Dulu aku ingin mengubah dunia, sekarang aku sadar, aku harus mengubah diriku sendiri.


  
🌹Dulu … 

Aku sangat kagum pada manusia cerdas, kaya, dan yang berhasil dalam karir. Hidup sukses dan hebat dalam dunianya.

Sekarang … 

Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. 

Aku kagum dengan manusia yang bijaksana. Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja. 

🌹Dulu … 

Aku memilih marah кetika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar padaku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran. 

Sekarang … 

Aku memilih untuk banyak bersabar san memaafkan. 

Karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan dan bersabar. 

🌹 Dulu … 

Aku memilih mengejar dunia dan menumpuknya sebisaku.

Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini. 

Sekarang … 

Aku memilih untuk bersyukur dan bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat untuk agama dan sesamaku. 

🌹 Dulu … 

Aku berpikir bahwa aku bisa membahagiakan  orang tua, saudara dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku.

Ternyata yang membuat mereka bahagia bukan itu, melainkan ucapan, sikap, tingkah dan sapaanku kepada mereka. 

Sekarang … 

Aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.

🌹 Dulu … 

Fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku, 

Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat meninggalkan dunia Ini.

Sekarang … 

yang menjadi fokus pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan dan bermanfaat bagi sesama jika suatu saat diriku telah tiada
•» Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati teriknya matahari besok. 

•» Τak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa aku masih bisa menghirup nafas esok hari.

Kiriman: Eddy Suwito, alumni Qi

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blogger,

Mendapat kiriman kanker dari Allah swt benar-benar telah menyadarkanku bahwa dunia ini sementara.

Bahwa waktu untuk mempersiapkan Hari Akhir sangat terbatas. Bahwa rasa marah, benci, kesal dan tidak terima sangat tidak bermanfaat, bahkan merusak, missi kita di muka bumi.

Marilah manfaatkan setiap detik dalam hidup kita untuk berbuat kebaikan, untuk melayani Allah melalui umatNya.

Jangan sampai kita merugi, karena Allah sudah ingatkan masalah keterbatasan waktu. 

🌹Apakah yang dapat kita perbaiki mulai hari ini agar kita dapat lebih mempersiapkan hari akhir?

🌹 Apa lagi yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan sisa hidup untuk mengejar ridloNya dan meraih kebahagiaan abadi?

🌹 Apa yang harus kita hentikan mulai saat ini untuk mencapai kebahagiaanand abadi bersamaNya ketika saatnya tiba?

Peran istri menempati porsi paling besar peran perempuan yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an


  
💐💐 PERANMU, SURGAMU 💐💐

👩 Ustz. Poppy Yuditya

Kuliah Akademi Orangtua Parenting Nabawiyah

Sabtu 20 Juni 2015
Peran muslimah

Berapa jumlah perempuan disebut dalam Al Qur’an? Semua tercakup dari zaman Nabi Adam sampai akhir zaman. Ternyata hanya 20 yang disebut secara dzahir. Dari 20 tersebut ternyata Allah hanya menyebut 1 nama saja, yakni Maryam. 19 lainnya tak disebutkan.
Mengapa?

Karena akhlaqnya paling sempurna dan bisa jadi hanya Maryam yang terbebas dari aib.

Ini bukan berarti yang lain tidak mulia, namun Allah jaga aib mereka. Perempuan dlm Al Qur’an :

1⃣ Belum menikah

Maryam, Ratu Balqis, 2 perempuan yang bertemu Nabi Musa, saudara perempuan nabi Musa.

2⃣ Sudah menikah

Hawa, istri Nuh, istri Luth, Sarah, Hajar, Zulaikha, Asiyah, Istri Imron, istri Zakaria, Hafsah, Aisyah, Zainab, istri abu Lahab, Khaulah binti Tsa’labah.

3⃣ Ibu

Hawa, Sarah, ibunda musa, istri imron, istri Zakaria, Maryam.

Seringkali kita berpikir bahwa kita bisa mendapatkan surga karena mendidik anak. Bagaimana kalau kita belum punya anak?
Hal ini tidak selalu tepat. Dalam Al Qur’an yang terbanyak dibahas adalah peran istri, yakni sebanyak 54%. Muslimah sebagai pribadi 19% dan sebagai ibu 27%. 

