasti tak ingin masuk NERAKA, yang bahan bakarnya batu dan manusia.

Semoga disisa waktu kita yang tak seberapa, kita diberikan kekuatan. untuk :

1. Senantiasa taat kepada ALLAH dan orang tua (karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridho orang tua),

2. Selalu mendoakan orang tua,

3. Tidak menatap orang tua ketika berbicara padanya, (QS.17:23-24),

4. Tidak mengeluhkan kekurangan orang tua,

5. Tidak menghitung kebaikan/harta yang telah kita berikan kepadanya,

6. Mudah memaafkan kesalahannya, (karena sebesar apapun kesalahannya tidak akan bisa menutupi besar jasanya),

7. Bahkan bila berbeda agama dan kita dilarang mengikutinya, kita tetap wajib berbakti padanya. (QS.31:15),

8. Merawatnya ketika mereka mencapai usia senja,

9. Bila mereka bersalah, berikan nasehat dengan lemah lembut,

10. Bila orang tua selalu menyakiti hati, tetaplah bersabar, berprasangka baik, dan mendoakannya,

11. Senang memberi hadiah untuknya,

12. Dan selalu membuatnya tersenyum.

YA ALLAH.
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, Rahmatilah keduanya sebagaimana mereka telah menyayangi kami waktu kecil.

Wafatkan keduanya dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH dan jadikan kuburnya sebagai Taman-taman SURGAMU.
Wassalamu’alaikum Wr Wb

Berbuat baik pada orang tua


“..dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua.” (Al-Israa : 23)

Berbuat baik dalam katagori umum, dalam bahasa Arabnya disebut ihsaan. Sementara bila ditujukan secara khusus kepada orang tua, lebih dikenal dengan istilah birr. Dalam segala bentuk hubungan interaktif, Islam sangatlah menganjurkan ihsan atau kebaikan.

“Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan, untuk dilakukan dalam segala hal…Bila kalian menyembelih hewan, lakukanlah dengan cara baik. Oleh sebab itu, hendaknya seorang muslim menyiapkan pisau yang tajam, dan upayakan agar hewan sembelihan itu merasa lebih nyaman “[Diriwayatkan oleh Ibnu Majah II : 1058, dari hadits Syaddad bin Aus..]”

Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan, “Allah berpesan agar setiap orang melakukan bakti kepada orang tua dengan berbagai bentuk perbuatan baik. Namun kepada selain orang tua, Allah hanya memesankan ’sebagian’ bentuk kebaikan itu saja. “Katakanlah yang baik, kepada manusia.” (Al-Baqarah : 83)

Orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan danmerasakan ‘budi baik’ seorang anak, dan lebih pantas diperlakukan secara baik oleh si anak, ketimbang orang lain. Ada beragam cara yang bisa dilakukan seorang muslim, untuk ‘mengejawantahkan’ perbuatan baiknya kepada kedua orang tuanya secara optimal. Beberapa hal berikut, adalah langkah-langkah dan tindakan praktis yang memang sudah ’seharusnya’ kita lakukan, bila kita ingin disebut ‘telah berbuat baik’ kepada orang tua:

1. Bersikaplah secara baik, pergauli mereka dengan cara yang baik pula, yakni dalam berkata-kata, berbuat, memberi sesuatu, meminta sesuatu atau melarang orang tua melakukan suatu hal tertentu.

2. Jangan mengungkapkan kekecewaan atau kekesalan, meski hanya sekadar dengan ucapan ‘uh’. Sebaliknya, bersikaplah rendah hati, dan jangan angkuh.

3. Jangan bersuara lebih keras dari suara mereka, jangan memutus pembicaraan mereka, jangan berhohong saat beraduargumentasi dengan mereka, jangan pula mengejutkan mereka saat sedang tidur, selain itu,jangan sekali-kali meremehkan mereka.

4. Berterima kasih atau bersyukurlah kepada keduanya, utamakan keridhaan keduanya, dibandingkan keridhaan kita diri sendiri, keridhaan istri atau anak-anak kita.

5. Lakukanlah perbuatan baik terhadap mereka, dahulukan kepentingan mereka dan berusahalah ‘memaksa diri’ untuk mencari keridhaan mereka.

6. Rawatlah mereka bila sudah tua, bersikaplah lemahlembut dan berupayalah membuat mereka berbahagia, menjaga mereka dari hal-hal yang buruk, serta menyuguhkan hal-hal yang mereka sukai.

7. Berikanlah nafkah kepada mereka, bila memang dibutuhkan. Allah berfirman:

“Dan apabila kalian menafkahkan harta, yang paling berhak menerimanya adalah orang tua, lalu karib kerabat yang terdekat.” (Al-Baqarah : 215)

8. Mintalah ijin kepada keduanya, bila hendak bepergian, termasuk untuk melaksanakan haji, kalau bukan haji wajib, demikian juga untuk berjihad, bila hukumnya fardhu kifayah.

9. Mendoakan mereka, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan ucapanlah, “Ya Rabbi, berikanlah kasih sayang kepada mereka berdua, sebagaimana menyayangiku di masa kecil.” (Al-Isra : 24).

Semua hal di atas bukanlah ’segalanya’ dalam upaya berbuat baik terhadap orang tua. Kita teramat sadar, bahwa ‘hak-hak’ orang tua, jauh lebih besar dari kemampuan kita membalas kebaikan mereka. Mungkin lebih baik kita tidak usah terlalu berbangga diri, kalaupun segala hal diatas telah dapat kita wujudkan dalam kehidupan nyata. Karena orang tua adalah manusia yang pertama kali berbuat baik kepada kita, karena dorongan kasih sayang dan –terlebih-lebih– penghambaan dirinya kepada Allah. Sementara kita hanya memberi balasan, setelah terlebih dahulu kita menerima kebaikan dari mereka. Sehingga, bagaimanapun, nilainya jelas akan berbeda.

