Detik-detik wafatnya Rasulullah: bahkan keluarganya pun tak dikhawatirkannya. Umatnya lah yang dikhawatirkannya.


image

Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Assalamu’alaikum wr wb.

Kisah yang sangat mengharukan, meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saja manusia yang menangis, tapi seluruh penghuni langit dan bumi.

Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasalam berkhutbah, “Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaitu Al-Qur’an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin ‘Affan menghela nafas
panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.

“Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua.” Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam. “Assalamu’alaikum. Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk. “Wa’alaikumsalam. Maaf ayahandaku lagi demam.” Ia kembali menemani ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya : “Siapakah dia wahai anakku?”
“Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya.” tutur Fatimah dengan lembutnya.

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang
menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.
“Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut.” kata Rasulullah.

Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya. Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu mulia ini.

“Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah.” tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
“Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” jawab Malaikat Jibril.
Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?” tanya Malaikat Jibril.
“Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” lanjut Rasulullah.
“Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.” jawab Malaikat Jibril.

Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini.” Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah tak kuasa menatap ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai
Wahyu itu.
“Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?” kata Malaikat Jibril.
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini.
Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam.
“Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum.”
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu.”

Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.
“Ummatii…Ummatii….Ummatii.” Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya.

Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

wassalamu’alaikum..
sumber:
konsul dokter islam.

Sumber gambar: http://www.noorculturalcentre.ca/?p=7920
Kiriman Mas Amdiar Amir.
Terima kasih ya Mas.

Doa akhir Ramadlan


image

Gambar: dari laman facebook The Daily Reminder

Doa akhir Ramadlan

🌷 Ya Allah, bulan Ramadhan ini adalah bulan yang Engkau telah turunkan al-Quran di dalamnya dan ia akan segera berlalu. Kami berlindung kepada DzatMu Yang Mulia, ya Rabb supaya malam tidak datang sedangkan kami masih memiliki tanggungan untukMu atau dosa yang dengannya Engkau akan menyiksaku pada hari aku berjumpa denganMu.

🍁 Ya Allah kami berlindung kepadaMu agar matahari tak terbit esok hari kecuali Engkau telah mengampuni kami dari segala dosa kami, kecil dan besar, yang kami sadari maupun tak kami sadari, yang kami sengaja ataupun tak sengaja.

🌻 Ya Allah, sungguh kami rindu pada RamadlanMu ya Allah. Perkenankanlah kami bertemu kembali dengan Ramadlan yang akan datang.

🌹 Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan ini masa terakhir bagi puasa kami dalam bulan Ramadhan. Jika Engkau menjadikannya sebagai masa terakhir kami, maka jadikanlah kami sebagai orang yang dikasihani dan jangan Kau jadikan kami orang yang terhalangi.

🌷 Ya Allah, ridloilah semua amal ibadah kami di bulan Ramadlan ini. Izinkanlah kami kembali ke fitrah, dan bukakanlah gerbang Surga Ar Rayan bagi seluruh umatMu yang berpuasa pada Ramadlan ini, Ya Allah.

Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Kudus, Ya Aziz…

🌻 Ya Allah, meskipun Ramadlan telah berlalu, kami ingin selalu dekat denganMu, ya Allah. Kami ingin selalu ada dalam rengkuhan kasihMu.

🌻 Jadikanlah kami kepanjangan tanganMu untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran di muka bumi, ya Allah. Jadikanlah kami rahmat bagi semesta, ya Allah.

🌹 Ya Allah, sepeninggal Ramadlan, kuatkanlah kami untuk terus mensucikan jiwa kami dan jiwa keluarga kami, agar kami selalu dekat dengan surgaMu, mulia di bumiMu dan langitMu.

🌷 Sentuhlah kami selalu dalam keseharianku, ya Allah. Dan berikanlah kami hati yang selalu merasa, mata yang selalu terbuka dan telinga yang selalu mendengar, agar kami dapat menangkap semua pesan indahMu.

Ya Latif, Ya Rahman, Ya Rahim…

Aamiin YRA.

Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadlan


image

Gambar: dari laman facebook Dr Billal Phillips

Assalamualaikum ww.

💜 Aku lihat RAMADHAN dari kejauhan
Lalu kusapa ia…”Hendak ke mana?” Dengan lembut ia berkata,
“Aku harus pergi, mungkin JAUH & sangat lama

💚 Tolong sampaikan pesanku untuk orang mukmin
Aku  akan pergi
Syawal akan tiba
Sampaikan salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata.!!!
Kelak akan kusambut ia di surga dari pintu Ar Rayan.

