Berkah seorang Muslim adalah saling mengingatkan dalam ketaatan pada Allah swt


image

Sesungguhnya manusia itu sangatlah membutuhkan peringatan, diingatkan akan hal-hal yang baik, membutuhkan nasehat. Dan kebutuhannya terhadap nasehat itu melebihi akan kebutuhannya terhadap makan dan minum.

Kalau sehari kita hanya butuh beberapa kali saja untuk makan dan minum, maka nasehat dan peringatan kita butuhkan setiap saat. Dan hanya orang-orang yang berimanlah yang dapat mengambil manfaat dari peringatan/nasehat itu.

Allah Ta’ala berfirman:

وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (QS. adz-Dzariat:55).

Dan Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

الدين النصيحة
“Agama itu adalah nasehat”.
(HR.Muslim dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus ad-Dari  رضي الله عنه ).

Seorang muslim hidup penuh barokah, baik pada amalnya/pada waktunya dan yang paling besar barokahnya pada amalannya adalah ketaatan. Karena hal itu merupakan keberkahan bagi pelakunya.

Allah Ta’ala berfirman:

من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها ومن جاء بالسيئة فلا يجزى إلا مثلها وهم لا يظلمون

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”.
QS.al-An’am : 160

Ketaatan merupakan keberkahan pada amal, seperti halnya shalat, akan diberi balasan dengan 10 kali lipat.

#Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعال

Dewa Ayu Putu

🍒🌲🍒🌲🍒🌲🍒

Terima kasih, Mbak Ayu.
Semoga kita bisa terus menjaga kemabruran haji kita dengan saling menasehati dan menjaga ketaatan padaNya. Aamiin yra.

Kelompok manusia yang diberi anugerah


image
Masjid Nabawi

Assalamu’alikum

Dalam riwayat, salah seorang sahabat dari kaum Anshar datang menemui Rasulullah dangan amat sedihnya. Nabi bertanya:
“Mengapa kamu bersedih?”
Dia menjawab:
“Ada sesuatu yg kupikirkan, kami melihat wajahmu dan duduk bersamamu setiap pagi dan petang, tapi di hari kiamat esok engkau akan bersama para nabi lainnya sehingga kami tidak akan lagi bersamamu.”

Mendengar keluhan itu Rasulullah terdiam, tak lama kemudian malaikat Jibril datang membawa pemberitahuan dari Allah. Dan Rasulullah pun membacakan:

“Dan barangsiapa yang menataati Allah dan Rasul, maka mereka itu akan bersama-sama orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan cukuplah Allah Maha Yang Maha Mengetahui.” (An Nisa : 69-70)

Sahabat.. Bila kita perhatikan ayat diatas, maka bisa kita sedikit pahami bahwa orang yang taat kepada Allah dan Rasul akan hidup bersama-sama dengan orang yang telah Allah beri nikmat. Adapaun orang-orang yang Allah beri nikmat ada 4 kelompok, yaitu:

🌺 kelompok para nabi-nabi, kelompok para shiddiqin (orang-orang yang benar dan jujur)

🌻 kelompok para syuhada (orang-orang  yang mengorbankan jiwa karena kesaksiannya atas kebenaran dan kebajikan)

🍒 dan yang terakhir adalah kelompok orang-orang shaleh (orang-orang yang tangguh dalam kebajikan dan selalu berusaha mewujudkannya).

Semoga, kita bisa selalu menambah ketaatan kepada Allah dan Rasul, sehingga empat kelompok manusia yang telah diberikan anugerah oleh Allah sebagaimana diterangkan diatas, akan menjadi teman-teman kita. Wallahu a’lam

Jakarta 31 Agustus 2014

eLJe :)

🌷🌷🌷🌲🌲🌲🍁🍁🍁

Terima kasih banyak Pak eLJe.
Inilah doaku selalu.. semoga Allah meridloi Surga Firdaus dan tempat terbaik di dalamnya bagi kita semua, di mana kita dapat hidup bersisian dengan junjungan dan panutan kita, Rasulullah saw, nabi dan rasulNya serta semua orang-orang shaleh kekasihNya. Aamiin yra.

Pemenang kehidupan: jaga rasa, pikiran dan perkataan yang baik setiap saat. Jangan biarkan perilaku buruk orang lain mempengaruhi hidup kita


image

Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Ternyata sang penjual melayani dengan sikap buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei, kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu nggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Sahabat yang luar biasa..

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Semoga bermanfaat.

Kiriman dari group WA.

