Rahasia bebas dari berbagai penyakit: makan minum alkali, cukup istirahat, BAB dengan lancar, bahagia, jauhi tekanan batin


image

Sahabat,

Di bawah ini adalah kiriman dari sahabatku, Nita Yusuf, yang bersama-sama mendirikan Lavender Ribbon Cancer Support Group bersamaku. Tulisan ini penting dan relevan untuk menyembuhkan segala macam penyakit, bukan hanya kanker.

Selamat menikmati, semoga kita sehat selalu. Aamiin.

Rahasia bebas dari kanker selamanya

Artikel ini dikirimkan dr Andry Hartono di sebuah milis, mungkin dapat membantu anda atau kerabat anda.

#amandarikanker

1. Memulihkan fungsi empat organ tubuh utama dan melepaskan tekanan batin

Bagi pasien kanker, asal fungsi empat organ tubuh, berupa limpa, hati, usus besar dan ginjal sehat kembali, sudah boleh mengucapkan selamat berpisah dengan penyakit kanker, kencing manis, penyakit jantung dan darah tinggi.

Ketika pagi tadi saya memeriksa kembali para pasien kanker, banyak dari pasien kanker itu yang tadinya menderita tekanan darah tinggi, sekarang tekanan darahnya sudah normal, tadinya menderita penyumbatan pembuluh darah, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Jelas, asal beberapa organ tubuh utama ini dapat dipulihkan secara perlahan- lahan, berbagai jenis penyakit peradaban baru dapat dihilangkan, namun itu bukan faktor utama satu-satunya. Kalau kanker hanya merupakan tumor, tentu lebih mudah ditangani.

Dahulu kita pernah berbuat suatu kesalahan besar dalam bidang medis, asal melihat sebuah tumor, lalu berusaha untuk membunuhnya melalui operasi, kemoterapi atau radiasi, pokoknya jalan terbaik adalah dibunuh dengan segala cara, kemudian dosis obat semakin tinggi semakin baik. Ketika sel kanker mati, orangnya juga mati.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam ilmu kedokteran, sebab masalah bukan berdiri sendiri, harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Maka dari itu, organ limpa harus dipulihkan terlebih dahulu, kita mesti memelihara suatu kebiasaan makan, dengan kandungan jenis biji-bijian, baik kasar mau pun halus, harus paling sedikit mencapai 50% dalam bahan makanan sehari-hari.

Biji-bijian ini adalah kacang merah, kacang kuning, kacang hijau, jali, dan lainnya, semua ini adalah jenis biji-bijian, biji teratai juga sangat baik, dengan konsep demikian, fungsi limpa dan hati akan membaik. Limpa berguna untuk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 – 01.00 dan 11.00 – 13.00.

Maka ketika waktu istirahat memang sudah tiba, harus beristirahat. Orang sekarang kebanyakan memiliki masalah organ hati, kenapa demikian?

Tiga perusak organ hati adalah tidur larut malam, makan makanan berminyak dan suka marah. Minyak dapat membungkus organ hati, ketika anda menyantap makanan berminyak, lapisan minyak akan membungkus organ hati, membuat organ hati tidak berfungsi, maka jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak.

Bila semakin banyak tidur semakin lelah : peringatan akan masalah hati. Ketika tidur, limpa mengumpulkan cairan darah dan dikirimkan ke hati untuk dibuang kandungan racunnya, darah bersih kemudian dikirimkan ke jantung, jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, apakah tujuannya? Agar setiap tempat yang tercapai oleh darah mendapatkan gizi, sehingga tubuh terjaga tetap sehat.. Sayang sekali, banyak orang sekarang telah memiliki masalah limpa, di mana limpa tidak mampu lagi mengumpulkan darah.

Hanya ada satu cara untuk menjaga kesehatan organ limpa, dengan mengkonsumsi jenis biji-bijian, lalu kenapa organ limpa orang sekarang sedemikian buruknya dan tubuh banyak penyakit? Karena tidak mengkonsumsi jenis biji-bijian, lebih suka makan hamburger, steak, kentang goreng, hanya makan sedikit nasi, itu pun jenis beras putih, kita semestinya mengkonsumsi jenis biji-bijian yang belum diolah, misalnya beras kasar.

Namun saya ingatkan semua orang, Singapura adalah negara tropis, maka jenis biji-bijian asal daerah beriklim dingin atau panas tidak cocok untuk dikonsumsi oleh penduduk daerah tropis, seperti gandum, soba, barley dan sorghum, semua ini merupakan produk pertanian daerah beriklim dingin, tentu ada tubuh sebagian kecil orang yang memang tahan, namun tidak cocok untuk dikonsumsi oleh sebagian besar orang, bukan bahan makanan ini tidak baik.

Apakah bahan makanan paling cocok untuk penduduk daerah tropis seperti kita ini? Yaitu beras kasar dan ubi rambat, kedua jenis makanan ini cocok untuk penduduk seluruh dunia, selain itu juga ada jali dan sekoi yang lebih cocok untuk penduduk daerah tropis. Dengan memelihara kebiasaan makan jenis biji-bijian, fungsi organ limpa akan pulih.

Maaf kalo yg ini tdk berkenan, krna demi kesehatan maka tetap sy share.

2. Memulihkan fungsi pembuangan kotoran dari usus besar

Kalau anda sering merasa lelah, hati anda bermasalah, maka anda harus lebih cepat beristirahat. Setiap pagi, anda sulit sekali buang air besar, anda bagai sedang berperang dengan toilet saja, itu tentu sangat menyedihkan sekali.