💛 Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadlan
Masih ada beberapa jam lagi untuk bercengkrama dengan Ramadlan

🌷 Ya Allah, andai malam ini ada diantara hamba-hambaMu yang Engkau angkat derajatnya,
Engkau ampuni dosa-dosanya,
Engkau lapangkan rizkinya,
Engkau muliakan keturunannya,
Engkau lepaskan dari semua kesulitannya,
Engkau indahkan akhlaknya dan
Engkau berkahi segala hartanya

🌻 Maka Insya Allah jadikanlah saudara-saudaraku yang sedang membaca ini beserta keluarganya sebaik-baik hamba yang mendapatkannya.

🍎 Aamiin aamiin YRA

Terima kasih untuk Bu Yati yang rajin mengingatkan.

Manusia yang paling cerdas adalah yang fokus pada tujuan akhir, hari kita dipanggil olehNya. Sudah siapkah kita?


Assalamualaikum ww
Sahabatku, Rasulullah saw berkata bahwa manusia yang paling cerdas adalah manusia yang fokus pada tujuan. Kata Stephen Covey, awali dengan fokus tujuan terakhir, atau “start with the end in mind.” Nah, semua manusia punya akhir yang sama, yaitu kematian. Apa saja yang kita harus siapkan untuk hari itu?

Nasihat Kubur:

1). Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan SILATURAHMI.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR’AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan amal SHODAQOH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak shalat, bebaskan jepitan itu dengan SHALAT

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.

7). Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat “LAILAHAILALLAH.”

Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 orang.

SEKECIL apapun amal ibadah, semoga Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat di bulan suci ini.

Dzikirlah sebentar ingat اَللّهُ … “Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim.”

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Sebarkanlah, semoga kamu dapat membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT.

Diadaptasi dari kiriman pesan ibunda tercinta.
Terima kasih Mama.

Menggapai malam seribu bulan: sudah sucikah tubuh, pikiran, perkataan, makanan, harta dan jiwa kita?


image

Gambar: dari laman facebook Aashiq al-Rasul

Assalamualaikum ww.

Setiap malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadlan masjid-masjid penuh sekali. Kenapa hanya malam ganjil? Karena malam Lailatul Qadr diyakini turun pada malam ganjil. Semua yang memadati masjid pada malam-malam ini berharap mendapat malam seribu bulan.

Kemuliaan (Al-Qadr):
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Sesungguhnya siapa sajakah yang bisa menikmati malam seribu bulan? Yang diberi hadiah oleh Allah dengan kebaikan dan kemuliaan yang begitu tinggi? Benarkah semua yang terjaga pada malam itu mendapat kesempatan yang sama?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Benar sekali, semua umatNya sesungguhnya mendapat kesempatan yang sama. Kesempatan itu sudah dibuka sejak hari-hari pertama Ramadlan, bahkan sebelumnya, bukan hanya pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadlan. Malam Lailatul Qadr itu ibarat menjadi malam final, malam hadiah bagi mereka yang berhasil memanfaatkan setiap detik Ramadlan untuk mensucikan jiwanya, kembali pada fitrahnya.

Jadi untuk mendapatkan keberkahan dan indahnya karunia seribu bulan pada malam Lailatul Qadr marilah kita evaluasi diri, sudah sejauh mana kita mensucikan diri?

- Sudahkah kita sucikan tubuh?
Sudahkah puasa kita benar-benar kita lalui untuk mensucikan tubuh kita secara fisik?
Sudahkah kita mensucikan asupan kita dengan makanan minuman yang halal dan baik/thayib?

Jamuan (Al-Mā’idah):88 – Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Kalau puasa yang kita jalankan ditujukan untuk mensucikan diri kita tak akan membebani tubuh dengan makan besar saat sahur dan pesta saat buka puasa. Sel yang tadinya bersih akan dikotori lagi dengan berbagai makanan yang tidak siap diterima tubuh. Makanan yang tak membawa manfaat bagi tubuh, meskipun halal, tidak “baik” atau “thayib” jadi marilah kita hindari.
Yuk kita evaluasi, sudahkah kita benar-benar membangun kebiasaan hidup tidak berlebihan?
Sejauh mana kita ikuti teladan cara makan Rasulullah saw?

- Sudahkah kita sucikan harta?
Sudahkah semua sumber harta kita halal?
Yakinkah kita tak ada kemudlaratan dalam hal-hal yang kita kerjakan?
Sudah tunaikah zakat kita?
Seringkah kita sucikan lagi harta kita melalui sedekah dan infaq?

- Sudahkah kita sucikan pikiran?
Sudahkah kita bebas dari prasangka buruk terhadap orang lain?
Sudahkah kita berhenti curiga mencurigai?
Berfikir hal-hal yang tak baik? Merencanakan hal-hal yang tak membawa manfaat?
Sudahkah kita pelajari dan fahami Al Quran luar dalam? Lahir batin? Sudahkah Quran menjadi dasar pemikiran kita?
Sudahkah kita kenal dan fahami sifat-sifat dan nama-nama Allah?
Sudahkah kita internalisasi sifat-sifat itu dalam diri kita?