🍒🌾🍒🌾🍒🌾

Sahabat blogger tercinta,

Oleh Stephen Covey sikap ini disebut sebagai sikap “proaktif.” Kitalah yang menentukan hidup kita sendiri. Standard kita bersikap harus tetap baik, sesuai dengan akhlak mulia, atau uswatun hasanah sesuai teladan Rasulullah saw. Tak ada yang dapat membuat kita berbuat buruk, tak sopan atau marah. Seseorang yang membentak kita sekalipun hanya bisa membuat kita marah kalau kita mengizinkannya. Seseorang yang menyakiti hati kita hanya akan membuat kita sedih kalau kita membiarkannya.

Di MBP saya belajar teknik Nafas Damai dan EFT untuk mencegah perasaan kita terbawa oleh hal-hal negatif yang ada di sekeliling kita, dan membuang energi negatif yang sudah masuk.

Jadi mulai sekarang, yuk kita atur hidup kita sendiri.

🌾🍒🌾🍒🌾🍒

Penulis: tak ditulis.
Semoga Allah berikan kebaikan kepada penulisnya setiap kali tulisan ini membawa kebaikan pada pembacanya.

Aamiin yra.

Bekerja adalah ibadah, rizki adalah urusanNya


image

Spirit Pagi ;
“Rizqi dan Ikhtiar”

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, dan lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki melainkan menyiapkan jawaban, “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas tiap karunia.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka, tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.

Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.

Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari 7 kali bolak-balik dari Shafa ke Marwa, tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.

Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa, datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal, Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan jawab soalanNya, “Buat apa?”

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di’adzab.

Banyak yang mencampakkan keikhlasan amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata tuk bantu sesama; lupa bahwa ibadah apapun semata atas pertolonganNya.

Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia dan nikmat ridhaNya di akhirat.

Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNyalah menjadi sempurna semua kebajikan.

Kiriman Bang Andi Azis, dari group YKM FEUI.
Terima kasih banyak, Bang.

📚🌹📚🌹📚🌹

KEAGUNGAN MEMBACA SHOLAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD BERDASARKAN HADITS-HADITS SHOHIH


Originally posted on ABU FAWAZ ASY-SYIRBOONY:

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bersholawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Ia termasuk dalam amalan-amalan ringan yang sangat besar pahala dan keutamaannya. Seorang muslim yang setia dan mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan baik dan benar akan senantiasa memperbanyak sholawat dan salam kepada beliau sesuai dengan bacaan yang diajarkan dan dicontohkan oleh beliau.

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa keutamaan bersholawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

View original 823 more words

Mungkin pasanganmu tak seperti yang kau inginkan. Tapi itulah sebabnya Allah sandingkan ia bersamamu. Allah tahu apa yang terbaik bagimu.


image

Just sharing…
Dari Kita dan Buah Hati :

Itulah Mengapa Allah Menikahkanmu Dengannya

Mungkin suamimu tak pandai berkata
Apalagi merayu dengan romantisme karya sastra…
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisannya…
Menjauhkannya dari fitnah dunia yang tak halal baginya…

Mungkin suamimu tak pandai berkata..
Tapi heningnya menahan kita banyak bicara..
Memutus rantai kalimat sanggahan yang lahirkan perkara..
Sehingga keseimbangan suasana lebih terjaga..

Andai saja Allah ciptakan sebaliknya
Mungkin rumahmu bagai arena tarung laga
Ah…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Mungkin istrimu tak berparas mempesona
Apalagi secantik selebritis di warta berita..
Tapi mungkin lisannya selalu berucap kata mutiara
Yang terpancar dari jiwa yang terjaga…

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin hatimu tak tenang saat jauh darinya
Ah….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya

Mungkin suamimu bukanlah saudagar kaya
Yang membawa pulang limpahan laba hasil usaha…
Namun meskipun besarannya begitu sederhana…
Mungkin ia selalu menjaga kehalalan apa yang dibawa..

Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta..
Yang dihormati dan dipuja bawahannya
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa..
Ia mampu menjadi imam bagi keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin belum tentu ia miliki derajat takwa
Ah….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya
Mungkin istrimu bukanlah koki istimewa
Yang masakannya selezat pujasera…
Tapi mungkin ia pandai mendidik buah hatinya
Memahat pribadi yang berkarater mulia.