Peran istri menempati porsi paling besar peran perempuan yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an. Maka kita tersadar kembali akan makna hadits ini.

“Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad).

Kita berjuang keras utk menjadi ibu terbaik bagi anak-anak. Simak hadits ini:


” … dan aku melihat neraka, aku tak pernah melihat pemandangan seperti ini sama sekali. Aku melihat penduduknya kebanyakan adalah kaum wanita.”

Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” 

Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” 

Beliau menjawab: “Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” 

(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)

Meski kita sering marah dan kesal pada suami, ingatlah bahwa kita smua untuk keridhoan Allah.
Wanita surga tak berpikir siapa yang salah. Ia hanya berkata seperti dlm hadits berikut:

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: 

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” 

Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” 

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” 

(HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah)

Sangat jarang malaikat melaknat manusia, kecuali untuk urusan “kasur”. Hati-hati..

Seberat apapun, setiap peran yang ditetapkan Allah adalah untuk kebaikan kita. Tidak ringan, tetapi ada kebaikan jangka panjang yang Allah berikan.

Jika anak-anak melawan pada kita, tidak menurut dan sebagainya, jangan berpikir “anak ini harus diapakan” tapi:

1. Tanya dulu pada diri sendiri, apakah sudah melakukan yang seharusnya dilakukan atau belum. Misal kita bingung bagaimana agar anak mau menghafal Qur’an. Sebelumnya, apakah kita sudah menghafal juga?

2. Cek, bagaimana ketaatan kita pada suami

3. Periksa, bagaimana sholatmu? Bagaimana doamu?

Kesuksesan mendidik anak bukan karena teori parenting, tips-tips mendidik anak dan sebagainya. Tapi karena Allah ridho.

Jadi yang harus menjadi concern kita adalah bagaimana membuat Allah ridho. Karena jika Allah ridho, Ia memberi segala yang kita inginkan. Standar perempuan shalihah itu seperti perempuan2 shalihah yg tersebut dalam Al Qur’an. Kerangka taat dan menunaikan kewajiban/kebaikan pd suami adalah untuk mendapatkan ridho Allah. Apakah setelahnya suami semakin sayang dan cinta, itu hanyalah bonusnya.

Penuhi kepala kita dengan profil dan kisah-kisah istri shalihah. 

🌹Kisah dua perempuan yang bertemu nabi Musa adalah kisah perempuan bekerja. Mereka bekerja menggantikan ayahnya yang sedang sakit. Wanita harus punya alasan untuk bekerja. Dan jika bekerja, tidak ikhtilat (misal dinas luar dg rekan lawan jenis).

🌹Ratu Balqis : pemimpin Negeri Saba’ meninggalkan kesombongan dan mudah menerima kebenaran

🌹 Ibunda Musa : rela berkorban untuk keselamatan anaknya (Nabi Musa)

🌹Kisah saudara perempuan nabi Musa : mengikuti peti Nabi Musa yang dihanyutkan di sungai Nil

🌹Menggambarkan sosok perempuan yang pintar, mampu bernegosiasi dan amanah.

🌹Hawa berkhianat karena membujuk suaminya makan buah khuldi. Namun Hawa masuk surga karena ia bertaubat. Hati-hati dengan bisik-bisik kita pada suami, karena bisa sangat mempengaruhinya.

🌹Istri Nuh tidak percaya pada suaminya saat ia membuat perahu, menjelekkan suami di depan anak-anaknya. Hati-hati.

🌹Istri Luth melanggar amanah suami dan berbuat banyak kemaksiatan.

🌹 Sarah adalah wanita yang sangat berharap punya anak. Jika ada keinginan dalam diri kita untuk tidak memiliki anak (lagi), jangan-jangan ada yang bermasalah dengan fitrah kita.

🌹Hajar : ibu menyusui, tak tahu mau kemana saat bersama Nabi Ibrahim, ditinggal sendirian entah dimana, dsb, namun tidak banyak bertanya. Jadi jangan jadi ibu-ibu rempong. Nabi Ibrahim hanya menjawab singkat-singkat saat Hajar bertanya. Sebagai manusia biasa, mungkin Ibrahim mau menjelaskan, tapi beliau sendiri tidak tahu apa jawabannya.