Gejala apa ini? Itu disebabkan daya serap tubuh anda terhadap makanan berserat sudah lemah, mengapa penderita kanker usus besar di Amerika sangat banyak, penderita kanker usus besar di daerah pantai Tiongkok juga banyak, penderita kanker usus besar di Singapura juga menempati urutan dua dari semua penderita kanker, sedangkan hasil riset terhadap penduduk daerah pedalaman Tiongkok menunjukkan tiada penderita kanker usus, sebab mereka setiap hari buang air besar dengan lancar, begitu jongkok langsung keluar, tinjanya bagai pisang saja, sangat cantik! Bahkan berjejer dengan rapi. Bukan begitu saja, saya jelaskan, tinja orang sehat, diameternya sekitar 2 – 3 cm, berbentuk batangan sepanjang 30 – 45 cm, kalau diletakkan di atas tanah, bisa berguling, bahkan berasap, bahkan ada wangi vanilla.

Pernah suatu hari, Billy menelepon saya dengan gembira, “Pak dosen, apa yang anda katakan memang benar, sebelumnya saya tidak yakin, sekarang saya ingin minta maaf pada anda.” Saya bertanya: “Apa yang anda tidak yakin?”

“Anda katakan tinja orang sehat wangi vanilla, mana mungkin? Namun sekarang tinja saya sudah wangi vanilla.”

Kenapa? Karena racun dalam usus sudah terbuang, apakah anda tidak merasa tahi lembu ada wangi vanilla? Namun kotoran lembu sekarang sangat bau, sebab makanan lembu sekarang kacau balau, apalagi lembu disuntik antibiotik, kalau anda sulit buang air besar, apa artinya ini? Segala penyakit berawal dari gejala usus besar sulit buang air besar.

Ketika usus besar anda sangat sehat, anda bukan bangun sendiri di pagi hari, namun dibangunkan oleh geliat usus besar. Kenapa?

Karena antara jam 05.00 – 07.00 pagi, usus besar paling aktif bekerja, itu sebabnya kita meminta pasien kanker harus pergi tidur pada jam 21.00 malam, demikian juga dengan pasien kencing manis. Orang pada umumnya harus tidur sebelum jam 23.00 malam, sebab pagi harinya jam 06.00 – 07.00 usus besar akan menggeliat untuk membangunkan anda, meminta anda untuk jongkok di kakus.

Setiap hari berapa kali makan, juga berapa kali buang air besar, kalau begitu berapa kali seharusnya buang air? Ingat!

Kalau 4 – 5 hari buang air sekali, itu artinya menderita penyakit susah buang air besar parah, 2 – 3 hari buang air sekali termasuk penyakit susah buang besar tingkat menengah, sedangkan satu hari hanya sekali buang air besar termasuk penyakit susah buang besar tingkat ringan.

Bagaimana bisa disebut paling sehat dan normal? Berapa kali anda makan, sebegitu banyak kali pula anda buang air besar, itulah yang disebut sehat, lagipula setiap kali jongkok, dalam 2 – 3 menit langsung beres.

Lihatlah tinja anda, berjejer dengan rapi, kalau pantat anda dibersihkan dengan kertas tissue, tidak akan ada tinja yang lengket, bersih sekali. Saya melihat ada sebagian orang sangat kasihan sekali, sepuluh lembar kertas tissue juga tidak sanggup membersihkan sisa kotoran di pantat, orang demikian biasanya tidak memakai kertas tissue, langsung siram saja dengan air.

Sebab tubuhnya sangat kekurangan selulosa. Kalau makanan yang masuk ke dalam badan tidak dikeluarkan dalam jangka waktu 12 jam, akan berubah menjadi zat beracun. Racun yang tidak dibuang keluar ini akan diserap oleh dinding usus besar, racun yang terserap ini akan dikembalikan oleh pembuluh balik gerbang ke hati, itu sungguh celaka! Berakibat kerusakan hati yang bermasalah besar.

Maka, masalah hati berhubungan dengan usus besar, asal usus besar lancar, hati akan pulih dengan sendirinya, sistim kekebalan tubuh juga pulih, darah yang dikirimkan ke jantung juga bersih, tubuh akan sulit terserang penyakit.

Ginjal adalah organ penting untuk metabolisma, pembuangan rekreasi dan racun, cairan darah dalam tubuh melewati ginjal sebanyak 20 kali perjam, kotoran metabolisma dari darah disaring oleh ginjal menjadi urin untuk dikeluarkan dari tubuh. Kalau fungsi ginjal bermasalah, pinggang akan terasa linu-linu, sakit gembur-gembur, dalam cairan darah ada racun urin, tekanan darah tinggi, infeksi saluran kencing, lelah, sulit tidur, telinga berbunyi, rambut rontok, pandangan mata kabur, refleks tubuh berkurang, suka muram, sering merasa cemas, bahkan berpikiran bukan-bukan.

Segala jenis zat beracun yang ditimbulkan oleh minuman, makan dan udara yang masuk ke dalam tubuh, mau pun akibat tekanan batin, semuanya melewati ginjal. Kalau sampah ini terlalu banyak, beban kerja ginjal terlalu berat, dalam jangka pendek akan timbul penyumbatan atau infeksi, dalam jangka panjang akan timbul gejala batu ginjal, fungsi ginjal menurun dan darah tidak bersih, paling parah harus menjalani proses cuci darah buatan, kalau tidak bisa membahayakan jiwa.

Bagi ginjal “pencegahan lebih baik daripada pengobatan.” Tindakan terbaik adalah menjaga kesehatan dan menghindari tindakan merusak ginjal.

Sebab utama kerusakan ginjal adalah:

1. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung protein tinggi dari binatang, akibatnya timbul asam kencing berlebihan, beban kerja ginjal terlalu berat.

2. Kerja terlalu lelah, tekanan terlalu berat, tidak cukup istirahat.

3. Terlalu banyak konsumsi obat-obatan barat, seperti obat pereda sakit dan antibiotik.

4. Lingkungan tercemar: air, tanah, udara dan suara ribut.

5. Terlalu banyak minum arak, kopi, minuman bersoda, air dingin.

6. Cuaca dingin dan basah.

7. Kurang minum air.

Kalau ingin menjaga kesehatan ginjal, harus kurangi bahaya di atas, lebih banyak minum air dan jus buah-buahan (Red: segar, bukan kalengan/paketan) seperti strawberry, cranberry, blueberry, raspberry, semangka dan lemon.