Iskandar Mochtar

Menyesatkan dan disesatkan


Apa yang terjadi ketika ada satu rombongan umat manusia yg masuk ke dalam neraka ? Allah menerangkan dalam Al Qur’an surat Al A’raaf ayat 38:
“…setiap suatu umat yg masuk (kedalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)…”

Itu berarti bahwa seorang kawan bisa menjadi orang yg menyesatkan kita di dunia ini. Seorang kawan yang mengajak kita berbuat sesuatu sehingga lupa sholat, meninggalkan puasa, meninggalkan zakat dan mengajak berbuat maksiat adalah kawan yang menyesatkan.

Pada lanjutan ayat tersebut diterangkan bahwa orang-orang yang disesatkan meminta :”Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, karena itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda di neraka.”

Dan Allah menjawab atas permintaan mereka :”masing-masing mendapat (siksaan) yg berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”

Kesimpulan dari ayat diatas adalah, baik manusia yang menyesatkan ataupun yg disesatkan, masing-masing mendapat siksa yang berlipat ganda di neraka. Karena semua manusia diberi akal oleh Allah untuk berfikir, maka sudah selayaknya bila manusia tidak bisa disesatkan oleh siapapun juga.

Semoga, selama kita hidup didunia ini, Allah menerangi pikiran dan jiwa kita sehingga kita tidak menjadi manusia sesat dan menyesatkan manusia lain. Aamiin..

Wallahu a’lam.

eLJe
Via Mas Faisal Tjatjo

Prioritas Cinta


Prioritas Cinta menurut al-Qur’an surat At-Taubah 9:24,

1.Allah Swt
2.Rasulullah Saw
3.Jihad
4.Orangtua
5.Anak
6.Saudara
7.PASANGAN HIDUP
8.Keluarga
9.Harta

Perhatikan, Pasangan Hidup ada di urutan ke-7 dan Allah urutan ke-1 !!!

Sudahkan kita seperti ini? Jangan-jangan terbalik ya?!

Maka, proporsional lah dalam mencintai.

Kajian Tematis Quran
Via Mas Faisal B Tjatjo

… Selamat menikmati wujud cinta karunia suciNya untuk kita: nafas kita saat bangun pagi ini, tetesan air minum, suapan makanan dan berbagai berkah dan karuniaNya yang selalu kita “anggap sudah sewajarnya”. Semoga kita selalu bisa merasakan dan mensyukuri cintaNya pada kita semua, menjadikanNya pusat cinta dan kasih kita selama hidup di atas muka bumi ini. Amin amin YRA.

Prioritas Cinta


Prioritas Cinta menurut al-Qur’an surat At-Taubah 9:24,

1.Allah Swt
2.Rasulullah Saw
3.Jihad
4.Orangtua
5.Anak
6.Saudara
7.PASANGAN HIDUP
8.Keluarga
9.Harta

Perhatikan, Pasangan Hidup ada di urutan ke-7 dan Allah urutan ke-1 !!!

Sudahkan kita seperti ini? Jangan-jangan terbalik ya?!

Maka, proporsional lah dalam mencintai.

eLJe
Via Mas Faisal B Tjatjo

… Selamat menikmati wujud cinta karunia suciNya untuk kita: nafas kita saat bangun pagi ini, tetesan air minum, suapan makanan dan berbagai berkah dan karuniaNya yang selalu kita “anggap sudah sewajarnya”. Semoga kita selalu bisa merasakan dan mensyukuri cintaNya pada kita semua, menjadikanNya pusat cinta dan kasih kita selama hidup di atas muka bumi ini. Amin amin YRA.

Membesarkan anak


Ada 5 area yang harus kita perhatikan dalam membesarkan anak kita:
1. Mengajarkan anak2 tentang arti disiplin.
2. Membiasakan mereka untuk mengucapkan “Terima Kasih”.
3. Mengajarkan mereka untuk selalu mengucapkan kata “Tolong” saat meminta sesuatu.
4. Mengajarkan mereka untuk sopan.
5. Mengajarkan mereka untuk percaya diri.

Fase2 dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:
• 0-5 tahun – fase Disiplin: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk dengan tegas dan jelas memberitahukan pada anak mana yang BOLEH dan mana yang TIDAK BOLEH.
• 6-12 tahun – fase Training: Orangtua harus lebih banyak memberikan contoh.
• 13-18 tahun – fase Coaching: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk menjadi mentor dan sekaligus pembimbing bagi anak-anaknya.
• 19 tahun keatas – fase Friendship: Pada fase ini penting bagi orangtua untuk hadir menjadi seorang sahabat bagi anak-anaknya.

Note:
Jangan memutarbalikkan fase-fase di atas, contohnya fase Friendship dilakukan pada waktu anak2 masih kecil, hal ini akan menimbulkan rasa tidak hormat anak kepada orangtua.

Sebaliknya jangan terlalu dini mengirim anak belajar di asrama karena kita akan kehilangan fase Coaching.

Bagaimana caranya:
1. Bawakan Perintah Agama & Larangan2nya dengan jelas.
2. Ajak anak berdoa bersama.
3. Berikan contoh (teladan) tindakan yang baik pada anak lebih banyak kelakuan sehari2 dulu daripada lewat kata-kata.
4. Beri anak pujian jika ia berbuat baik. Anak butuh dorongan 2x lipat dibanding teguran.
5. Gunakan hati dan tangan kita untuk berdoa bagi anak2 kita….

Happy Parenting
(By. Timotius Adi Tan).