Para suami seringkali semakin bingung dengan pertanyaan-pertanyaan kita. Yang dilakukan Khadijah saat Nabi bingung adalah menenangkannya, membawanya ke tempat tidur dan menyelimutinya. Bukan memborbardirnya dengan pertanyaan-pertanyaan.

Hajar berlari bolak-balik antara Shafa-Marwah, pada posisi yang masih bisa mengawasi bayi Ismail. Hikmahnya adalah jika ibu bekerja, pastikan pandangan mata tetap dapat terjaga pada anak2 kita. 10 tahun pertama adalah fase sangat penting dalam menumbuhkan tauhid anak.

🌹Zulaikha : terpesona kerupawanan Nabi Yusuf dan menggodanya. Jangan merasa aman dari fitnah selingkuh. tetap jaga diri dan mohon perlindungan Allah.

🌹Asiyah istri Fir’aun. Kita tidak menanggung dosa suami, namun suami bertanggung jawab atas kita. Maka permudahlah, permudahlah suami kita. Jika suami kita zhalim, kita tetap bisa masuk surga. Tapi mungkin saja suami terganjal masuk surga karena kita.

🌹 Istri Zakaria : istri mandul yg dapat memiliki anak dengan seizin Allah.

🌹 Aisyah difitnah, lalu minta izin pada Nabi untuk keluar ke rumah ortunya. Saat mendapat fitnah, kita jangan terburu-buru  mengklarifikasi karena bisa saja isunya menjadi bola panas. Tenangkan diri dulu.

🌹 Istri Abu Lahab mengompori suami dlm kejahatan. Dukunglah suami dalam kebaikan, bukan dalam kejahatan

🌹 Zainab bercerai karena suami tak mampu menaikkan dirinya, dan istri tak menurunkan dirinya, padahal keduanya adalah orang yang sholeh. Pernikahan tidak bisa dipaksakan karena sudah diusahakan untuk setara tetap sulit sekali. To nggikan suami di hadapan anak-anak, jangan pernah menjelekkan

🌹 Istri imron : banyak berdoa selama mengandung agar dikaruniai anak yang sholeh dan menazarkannya untuk Allah.

Menarik, rupanya dari semua perempuan yang disebut dalam Qur’an, tak ada tentang wanita yang sangat menginginkan punya suami. Tidak ada keyakinan bahwa letak kebahagiaan adalah dengan memiliki suami. Simak kisah Maryam, Balqis dll. Mereka tetap bahagia meski tidak berpendamping.

Jangan habiskan waktu berlebihan untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Memasak sampai 5 jam, menyetrika terlalu perfek dan sebagainya. Kita juga punya kewajiban belajar dan berkarya (tilawah, baca kitab, baca buku dll). Permudah pekerjaan, didik anak-anak untuk mandiri.

Tak usah iri sama suami. Berbuat saja yang Lillah, yang terbaik untuk Allah. 

Buatlah suami merasa tenteram (QS. Ar rum 21). Kita tak akan ditanya berapa uang kita untuk membantu suami, tapi ditanya rumah suami kita.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan WANITA adalah penanggung jawab terhadap RUMAH SUAMINYA dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Perhatikan PRIORITAS dalam menjalankan peran kita :

1. Ilmu vs Amal

2. Wajib vs Sunnah

3. Quality vs Quantity


“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An Nisa : 9).

✏ diresume oleh : Indra Fathiana

Kiriman Ria Henny, fasil 21

Jangan sia-siakan kesempatan sedekah di bulan Ramadlan


  
Rasulullah menjelaskan: 

“Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.” (HR. Muslim no.1955)

Oleh karena itu, orang yang bersedekah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat karena sedekah adalah amal kebaikan, kemudian berdasarkan Al A’raf ayat 16 khusus amalan sedekah dilipatkan-gandakan lagi sesuai kehendak Allah. 

Kemudian ditambah lagi mendapatkan berbagai keutamaan sedekah. Lalu jika ia mengiringi amalan sedekahnya dengan puasa dengan shalat malam, maka diberi baginya jaminan surga. 