Makan makanan berprotein dari tanaman, olah raga teratur, minum minuman alamiah yang ringan, istirahat secukupnya, menjaga kondisi hati gembira, cegah bagian pinggang jangan terkena udara dingin, sering-sering menggosok bagian pinggang dengan tepalak tangan, agar ginjal lebih terjaga.

Menjaga kondisi ginjal dengan lemon

Lemon baik untuk ginjal, juga hati.

1. Menjaga kesehatan ginjal dengan jus lemon hangat:
Setiap bangun tidur, buat jus dari sebutir lemon, tambahkan air hangat 200 cc (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum), minum pelan-pelan dalam kondisi perut kosong, itu bisa membersihkan ginjal, juga memperlancar buang air.

2. Jus lemon untuk membuang batu ginjal.
Peras jus dari 12 butir lemon segar (kalau sudah mau diminum baru diperas), tambahkan air hangat secukupnya (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum), terus minum selama 7 hari (setiap hari 12 butir lemon, makan minum lainnya seperti biasa). Batu ginjal halus akan keluar bersama dengan urin. Ketika keluar akan terasa sakit, kalau batu ginjal sudah besar, sudah berakibat infeksi dan sakit, boleh minum jus cranberry untuk meredakan sakit dan mengobati infeksi.

Enam cara untuk menghilangkan tekanan batin

Banyak orang pernah menderita tekanan batin akibat beban hidup, beban kerja atau beban hubungan sesama, kalau tekanan batin bisa dikelola dengan baik, akan menjadi sejenis daya dorong yang menimbulkan motivasi hidup. Akan tetapi, kalau tekanan batin tetap ada, tidak dapat diuraikan, bahkan semakin bertambah, ini akan mendatangkan masalah besar pada kelenjar ginjal dan hormon, membangkitkan penyakit dalam sistim kekebalan tubuh, berakibat masalah sangat parah.

Sebagian besar penderita depresi disebabkan oleh tekanan batin sangat besar yang datang secara tiba-tiba, tanpa sanggup menguraikannya. Tekanan batin datang ketika bertemu kesulitan besar, maka kita harus belajar menangani kesulitan.

Kanker berhubungan paling erat dengan tekanan batin, umumnya enam bulan sebelum terserang kanker, penderitanya dilanda masalah dengan tekanan batin berat. Ketika ada tekanan batin, anda harus belajar rileks.

Hembusan nafas bisa berpengaruh pada frekuensi gelombang otak, frekuensi gelombang otak bisa berpengaruh pada kecepatan detak jantung, kecepatan detak jantung bisa berpengaruh pada kecepatan ketat-lemasnya otot. Dengan kata lain, ketika anda merubah cara bernafas, kondisi otot dan perasaan akan membaik, cara ini juga dipergunakan untuk terapi pasien makan langsung muntah.

1. Menggosok kedua telapak tangan.
Ketika mata anda lelah, cara ini paling efektif, dapat membantu kelancaran aliran darah, stamina dan semangat akan segera timbul kembali.

2. Berolah raga
Dengan seluruh badan bergoncang, semangat akan kembali dengan segera, paling baik kalau olah raga rutin, sebab olah raga adalah cara terbaik untuk melepaskan tekanan batin. Selain itu, berjalan kaki dengan kaki ayam di atas rerumputan, juga dapat melepaskan tekanan batin, persyaratan mendasar harus menjadikannya sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari- hari.

3. Tidur
Namun orang sekarang kebanyakan sulit tidur nyenyak. Menurut statistik dokter Taiwan, di Taiwan ada sebanyak 5 juta warga yang hanya bisa tidur dengan bantuan obat tidur. Tidur itu ada tekniknya, harus dingat kala tidur jangan meletakkan tangan di depan dada, bisa mendatangkan mimpi buruk. Juga jangan letakkan di bagian pinggang, bisa menyebabkan tekanan pada organ tubuh, paling baik letakkan di kedua samping tubuh, dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Semakin baik tidur seseorang, tekanan batin semakin cepat hilang. Namun jangan tunggu sampai sangat lelah baru tidur, malah akan lebih sulit untuk tidur, sudah lelah masih susah tidur berarti hati sudah rusak berat karena menderita dua kali, yaitu lelah dan tidak bisa istirahat.

4. Istirahat.
Istirahat berbeda dengan tidur, istirahat adalah meninggalkan pekerjaan semula dan menukarnya dengan sebuah pemandangan. Contohnya saat makan jangan lakukan di meja kerja semula, usahakan membawa bekal makanan dari rumah atau disediakan perusahaan, jangan makan di luar, hanya menghabsikan waktu, apalagi kebanyakan makan di luar dapat merupakan biang kanker. Usahakan membawa bekal sendiri, lebih menghemat waktu, makan mengikuti formula buang racun saya ini, setelah makan, sisakan 15 menit untuk mengerjakan hal yang tiada hubungan dengan kerja sama sekali. Sisa waktu pergunakan untuk melakukan senam pernafasan dengan perut, melalui gerak pernafasan buat diri agar rileks.

5. Menjaga makan minum
Jangan konsumsi makanan bertekanan tinggi, semua makanan yang menyebabkan iritasi merupakan makanan bertekanan tinggi, semakin banyak konsumsi makanan ini akan membuat saraf simpatetik bekerja berlebihan, kadangkala mengganggu semua fungsi tubuh hingga berada dalam kondisi bahaya.

Apa yang disebut makanan bertekanan tinggi? Coca cola, kopi, teh, alkohol, rokok, produk turunan susu dan produk turunan daging, semua jenis daging, terutama yang telah diproses dengan minyak merupakan makanan bertekanan tinggi.