- Sudahkah kita sucikan jiwa?
Sudahkah kita bersihkan hati dari berbagai penyakit hati?
Sudahkah hati kita menjadi lembut, siap menerima segala pesanNya?
Sudahkah “rasa” kita sebagai sinyal nurani dan pesanNya memandu kita dalam membuat keputusan?
Sudahkah kita tundukkan jiwa kita untuk melakukan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya?
Sudahkah kita rajin bertobat kepadaNya? Menghapus diri dari berbagai dosa kecil dan besar?
Sudahkah kita isi setiap detik, helaan nafas kita dengan namaNya?

‘’Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak (bisa) menyentuhnya kecuali orang-orang yang (telah) disucikan.’’ [Al Waaqi’ah: 77-79].

Marilah kita memperbanyak syukur dan tobat, menambah shalat dan sujud yang khusu’, memperbanyak zakat, sedekah, infaq, memaafkan luka-luka lama dan minta maaf pada orang tua dan semua yang pernah kita temui.
Semoga Allah meridloi semua upaya kita dan menganugerahkan malam seribu bulan bagi kita semua, membuka pintu surga FirdausNya untuk kita. Aamiin YRA.

‘’Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa dianugerahi al hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang sangat ­banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman-firman-Nya).’’ [QS. Al Baqarah: 269].

Wahai suami, istrimu seorang ibu rumah tangga?


image

Gambar: dari laman facebook The Daily Reminder

💜 Ibu rumah tangga,

🌷 Ialah ia yang membersihkan tangga yang akan kamu lalui setiap harinya, menuntun kamu dan anak-anakmu untuk melewati setiap anak tangga,
🌻 Ialah ia yang hanya  tersenyum paling bahagia saat kamu dan anak-anakmu mencapai tangga paling puncak,
🌺 Ialah ia yang akan selalu siap menyambutmu ketika kamu jatuh terguling ke anak tangga paling bawah, ialah ia, Ibu Rumah Tangga.

💚 Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu bahwa bukan hal yang mudah baginya untuk melepas segala pencapaian yang telah dimilikinya. 

🍑 Akan ada saat dimana orang-orang di sekitarnya menyayangkan keputusannya,
🍎 Kedua orang tua yang merasa sia-sia telah memberikannya pendidikan yang tinggi, orang-orang terdekat yang terlanjur memiliki ekspektasi tinggi untuknya.

💛 Hai lelaki yang telah membuat seorang wanita ber ”masa depan” cerah melepas karir dunianya hanya untuk merawat dan melayani kebutuhanmu dan anak-anakmu.

🌷 Maukah kamu menutup telinga dari segala perkataan tak menyenangkan orang-orang.
🌻 Maukah kamu melapangkan dadamu untuk ia bersandar.
🌺 Maukah kamu merendahkan bahumu untuk ia meletakkan kepala.
🍑 Maukah kamu merentangkan kedua tangan untuk memeluk ia, yang lusuh dan lelah mengurus segala keperluanmu yang terlihat sepele??

💚 Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, menunggumu di rumah dengan rasa bosan yang sesekali muncul, rasa rindu pada dunia karir yang cemerlang, merasa terpanggil menyajikan bahan presentasi dan dikagumi orang-orang, maukah kamu.

🍎 Menemaninya dengan perhatian yang cukup membuat ia tersenyum simpul setiap pagi.
🌷 Menghargai setiap tindakannya dengan ucapan terima kasih yang tulus.
🌻 Memberikan senyum termanis dan tawa yang membuatnya lupa bahwa ia selalu terkurung di rumah.
🌺 Menemaninya melihat dunia yang tidak pernah sempat ia lakukan?

💛 Jika istrimu seorang ibu rumah tangga, mungkin ia tak kan punya cukup waktu untuk melihat perkembangan dunia luar, tidak akan punya cukup waktu untuk menjadi modis seperti teman-temanmu diluar sana, tapi pernahkah kamu tahu?

🌷 Ibu rumah tangga, ialah ia yang menjatuhkan dirinya agar kamu terlihat lebih tinggi.
🌻 Ialah ia yang menekan egonya demi menghargai kamu sebagai kepalanya.
Ialah ia yang berpura-pura bodoh agar kamu tampak hebat.
🌺 Ialah ia yang mencemaskan kamu selagi kamu pulang telat karna bersenang-senang bersama kawan-kawan kerjamu.
🍑 Ialah ia yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesahmu.
Ialah ia yang rela menjadi pelampiasan emosimu agar emosimu tetap terkontrol pada orang lain.
🍎 Ialah ia yang rela membiarkan dirinya dipandang sebelah mata namun meradang saat kamu disepelekan.