Kemudian jika ia tidak terlupa untuk bersedekah memberi hidangan berbuka puasa bagi bagi orang yang berpuasa, maka pahala yang sudah dilipatgandakan tadi ditambah lagi dengan pahala orang yang diberi sedekah. Jika orang yang diberi hidangan berbuka puasa lebih dari satu maka pahala yang didapat lebih berlipat lagi.

✏ Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

🌹🌹🌹🌹🌹

Kalau makanan enak masih kita santap.

Kalau film bioskop masih kita tonton.

Kalau baju mewah masih bisa kita beli.

Jangan sampai dana pinjaman untuk Allah tak kita siapkan.

Jangan sampai ada yang minta tolong tak kita bantu.

Jangan sampai kotak amal tak kita isi.

Karena uang itulah yang akan abadi menjadi milik kita.

Penggembira di dunia dan penyelamat di akhirat.

Siapakah yang akan kita bantu hari ini? Berapa anakis yatim yang kita berikan makan buka puasa hari ini?

Besok?

Sudahkah kita rutin memberi makan orang yang berbuka puasa? 


  

 
Hanya di Sudan Rebutan Menjamu Orang Berbuka Hampir Berakhir di Pengadilan Muslimina ..

Aneh tapi nyata, itulah mungkin yang ada di benak para pembaca saat melihat judul di atas. Aneh karena tidak ada di Indonesia, nyata karena memang terjadi demikian di negeri Sudan di bulan Ramadhan ini.

Di saat masih banyak orang berebutan makanan di Indonesia, orang malah berebut memberi makanan di Sudan. Bukan karena mereka lebih kaya, tapi mereka lebih mengetahui keutamaan bulan Ramadhan ini. Umat Islam berlomba berbuat kebaikan di bulan Ramadhan. Bukan hanya amal ibadah seperti shalat dan tilawah Al-Quran, tapi juga dengan membantu sesama.

Peristiwanya terjadi di kota Kamilin, negara bagian Aljazirah, Sudan. Pengadilan kota Kamilin menerima laporan kasus yang sangat aneh, yaitu persengketaan antar warga dalam masalah menentukan siapa pihak yang menjamu orang-orang yang berbuka puasa.

Satu pihak menuduh pihak kedua telah mencuri tetamu yang sedang bersafar dengan cara menggiring para penumpang bis dan pengendara menuju hidangan berbuka yang mereka sediakan. Sehingga tempat hidangan yang lain sepi pengunjung.

Hal ini memancing terjadinya keributan mulut sesama warga yang berakhir dengan pelaporan ke pengadilan. Namun demikian hakim menolak menangani kasus ini, gantinya hakim memberikan ceramah tentang sejarah kebaikan rakyat Sudan dalam menjamu tamu.

Hakim meminta kedua pihak bersengketa untuk bertoleransi dalam masalah menjamu orang berbuka, saling berbagi tamu, dan niat baik tidak berujung kepada perbuatan buruk.
Kebiasaan rakyat Sudan memang cukup aneh di bulan Ramadhan. Tidak ada kaum pria yang berbuka di dalam rumah. Para bapak dan anak laki-laki selalu menggelar tikar di jalanan bersama para tetangga dekat. Masing-masing membawa keluar hidangan berbukanya. Mulai dari bermacam minuman, makanan berbuka, hingga makanan berat tersedia di sepanjang jalanan. Jika menjelang maghrib, orang yang berlalu di dekat mereka harus ikut duduk dan berbuka puasa bersama mereka. (msa/dakwatuna)

Kiriman Kartika Riyandari, fasil akhwat 18

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabat blog tercinta,

Di saat rakyat Sudan sibuk bahkan berebut berbagi buka puasa bagi orang lain, rasanya sulit sekali mengumpulkan dana untuk memberi makan anak-anak yatim.

Lalu banyak pula yang mengeluhkan datangnya kaum dhuafa ke Jakarta untuk meminta-minta. Sudahkah kita memperhatikan kesejahteraan mereka di tempat mereka berada agar mereka tak merasa perlu datang ke Jakarta?