Makanan jenis apa yang bisa membuat perasaan gembira? Sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Minuman paling manjur menurunkan tekanan adalah air. Minum air bisa mengurangi tekanan, minum air yang baik dapat menghilangkan tekanan batin. WHO juga menemukan, lebih dari 80% penyakit berhubungan langsung dengan sumber air yang kurang bersih.

6. Berjemur sinar mentari.
Sinar mentari memiliki kemampuan pengobatan. Banyak penderita depresi merupakan orang yang tidak suka mandi sinar mentari, dengan sering berjemur sinar mentari, antibodi akan meningkat.

Kiriman Nita, Lavender Group

Terima kasih banyak Nita, partnerku pendiri Lavender Ribbon Cancer Support Group.

Hati-hati kalau kita terus diberi kenikmatan dalam melanggar laranganNya. Jangan sampai terlena.


image

Apabila kita perhatikan manusia, kita akan menemukan 4 model seperti ini:

1. Orang yang taat dan hidupnya bahagia.
2. Orang yang taat tapi hidupnya susah.
3. Orang yang ahli maksiat tapi hidupnya bahagia.
4. Orang yang ahli maksiat dan hidupnya sengsara.

Bila anda berada pada nomor satu, itu hal biasa, karena Allah berfirman:

“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An Nahl: 97).

Bila anda berada pada nomor 4, ini juga hal biasa. Karena Allah mengatakan:

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Thaha: 124)

Adapun bila anda berada pada nomor 2, ini barangkali ada dua kemungkinan:

- Boleh jadi Allah mencintaimu dan Dia ingin menguji kesabaranmu, kemudian mengangkat derajatmu. Seperti firman Allah:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (Al Baqarah: 155)

- Boleh jadi juga di dalam ketaatan anda ada celah dan dosa yang tidak anda sadari hingga anda terus menunda-nunda untuk bertaubat. Untuk itu Allah menguji anda supaya anda kembali kepada-Nya. Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)” (As Sajdah: 21).

Namun bila anda berada pada posisi ke tiga, berhati-hatilah! Karena barangkali itu adalah istidraj.

Ini adalah posisi terjelek yang dihadapi oleh seorang manusia dan akibatnya sangat mengerikan. Azab dari Allah pasti datang jika anda tidak mengambil pelajaran dan taubat sebelum nasi berubah menjadi kerak.

Allah berfirman:

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (Al An’am: 44).

Allah berfirman:

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (Adz Dzariyat: 55).

Selamat beraktifitas

Kiriman:
Ibunda tercinta,
Miranty Abidin

🌷🌻🌷🌻

Yuk teman-teman, selalu bersihkan diri, bersihkan hati dan bersihkan jiwa untuk selalu dapat menangkap peringatanNya.

Yuk, ingatkan orang pada kebaikan. Jangan lelah, jangan takut ditolak. Kalau saat ini mereka tidak mau mendengar, siapa tahu ada masa di mana mereka ingat apa yang kita sampaikan. Kalaupun sampai akhir mereka tak mau mendengar setidaknya upaya kita akan menjadi kebaikan yang dengan izinNya dapat menyelamatkan kita pada saat kita membutuhkan bantuanNya.

Semoga kita selalu kuat ada dalam jalanNya, rajin menjalankan perintahNya, menjauhi laranganNya.

Aamiin yra

Memahami kepribadian anda melalui tahu


image

Renungan :
Jenis-jenis kepribadian seseorang bisa dinilai dari caranya makan tahu
  
KONSERVATIF:
Gigit tahu, baru gigit cabe.

PROGRESIF:
Gigit cabe dulu, baru gigit tahu.

SPEKULATIF:
Begitu nemu cabe langsung main gigit dgn harapan didekat situ pasti ada tahu

IMAJINATIF:
Belum gigit cabe sudah merasa kepedesan.

OPTIMIS:
Yakin tahu akan segera muncul, sambil menunggu mengemil cabe dulu.

PERMISIF:
Tahu dan cabenya dicomot orang, diem saja.

MASOKIS:
Gigit cabe 10 biji kagak pake tahu.

OBSESIF-KOMPULSIF:
Sebelum makan dihitung dulu biar yakin jumlah tahunya sama dengan jumlah cabenya.

MANIPULATIF:
Dekatin tukang tahu biar dapet gratisan

KORUPTIF
Makan tahu lima cuma bayar satu

DRAMATIS:
Habis makan tahu pake cabe nangis histeris kepedesan, trus ngesot sambil meratap ke dispenser air.

EKSIBISIONIS:
Sebelum makan bilang ke orang sebelah, “Lihat nih gue mau makan tahu pake cabe”.

KAPITALIS:
Tahunya dimakan, cabenya ditanem supaya nanti kalau tumbuh bisa dijual, duitnya buat beli tahu.

FANATIK:
Kalo ketemu orang yg makan tahunya beda, ga pake cabe, langsung mengamuk

KRITIS:
Nanya, “kenapa sih kita harus makan tahu pake cabe bukan pake rhemason? Kan sama pedesnya?”

MELANKOLIS:
Udah gigit cabe, eh pas mau gigit tahunya kesenggol orang. Tahunya jatuh…… nangis…..

SOSIALIS:
Kalo makan tahu semua teman2nya dibeliin.

INDIVIDUALISTIS :
Kalo makan tahu sembunyi2, kalo ada yang nanya bilangnya cuma bawa cabe aja.

POLITIS :
Kalo saya menikmati satu tahu pun, gantung saya di pohon cabe…

SKEPTIS:
Selalu ragu kalo mau  beli tahu, karena pasti temen makannya itu cabe yg saat ini harganya selangit .

APATIS:
Mau makan cabe dengan tahu atau tidak,# ITU BUKAN URUSAN SAYA

DRAMATIS:
Makan tahu sambil gelayutan di pohon cabe

PRAGMATIS:
Ada tahu di meja, langsung diembat tanpa berpikir dalam tahu itu ada cabenya atau ngga..