💜 Dear lelaki, menjadi ibu rumah tangga tidak pernah mudah. Bukankah lebih mudah membayar gaji seorang baby sister dan seorang asisten rumah tangga untuk mengurusi segalanya??

🌷Tapi bukankah lebih membahagiakan jika kita bisa berkasih sayang dengan cara yang menurut banyak orang tidak mudah?
🌻 Cukup temani saja ia, ajarkan saja ia untuk menjadi tempatmu kembali, beri tahu ia bagaimana caranya membuatmu nyaman, bimbing ia untuk melengkapimu.

Dari; Ares.
Terima kasih Ares.

Menyambut Malam Lailatul Qadr: beberapa tips untuk menjemput malam seribu bulan


image

Alhamdulillah kita sudah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadlan. Pada masa inilah ada malam di mana Quran diturunkan. Ibadah pada malam ini lebih tinggi nilainya dari ibadah seribu bulan. Malam ini ada pada malam ganjil 10 hari terakhir ini, tak diketahui yang mana. Allah ingin kita benar-benar fokus ibadah selama 10 malam terakhir ini.

Ada beberapa tipa kiriman Pak Syafiq Basri yang perlu kita cermati untuk mendapat manfaat maksimal dalam menjemput malam istimewa ini.

🌻🌻 Istirahatlah sedikit di waktu asar agar kuat dan giat di malamnya.

🌷🌷 Berbukalah secukupnya agar kuat dalam ibadah.

🍁🍁 Niatlah taubat sebelum dan sesudah ihya’ (menghidupkan) malam Lailatul Qadr.

🍎🍎 Perbanyak doa untuk kemaslahatan kaum Mukminin, Muslimin dan para wali / Imam.

🌺🌺 Konsentrasi penuh; biasanya dengan menangis di kala ‘munajat’ (berdoa khusyu’) akan membuat kita lebih khusyu’.

👪 Jauhi konflik dan maafkan orang yang pernah berbuat salah kepada kita.

☝☝ Perhatikan kualitas bukan kuwantitas. Tak ada guna solat 100 rakaat jika dalam keadaan lalai, atau membaca doa-doa utama (seperti Jausyan Kabir dsb), sementara yang dipikirkan ‘kapan selesainya’.

🌲🌲 Teruslah dalam keadaan suci di malam ini, awali dan akhiri dengan mandi.

🍦🍦Yakinlah dengan terkabulnya doa Anda,   sebab keragu-raguan akan menjadi penghalang terkabulnya doa.

🌾🌾Paksakan diri kita untuk terus berdoa, sebab para  malaikat senang dengan itu.

🍑🍑 Perbanyak istighfar dan Solawat kepada Nabi saw beserta Ahlulbayt (keluarga Nabi) as.

“Allahumma solliy ‘ alaa Muhammad wa aali Muhammad… “

👍👍 Utamakan doa berkaitan dengan keselamatan dari siksa api neraka, dan doa untuk dekat dengan Allah Swt  di surga.

🙏🙏 Mintalah hajat yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat Anda. Seperti rejeki halal, istri salihah, suami yangp menjadi imam dalam kebaikan, anak saleh, dan segala hal yang akan menolong kita kelak di akhirat.

👆👆Perpanjang sujud. “Beban dosa dipundakmu begitu berat, maka ringankanlah dengan sujudmu yang panjang” (Riwayat Hadis).

🍒🍒 Maksimalkan setiap detik dari malam ini. “Pintu hadiah Ilahi terbuka lebar, maka janganlah engkau merasa cukup hanya dengan mendapatkan sedikit darinya.” (riwayat hadis).

🍣🍣 Syukuri kesempatan ini, sebab banyak diantara mereka  di malam semacam ini sdg disiksa, di penjara, ditawan, terbaring sakit dll .. maka bersujud syukurlah karenanya.

🏩🏩 Jangan lupa bersedekah, dengan harapan berlipat-lipat ganda pahalanya.

🏡🏡 Tuntutlah ilmu yang dapat mengangkat tingkat keruhanian kita seperti akhlaq atau akidah dll…  Itu bisa diperoleh dari mana saja: buku, audio visual (radio, video, dsb), diskusi bersama kawan secara tatap muka atau lewat gadget.

Semoga kita semua dapat merasakan nikmatnya karunia Allah di malam seribu bulan ini. Dan semoga semua amal ibadah kita diridloiNya, membawa kita pada surgaNya. Aamiin yra.

🌻🌲🌷