Di saat mereka berlomba-lomba membentangkan tikar untuk buka puasa bagi tetangga dan keluarga, untuk kemudian bersama menunaikan shalat Magrib, Isa dan tarawih, kita lihat berbagai jamuan mewah di mall-mall tanpa ada kesempatan shalat Magrib apalagi Isa dan tarawih.

Yuk, marilah kita ikut berlomba melakukan kebaikan, berbagi untuk mereka yang tak punya. Marilah kita raih kesejahteraan dengan mensejahterakan orang lain. Karena janji Allah tak pernah salah. Semua kebaikan akan dibalas kebaikan berlipat-lipat.

🌹Jadi, siapa lagikah yang akan kita jamin kesejahteraannya hari ini?

Dengan cara apa?

Kenapa hal itu penting bagi sahabat?

🌹Ini ada satu kesempatan:

Mau kasih makan pelajar Pesantren Yatim?20.000/anak/hari atau 600.000/anak/bulan. Silakan kirim ke Ustad Muchlis Nurdin 1320005351243@mandiri kode 008. Konfirmasi langsung ke beliau: +62 811 129804.

Bisa sebagai fidyah atau zakat ibnu sabil.
Semoga Allah meridloi semua amal ibadah kita semua. Aamiin 

Berdoalah di bulan Ramadlan: di akhir malam, selama berpuasa dan saat berbuka


  
Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa. Ayat tentang puasa dalam surat Al Baqarah yang langsung dilanjutkan dengan ayat tentang doa mengisyaratkan hal ini.

Secara khusus, ada tiga waktu di setiap hari selama bulan Ramadhan yang merupakan waktu-waktu mustajab untuk berdoa. Berdoa di waktu-waktu ini, insya Allah lebih mudah dikabulkan Allah.

🌹Sepertiga malam terakhir

Pada hari-hari biasa, sepertiga malam yang terakhir juga merupakan waktu mustajabah untuk berdoa. Di bulan Ramadhan, berdoa di waktu ini lebih mudah bagi banyak orang karena umumnya waktu ini adalah waktu sahur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu, niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

🌹Sepanjang waktu puasa

Yakni sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: (pertama) orang yang berpuasa sampai ia berbuka” (HR. Ahmad; shahih lighairihi).

🌹Saat berbuka

Perbanyak doa saat berbuka karena waktu ini juga waktu mustajabah untuk berdoa.

“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah; hasan).

Jangan sia-siakan tiga waktu ini, setiap hari selama Ramadhan. 

Oleh Ibnu K/Bersamadakwah, dikirim oleh Tyqa, fasil 8 ODOJ 

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabatku,

Bagaimanakah strategi kita untuk memperbanyak doa di tiga waktu ini sepanjang bulan Ramadlan ini?

Karena Ramadlan berikutnya belum tentu ada bagi kita. 

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus memperbanyak doa kepadaNya sepanjang bulan ini.

Aamiin.

Manusia paling mulia adalah yang paling bertakwa, takut padaNya meskipun tak melihatNya.


   

Sehelai Rambutmu Lebih Mulia Dari Jubah Ulama

Suatu hari Imam bin Hanbal dikunjungi seorang wanita yang ingin mengadu.

“Ustadz, saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sudah lama ditinggal mati suami. Saya ini sangat miskin, sehingga untuk menghidupi anak-anak saya, saya merajut benang di malam hari, sementara siang hari saya gunakan untuk mengurus anak-anak saya dan menyambi sebagai buruh kasar di sela waktu yang ada.
Karena saya tak mampu membeli lampu, maka pekerjaan merajut itu saya lakukan apabila sedang terang bulan.”

Imam Ahmad menyimak dengan serius penuturan ibu tadi. Perasaannya miris mendengar ceritanya yang memprihatinkan.

Dia adalah seorang ulama besar yang kaya raya dan dermawan. Sebenarnya hatinya telah tergerak untuk memberi sedekah kepada wanita itu, namun ia urungkan dahulu karena wanita itu melanjutkan pengaduannya.