SADIS:
Makan tahu terus cabenya disosotin ke mulut orang lain..

TRAGIS: lagi makan tahu kelindas gerobak cabe

OPORTUNIS:
Setiap tukang gorengan meleng, tahunya diembat..

SKEPTIS:
Mau makan aja tahu mikir, apakah selalu harus pakai cabe

ARTIS:
Makan tahu pake cabe aja ngundang wartawan infotainment

SCIENTIST:
Jika luas permukaan tahu 4cm2 dan dimakan dalam 2x gigitan, berapa butir cabe diperlukan?

NARSISTIS:
Sebelum makan tahu dan cabe selfie dulu

FILOSOFIS:
Jika itu tahu, lalu siapa aku?
Nambahin ah kepribadiannya ya mba Indira….

GALAU:
Gelisah antara lanjut atau udahan makan tahu pake cabenya 😁 ✌

ROMANTIS:
Makan tahu cuma mau di suapin sama yang masak….makan cabe cuma mau disuapin sama mamang yang dagangnya

Anda termasuk yang mana?

Kiriman: Kang Abdi, group SS, yang diperkaya teman-teman lainnya.

Terima kasih untuk ketawanya ya Kang Abdi dan semua teman-teman yang ikut menambahkan yang tak dapat disebut namanya satu persatu..
Hehehe..

Selamat datang Hari Jumat, hari yang utama


image

Pertanyaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam kepada Malaikat Jibril

Jibril pernah mendatangiku, dan di tangannya ada sesuatu seperti kaca putih. Di dalam kaca itu, ada titik hitam. Aku pun bertanya, “Wahai Jibril, ini apa?”
Beliau menjawab, “Ini hari Jumat.”
Saya bertanya lagi, “Apa maksudnya hari Jumat?”
Jibril mengatakan, “Kalian mendapatkan kebaikan di dalamnya.”
Saya bertanya, “Apa yang kami peroleh di hari Jumat?”
Beliau menjawab, “Hari jumat menjadi hari raya bagimu dan bagi kaummu setelahmu. Sementara, orang Yahudi dan Nasrani mengikutimu (hari raya Sabtu–Ahad).”

Aku bertanya, “Apa lagi yang kami peroleh di hari Jumat?”
Beliau menjawab, “Di dalamnya, ada satu kesempatan waktu; jika ada seorang hamba muslim berdoa bertepatan dengan waktu tersebut, untuk urusan dunia serta akhiratnya, dan itu menjadi jatahnya di dunia, maka pasti Allah kabulkan doanya. Jika itu bukan jatahnya maka Allah simpan untuknya dengan wujud yang lebih baik dari perkara yang dia minta, atau dia dilindungi dan dihindarkan dari keburukan yang ditakdirkan untuk menimpanya, yang nilainya lebih besar dibandingkan doanya.”

Aku bertanya lagi, “Apa titik hitam ini?”
Jibril menjawab, “Ini adalah kiamat, yang akan terjadi di hari Jumat. Hari ini merupakan pemimpin hari yang lain menurut kami. Kami menyebutnya sebagai “yaumul mazid”, hari tambahan pada hari kiamat.”
Aku bertanya, “Apa sebabnya?” Jibril menjawab, “Karena Rabbmu, Allah, menjadikan satu lembah dari minyak wangi putih. Apabila hari Jumat datang, Dia Dzat yang Mahasuci turun dari illiyin di atas kursi-Nya. Kemudian, kursi itu dikelilingi emas yang dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian, datanglah para nabi, dan mereka duduk di atas mimbar tersebut. Kemudian, datanglah para penghuni surga dari kamar mereka, lalu duduk di atas bukit pasir. Kemudian, Rabbmu, Allah, Dzat yang Mahasuci lagi Mahatinggi, menampakkan diri-Nya kepada mereka, dan berfirman, “Mintalah, pasti Aku beri kalian! ”Allah, Dzat yang Mahasuci lagi Mahatinggi, menampakkan diri-Nya kepada mereka, dan berfirman, “Mintalah, pasti Aku beri kalian!” Maka mereka meminta ridha-Nya. Allah pun berfirman, “Ridha-Ku adalah Aku halalkan untuk kalian rumah-Ku, dan Aku jadikan kalian berkumpul di kursi-kursi-Ku. Karena itu, mintalah, pasti Aku beri!” Mereka pun meminta kepada-Nya. Kemudian Allah bersaksi kepada mereka bahwa Allah telah meridhai mereka. Akhirnya, dibukakanlah sesuatu untuk mereka, yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati seseorang. Dan itu terjadi selama kegiatan kalian di hari jumat …. sehingga tidak ada yang lebih mereka nantikan, melebihi hari Jumat, agar mereka bisa semakin sering melihat Rabb mereka dan mendapatkan tambahan kenikmatan dari-Nya.”

HR Ibnu Abi Syaibah, Thabrani dalam Al-Ausath, Abu Ya’la dalam Al-Musnad, dan statusnya hasan atau sahih, sebagaimana keterangan Abdul Quddus Muhammad Nadzir

Kiriman:
Mas Syarif di group YKMFEUI

🌻🌷🌻🌷

Terima kasih Mas Syarif.

Tingkat keberhasilan penggunaan ECCT dalam mengatasi kanker


image

Data di atas adalah yang menggambarkan dampak penggunaan ECCT (Electro-Capacitative Cancer Therapy).

Dapat kita lihat bahwa dari 2.337 pengguna:
– kanker/tumor pada 64 pengguna (2.74%) dianggap sudah tidak signifikan/tidak aktif secara medis/patologis, kondisi umum normal
– ada 964 pengguna (41.3%) yang mengalami perbaikan signifikan secara medis/patologis, kondisi umum tak ada masalah
–  perkembangan kanker/tumor pada 1.084 pengguna (46.38) relatif bisa ditahan, kondisi umum tak ada masalah
– kanker/tumor pada 224 pengguna (9.58%) mengalami perburukan atau kondisi umum bermasalah.
– total kurang lebih 43% pengguna mengalami remisi atau perbaikan signifikan.