Mungkin istrimu bukanlah koki istimewa
Yang terkadang masakannya itu-itu saja
Tapi mungkin ia pandai mengatur alokasi harta
Sehingga pemberianmu tak terhambur percuma

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin kecintaanmu akan terlalu berlebih padanya…
Melebihi cintamu pada Allah sang pemberi karunia..
Ah…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya…
Sehingga terlihat kau melakukan semuanya
Tapi mungkin ia sabar membantumu… meringankan pekerjaan rumah tangga..
Sehingga semua terlaksana dengan kerja sama..

Mungkin suamimu tak pandai terlibat merawat anaknya…
Sehingga terlihat minim perannya dalam keluarga…
Tapi mungkin ia sangat keras bekerja
Sehingga nafkah telah cukup terpenuhi lewat dirinya…

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin banyak para gadis menanti dipinang menjadi yang kedua
Jika suamimu terlalu sempurna…
Aaa…. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga..
Tak mampu menyulap rumah menjadi rapi tertata…
Tapi mungkin ia begitu cerdas menguasai matematika…
Sehingga anak yang cerdas dalam eksakta
Terlahir dari rahimnya karena genetika…

Mungkin istrimu tak mahir dalam mengurus rumah tangga..
Menambah sedikit tugasmu dalam membantunya bekerja..
Tapi mungkin ia begitu taat dalam beragama..
Membimbing anak-anak dalam kerangka syariat agama…
Sehingga meringankan kewajibanmu dalam membimbing keluarga

Andai saja Allah menciptakan sebaliknya
Mungkin engkau merasa tugasmu telah tertunai sempurna..
Cukup sekedar menyempurnakan nafkah keluarga
Aaa….. itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya
Percayalah……
Selalu ada kebaikan dalam setiap ketetapan Allah Sang Sutradara
Maka temukanlah sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya..
Agar engkau mengerti mengapa Allah menikahkanmu dengannya…

Jikalau engkau masih sulit menemukan jawabannya…
Gantilah kaca matamu dengan kacamata syukur atas segala karunia…

Adalah hakmu jika engkau berharap khadijahmu menjadi lebih sempurna…
Asalkan kau siap membimbingnya dengan menjadi muhammad baginya…

By:Kiki Barkiah

Semoga Bermanfaat ❤️👍

Kiriman Eghie, FUFT

Waktu: asset kita yang paling berharga. Sudahkah kita manfaatkan sepenuhnya untuk mencapai tujuan akhir masa?


image

Allah sudah mengingatkan kita mengenai waktu:

Masa/Waktu (Al-`Aşr):1 – Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Nah rupanya Alexander The Great juga mengingatkan kita mengenai hal ini. Pesan terakhirnya sebelum ia meninggal adalah:

1. Peti matinya diangkat oleh dokter-dokter yang terbaik, sebagai pesan bahwa dokter terbaik pun tak akan bisa menyelamatkan nyawa kita kalau saatnya sudah tiba.

2. Kekayaannya disebar dijalan, untuk menunjukkan bahwa harta ditinggal di dunia, tak bisa dibawa mati.

3. Tangannya dibiarkan menggantung, untuk memperlihatkan bahwa manusia lahir dengan tangan kosong dan meninggal dengan tangan kosong pula setelah aset yang paling berharga habis, itulah WAKTU.

4. Kekayaan kita tidak dibawa mati, amal baik kitalah yang menjadi bekal kita. WAKTUlah kekayaan yang sesungguhnya karena WAKTU sangat terbatas. Kita bisa menghasilkan kekayaan lebih banyak tapi tidak bisa menghasilkan lebih banyak WAKTU.

5. Saat kita memberikan WAKTU kita bagi seseorang, kita memberikan bagian hidup kita yang tak akan pernah dapat kita ambil kembali. WAKTU ADALAH HIDUP KITA.

6. Jadi hadiah terbaik yang dapat kita berikan pada keluarga kita adalah WAKTU.

Jadi…

🍒 Apakah yang kita ingin dapatkan dalam hidup dengan waktu yang terbatas ini?
🍒 Seberapa penting hal itu bagi kita, sampai kita mau mengorbankan WAKTU yang berharga untuk hal itu?
🍒 Apa hal terkecil hari ini yang dapat kita lakukan untuk mencapai hal di atas?
🍒 Dalam skala 1-10 seberapa besar komitmen kita untuk mencapai hal itu?
🍒 Apa yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan angka komitmen itu?
🍒 Apa yang sudah kita siapkan agar profit dan tidak bangkrut di Hari Akhir?
🍒 Apa saja bekal yang akan terus membawa kebaikan yang tak putus setelah kita berpulang?

Yuk, siap-siap bawa bekal yuk. Kita tak tahu berapa banyak lagi WAKTU yang akan Allah berikan untuk kita.