“Pada suatu hari, ada rombongan pejabat negara berkemah di depan rumah saya. Mereka menyalakan lampu yang jumlahnya amat banyak sehingga sinarnya terang benderang. Tanpa sepengetahuan mereka, saya segera merajut benang dengan memanfaatkan cahaya lampu-lampu itu.

Tetapi setelah selesai saya sulam, saya bimbang, apakah hasilnya halal atau haram kalau saya jual?
Bolehkah saya makan dari hasil penjualan itu?

Sebab, saya melakukan pekerjaan itu dengan diterangi lampu yang minyaknya dibeli dengan uang negara, dan tentu saja itu tidak lain adalah uang rakyat.”

Imam Ahmad terpesona dengan kemuliaan jiwa wanita itu. Ia begitu jujur, di tengah masyarakat yang bobrok akhlaknya dan hanya memikirkan kesenangan sendiri, tanpa peduli halal haram lagi. Padahal jelas, wanita ini begitu miskin dan papa.

Maka dengan penuh rasa ingin tahu, Imam Ahmad bertanya, “Ibu, sebenarnya engkau ini siapa?”

Dengan suara serak karena penderitaannya yang berkepanjangan, wanita ini mengaku, “Saya ini adik perempuan Basyar Al-Hafi.”
Imam Ahmad makin terkejut. Almarhum Basyar Al-Hafi adalah Gubernur yang terkenal sangat adil dan dihormati rakyatnya semasa hidupnya. Rupanya, jabatannya yang tinggi tidak disalahgunakannya untuk kepentingan keluarga dan kerabatnya. Sampai-sampai adik kandungnya pun hidup dalam keadaan miskin.

Dengan menghela nafas berat, Imam Ahmad berkata,

“Pada masa kini, ketika orang-orang sibuk memupuk kekayaan dengan berbagai cara, bahkan dengan menggerogoti uang negara dan menipu serta membebani rakyat yang sudah miskin, ternyata masih ada wanita terhormat seperti engkau, Ibu. Sungguh, sehelai rambutmu yang terurai dari sela-sela jilbabmu jauh lebih mulia dibanding dengan berlapis-lapis serban yang kupakai dan berlembar-lembar jubah yang dikenakan para ulama.
Subhanallah, sungguh mulianya engkau, hasil rajutan itu engkau haramkan? Padahal bagi kami itu tidak apa-apa, sebab yang engkau lakukan itu tidak merugikan keuangan negara…”

Kemudian Imam Ahmad melanjutkan, “Ibu, izinkan aku memberi penghormatan untukmu. Silahkan engkau meminta apa saja dariku, bahkan sebagian besar hartaku, niscaya akan kuberikan kepada wanita semulia engkau…”

Sumber; Darut Tauhid, kiriman Eni, fasil akhwat 18.

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabatku, 

Yuk kita teladani kemulaiaan Ibu sholehah ini. Jadilah seseorang yang selalu jujur dan tidak “aji mumpung” atau istilahnya sekarang “Ogi” atau “ogah rugi.” 

Selama itu halal dan didapat dari keringat dan tenaga kita sendiri, kita bebas memanfaatkannya untuk kebaikan. Tapi kalau bukan, berhati-hatilah.

Semoga Allah selalu menjaga kita dalam jalanNya menuju kejujuran lahir batin. Aamiin yra.

🌹🌹🌹

Sudahkah kita berpuasa dengan puasa yang sejati?


  ~PUASA SEJATI~ 

Dikisahkan pada suatu hari Imam Ahmad Ibnu Hanbal rahimahullāh sedang berpuasa. Menjelang berbuka dengan dua potong roti kering, datanglah seorang pengemis ke rumah beliau untuk meminta-minta. 
Imam Ahmad merasa iba dengan pengemis tersebut. 

Apa yang dilakukan oleh Imam Ahmad? Ternyata dua potong roti kering yang beliau siapkan untuk berbuka puasa diberikan semuanya ke pengemis tersebut sehingga tidak ada makanan tersisa di dalam rumah beliau. 

Lantas beliau berbuka dengan apa? 
Beliau berbuka dengan segelas air putih dan keesokan harinya bersahurpun dengan segelas air putih. Luar biasa bukan? 

Begitulah sosok orang-orang yang puasanya telah mempengaruhi perilaku kesehariannya. 