Kalau disorot lagi, apa yang terjadi pada 224 pengguna yang mengalami masalah tadi, kita bisa lihat grafik di bawah ini:

image

Dari 224 pengguna yang mengalami masalah:

- 34 pengguna (11.45%) mengalami luka akibat massa yang hancur
– 107 pengguna (36%) mengalami pembuangan yang bermasalah, sel mati menumpuk. Ini yang terjadi padaku juga.
– coverage pada 49 pengguna (16.5%) tidak bagus, sehingga terjadi penyebaran jauh
– 72 pengguna (24%) mengalami reaksi berlebihan sehingga KU drop
– alat ECCT tak bereaksi terhadap tumor jinak/jaringan lunak pada 4 pengguna (1%)
– 23 pengguna (7.7%) merasa tak kuat menahan sakit dan tak melanjutkan penggunaan alat
– 8 (2.7%) pengguna mengalami penyebaran jauh akibat terapi alternatif seperti bekam dan pijat refleksi

Kalau dilihat dari beberapa masalah di atas (yang terjadi pada 10% total pengguna ECCT pada bulan Januari-September 2014 di atas) banyak yang dapat diperbaiki:
– luka yang terjadi biasanya tak berlangsung lama dan sel kanker juga sudah mati. Jadi tinggal sabar menanti dan menjaga kebersihan agar tak terjadi infeksi
– yang mengalami sel mati yang menumpuk sepertiku, tinggal memutuskan apakah mau menjalani operasi saat aktivitas sel sudah mencapai tingkat 0.1, kalau dirasa mengganggu, atau biarkan saja sampai hilang sendiri. Saya pilih mendiamkan saja. Nanti juga hilang sendiri.
– coverage yang tidak bagus dapat diantisipasi dengan menggunakan selimut untuk mencegah penyebaran. Ini pun sempat aku lakukan.
– pengguna dapat diedukasi lebih detil dengan melarang terapi-terapi yang tak sejalan dengan penggunaan ECCT seperti pijat refleksi

Jadi sesungguhnya yang benar-benar menjadi masalah adalah 32% dari 10% total pengguna ECCT pada bulan Januari – September 2014, atau 3% dari 2.337 pengguna. 97% pengguna berhasil menahan pertumbuhan tumornya, mengalami perbaikan yang signifikan bahkan remisi.

Angka ini adalah angka yang memberikan harapan yang sangat baik bagi para penderita kanker. Dengan riset yang terus dikembangkan oleh C Care kita harap angka yang mengalami remisi total terus meningkat dan angka yang mengalami masalah terus menurun.

Penggunaan ECCT

Untuk yang ingin menggunakan ECCT dan berkonsultasi di C Care Alam Sutra Tangerang, silakan mendaftar pada nomor telepon 021-29315015.

ECCT sudah banyak digunakan di Jepang, Cina, Jerman. Sementara di Indonesia Indonesia Rumah Sakit yang memberikan layanan ECCT antara lain:

- RS Banyu bening, Solo
– RS Al Irsyad, Surabaya

- LARAS MEDICA Gresik (jln Panglima Sudirman 103 Gresik, 03171299710, dengan dr. Inayati Salichah

-LARAS MEDICA Surabaya (Dukuh Kupang Timur XX Kav 778  Surabaya, 082233341444, dengan dr Sinta.

- RS Royal Prima, Medan
– Klinik Hang Tuah Pondok Indah Jakarta.

Lavender Ribbon Group

Saya menyadari bahwa banyak penyandang kanker yang membutuhkan tempat untuk berdiskusi. Saya dan sahabat saya, Nita, mendirikan Lavender Ribbon Cancer Support Group sebagai wadah bagi mereka yang dianugerahi kanker, termasuk semua pengguna ECCT. Untuk yang ingin menjadi anggota silakan hubungi saya di what’s app 08158152639.

Semoga informasi ini dapat membantu dan memberikan harapan serta semangat bagi banyak orang yang dianugerahi hadiah kanker.

Aamiin yra.

Sumber: C Care Cancer Research Center

Riwayat Kehidupan dan Perjuangan Seorang Anak Penderita Tumor Otak


 

wpid-wp-1414278109138.jpeg

Ekhsan Wahyu Wulan Suciadi, yang lebih dikenal dengan nama Wahyu, lahir di Jakarta pada tanggal 7 Juni 1984 tepat bulan suci Ramadhan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Wahyu merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan keluarga Adi Siswanto (Adi 58 tahun) dan Wagirah (Ira 54 tahun). Dalam proses persalinannya Wahyu dilahirkan secara normal, dengan berat 3,8 kg dan  panjang  51 Cm.

Sebagaimana anak seusianya, sejak lahir hingga usia delapan tahun dia tumbuh sehat dan hampir tidak pernah sakit parah bahkan tidak ada keluhan atau kelainan apapun. Ia merupakan anak yang aktif, cerdas dan supel. Dalam perjalanan usia ke 8 tahun itu, Wahyu sudah duduk di kelas 2 sekolah dasar Islam swasta di Ciledug. Berawal dari kekhawatiran saya, karena terasa ada perubahan pada kondisi Wahyu dengan mengeluh pusing dan sering mual. Bahkan pada beberapa kesempatan sebelum berangkat sekolah, tepatnya  tahun 1992, ketika Wahyu sedang saya suapi, namun dia beberapa kali pula mengalami muntah-muntah dan merasakan pusing yang berlebihan.

Selang beberapa hari saya memeriksakan Wahyu ke dokter mata di rumah sakit terdekat,  menurut penjelasan dokter tidak ada kelainan pada mata Wahyu dan menyarankan untuk periksa lanjutan ke dokter saraf. Tanpa berpikir panjang  saya langsung membawa Wahyu  periksa ke dokter saraf di rumah sakit yang sama. Dari hasil pemeriksaan sementara dokter saraf pun menyarankan supaya segera dilakukan CT Scan untuk melihat bagian dalam kepala Wahyu.

Setelah hasil CT Scan dibaca oleh dokter yang saat itu praktek, dalam penjelasannya dokter memberi isyarat bahwa Wahyu dan Ayahnya diminta keluar ruang periksa terlebih dahulu, kemudian dokter menjelaskan bahwa syaraf di kepala Wahyu “Acak-acakan” itulah penyebab Wahyu sering mengeluh pusing dan mual. Saat itu dokter langsung membuat memo kecil yang isinya bahwa saya segera diminta membawa Wahyu ke rumah sakit yang lebih besar di Jakarta untuk langsung periksa ke bagian bedah syaraf.

Berdasarkan penjelasan dokter, saya langsung membawa Wahyu ke rumah sakit ke bagian bedah syaraf keesokan harinya. Selama dua hari dilakukan diagnosa, atas persetujuan saya dan suami saya maka tindakan operasi kepala Wahyu pun dilakukan, dengan tujuan mamasang  VP Shunt di bagian belakang kepalanya untuk mengelola hydrochepalus setelah itu dilanjutkan dengan radiasi atau penyinaran selama satu bulan.

Setelah dilakukan treatment operasi dan radiasi, pemulihan Wahyu memakan waktu kurang lebih satu tahun hingga Wahyu dapat beraktifitas normal dan dapat melanjutkan sekolahnya yang sempat tertinggal selama satu tahun. Tidak ada keluhan ataupun kelainan pada Wahyu pasca operasi tersebut.

Oktober tahun 1997 sepulang sekolah tangan dan kaki bagian kiri Wahyu mulai lemah, tangannya agak sulit untuk digerakkan dan dikontrol. Kaki pun terasa lemas pada saat itu, saya melakukan konsultasi kepada dokter saraf sebelumnya, kemudian dilakukan CT Scan untuk memastikan tindakan yang akan dilakukan. Dari hasil CT Scan diperoleh kesimpulan bahwa VP Shunt pada bagian belakang kepala Wahyu macet dan harus dilakukan revisi pada VP Shunt tersebut. Operasi revisi pun dilakukan dan berjalan dengan lancar tanpa kendala, kemudian Wahyu menjalani perawatan selama kurang lebih satu tahun hingga benar-benar kondisinya pulih.

Sedikit lucu ceritanya, pada tahun 1999 saat Wahyu ingin adzan di masjid dekat rumah pada saat itu Wahyu berebut microphone dengan muadzin masjid. Pada saat berebut microphone, tanpa sengaja saat mengangkat kepalanya terbentur podium Imam yang terbuat dari tembok dan seketika tubuh Wahyu tidak bisa digerakkan dalam beberapa saat.

“Entah cobaan apalagi yang akan Engkau berikan, hanya ketabahan dan kesabaran yang bisa aku lakukan.” Ucap saya dalam hati pada saat itu.

Secepatnya Wahyu saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksakan, tapi rumah sakit yang berbeda dengan sebelumnya. Baru pada tahun itu saya mengetahui bahwa anak saya menderita tumor otak. Itu pun setelah dijelaskan oleh profesor, berbeda sekali dengan penjelasan dokter sebelumnya. Prof menjelaskan lebih detil bahwa harus ada operasi untuk pengangkatan tumor di bagian otak Wahyu setelah melakukan CT Scan.

Operasi untuk ketiga kalinya dilakukan, kali ini untuk pengangkatan massa tumor. Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar meskipun massa tumor tidak bisa diangkat secara keseluruhan karena terlalu beresiko tutur tim dokter pada saat itu. Butuh waktu satu tahun lagi untuk pemulihan Wahyu.

Setelah operasi pengangkatan massa tumor, mata Wahyu pun menjadi juling (strabismus), keseimbangan tubuh menjadi tidak sempurna hanya memori yang masih sempurna. Pada saat itu saya berinisiatif memondokkan Wahyu untuk belajar agama di salah satu pesantren di Jawa timur, dikarenakan sekolah wahyu yang tertunda. Wahyu pun banyak belajar, mulai dari ilmu pengetahuan umum, sampai belajar membaca  Alquran.

Hampir tiga tahun lamanya Wahyu saya titipkan di pesantren, saat saya sedang bekerja tepatnya pada saat jam makan siang mendapat telepon dari salah satu ustadz yang membimbing Wahyu bahwa Wahyu ingin pulang karena tidak dapat mengikuti pelajaran secara maksimal.

Wahyu  pun saya jemput untuk kembali ke Tangerang, kondisinya semakin memprihatinkan, keseimbangannya jauh berkurang dari sebelumnya. Selama Wahyu tinggal bersama saya dan keluarga di Tangerang,  kesehatannya pun terus mengalami penurunan, khususnya kondisi keseimbangan tubuhnya bahkan matanya. Atas persetujuan keluarga saya pun memeriksakan Wahyu ke Prof yang mengoperasi tumor di kepala Wahyu. Tahapannya pun masih sama, dilakukan scanning pada Wahyu, cek darah lengkap dan lagi-lagi dilakukan operasi. Operasi kali ini selain pengangkatan tumor juga dilakukan pemasangan VP Shunt baru pada bagian depan untuk mengelola hydrochepalus, selain itu juga dilakukan radiasi selama satu bulan.

“Entah berapa biaya  yang sudah kami keluarkan untuk pengobatan Wahyu, sampai saya tak  mampu menghitungnya”. 