Dan puasa bagaimanakah yang akan mempengaruhi perilaku seorang hamba? 
Yaitu puasa yang bukan sembarang puasa yaitu PUASA SEJATI. 

🌹Apakah PUASA SEJATI itu? 

Puasa sejati bukanlah hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi makna puasa lebih luas dari itu. 
Sebagaimana yang diisyaratkan oleh shahābat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang bernama Jābir bin ‘Abdullāh radhiyallāhu ‘anhu: 


“Jika engkau berpuasa hendaklah telingamu ikut berpuasa, lisanmu ikut berpuasa dan matamu ikut berpuasa.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 3/3)

Jadi, Jābir bin ‘Abdullāh memberikan sebuah makna yang sangat dalam dari ibadah puasa. Ternyata puasa itu bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar. 

🌹PUASA MATA

Yaitu menjaga mata ini dari melihat hal-hal yang diharamkan Allāh Subhānahu Wa Ta’āla. 
Demi mengamalkan firman Allāh Subhānahu Wa Ta’āla: 
 

“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada kaum mu’minin agar mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.” (An-Nūr 30)

Dan Allāh berkata kepada kaum mu’mināt: 


“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada kaum mukminat, hendaklah mereka senantiasa menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.” (An-Nūr 31)

Jadi Allah menjelaskan didalam ayat ini bahwa mata digunakan untuk sesuatu yang tidak dimurkai oleh Allah. Kita terkadang heran dengan perilaku sebagian orang yang berpuasa, biasanya pada sore hari duduk-duduk (ngabuburit) di jalan-jalan. 

🌹PUASA LISAN

Puasa lisan adalah menggunakan lisan ini dalam hal-hal yang diridhai Allāh Subhānahu Wa Ta’āla. Jika tidak bisa mengatakan kata-kata yang baik, maka diamlah. 
Kata Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam: 
  

“Barangsiapa yang beriman kepada Allāh dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Aneh sekali jika orang yang berpuasa tapi masih menggunjing orang lain, berbohong, mencaci orang lain.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menegaskan dalam sebuah hadits shahīh: 
 

“Orang yang berpuasa kemudian tidak meninggalkan perkataan dusta, Allāh tidak butuh dengan laparnya dan dahaganya.” (HR. Bukhari)

Ini peringatan keras dari Nabi kita saw bahwa orang yang berpuasa tapi masih menggunjing orang lain, gemar berdusta, suka mencaci dan menghina orang lain maka orang-orang seperti ini puasanya tidak dibutuhkan Allāh. Dan bisa sampai tidak diterima oleh Allāh Subhānahu Wa Ta’āla seandainya dia tidak memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun puasa. 

🌹PUASA TELINGA

Yaitu kita berusaha untuk tidak memasukkan ke dalam telinga kita kecuali sesuatu yang baik. Maka jangan habiskan waktu berpuasa kita (dan juga ketika tidak berpuasa) untuk mendengarkan gosip/aib oranglain dan nyanyian. 

Habiskan waktu kita untuk mendengarkan bacaan Al-Qurān, pengajian. 

Maka, puasa sejati adalah orang yang telah berpuasa bukan hanya perutnya saja tapi juga berpuasa dengan telinga, mata dan lisannya bahkan seluruh anggota tubuhnya (tangan, kaki, hati).

SELAMAT BERPUASA DENGAN PUASA YANG SEJATI. 

👤 Ustadz ‘Abdullāh Zaen, LC, MA hafizhahullāh

📺 Sumber: https://youtu.be/9nlDLLHgNGc

🌹🌹🌹🌹🌹

Sahabatku,

Kalau 1=sangat jauh dari puasa sejati dan 10=sejati 100%, sudah ada di angka berapakah kita?

🌹 Apakah yang harus kita lakukan agar kita dapat mendapai tingkat puasa sejati 100%?

🌹 Mengapa hal itu penting bagi sahabat?

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk selalu berpuasa dengan puasa yang sejati, agar tak sia-sia waktu kita di bulan Ramadlan suci ini. Belum tentu tahun depan Allah berikan lagi kesempatan menikmati Ramadlan kan?