Kondisinya belum pulih benar saat itu, ditengah kebosanan karena harus memakan obat yang begitu banyak, Wahyu berseloroh dan bicara bahwa dia ingin menunaikan Ibadah Haji.  Alhamdulillah atas kebesarah Allah SWT yang telah memberikan rezeki kepada kami sekeluarga, Berangkatlah saya dan Wahyu ke Tanah Suci pada tahun 2002. Sementara suami saya mengalah untuk menunda dulu keinginannya menunaikan Ibadah Haji, karena biaya yang belum mencukupi jika kami berangkat bertiga. Saya memang sudah sejak lama berniat menunaikan Haji bersama   Wahyu dan Ayahnya. Selama di Tanah Suci Mekkah kami dibantu oleh Muthowif (jasa petugas haji di Mekkah dan Madinah) khususnya membantu Wahyu karena jalannya pun masih goyang dan limbung serta  pendengarannya pun berkurang pasca operasi yang keempat. Saya  tuntun pelan-pelan untuk mengitari Ka’bah, bersama dengan Muthowif tersebut. Saya dan Wahyu berdoa untuk kesembuhannya dan untuk kebaikan keluarga kami nantinya.

Hingga pada tahun 2003 karena kondisi Wahyu yang terus-menerus menurun maka harus dilakukan operasi yang kelima pada Wahyu, sejak saat itu kondisinya semakin memburuk, tidak menunjukkan adanya perbaikan. Kejadian yang sangat mengejutkan tepatnya tanggal 19 September 2005, Wahyu sudah benar-benar tidak bisa mendengar karena terjatuh dan terbentur dengan tembok. Komunikasi pun berubah yang semula percakapan menjadi tanya jawab tulis, pertanyaan yang saya ajukan semuanya dengan isyarat dan ditulis.

Cobaan belum berhenti disitu, masih ditahun yang sama Wahyu koma (hilangnya kesadaran) selama 6 bulan, 1 bulan di rumah sakit dan 5 bulan di rumah. Untuk makan sehari-hari dipasang Sonde melalui hidungnya. Semua saya lakukan sendiri dibantu seorang pembantu yang menemani kami, mulai dari memberi makan lewat sonde, memberi obat cair, sampai membersihkan kotoran. Tidak ada perawat yang mau dan sanggup merawat Wahyu, karena kondisinya seperti mayat hidup, pada saat itu semua menolak untuk merawat Wahyu. Sedangkan bila harus dirawat terus di rumah sakit, kami sudah tidak punya biaya untuk membayarnya.

Semua saran, obat-obatan herbal, terapi, suplemen dari segala macam MLM (multi level marketing) ataupun pengobatan supranatural semua dijalani, namun belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Kondisinya sangat memprihatinkan, perutnya sangat besar bahkan lebih besar dari bagian apapun dari tubuhnya. Hal tersebut disebabkan BAB (buang air besar) harus dibantu dengan microlax setiap harinya. BAB nya pun tidak rutin, bisa sampai dua minggu sekali. Hingga saya mencoba teh herbal pada saat itu, saya memberikannya sebanyak 3 kali dalam sehari dan hasil yang luar biasa didapatkan, Wahyu BAB sangat banyak dan buang angin secara terus menerus. Selang beberapa hari perut Wahyu berangsur mengecil.

Tahun 2005 sampai 2007 Wahyu saya rawat di rumah, berbaring selama itu membuat Wahyu terserang decubitus dikarenakan minimnya mobilitas (kurang bergerak), aktifitas yang dilakukan hanya berbaring danduduk dikursi roda dan itu berlangsung hingga Tahun 2013 dan kondisinya belum mengalami perubahan yang berarti.

Pada bulan September 2013 Wahyu mengalami kejang dan tidak sadar, dan saya harus segera membawanya ke RSU (rumah sakit umum), karena kami pakai fasilitas Multiguna oleh dokter yang mengoperasi Wahyu untuk melakukan operasi. Revisi VP Shunt untuk mengelola hydrochepalus pun kembali diperbaiki kali ini bukan bagian kepalanya yang dioperasi, namun dibagian perut  sebelah kanan.

Atas kemurahan Allah SWT, ditengah obrolan saya dengan teman-teman di kantor, pada bulan awal Oktober 2013 salah seorang teman Liena Kartiningsih namanya, memberi informasi bahwa ada terapi Kanker dengan alat listrik begitu tuturnya, tempatnya di Alam Sutera. Spontan setelah saya mendengar info itu, saya dibantu browsing oleh Bu Liena mendapat nomor telepon Klinik Kanker yang dimaksud. Rupanya tak semudah saya bayangkan untuk segera  mendapat info itu langsung dari Klinik tersebut. Mulai pukul 10.30 WIB saya menghubungi, ternyata line (jaringan) tersebut sangat sibuk dan baru pukul 15.30 WIB saya berhasil mendapat info tentang klinik tersebut.

Setelah Wahyu  menjalani terapi gelombang elektrostatis kurang lebih selama 3 bulan, kondisinya mulai membaik yang ditandai bahwa wahyu bisa menelan ludahnya saat tidur malam. Wahyu sejak tahun 2010, memang ada luka dibagian kepala sebelah kirinya diatas telinga, luka tersebut diakibatkan karena ada tahi lalat  yang digaruk-garuk, kemudian menjadi luka dan tidak bisa kering dan sering berdarah. Pada tanggal 27 Januari 2014, saya membawa Wahyu ke rumah sakit dan  menanyakan perihal luka tersebut kepada Prof yang mengoperasi tumor Wahyu.  Prof menyarankan untuk  dilakukan MRI guna melihat bagian dalam kepala Wahyu dan tindakan yang harus dilakukan.  Pukul 22.00 WIB malam itu hasil MRI telah selesai dan saya pun kembali menghadap Prof untuk minta penjelasan. Oleh Prof tersebut dijelaskan bahwa terjadi perdarahan di kepala bagian kiri. Namun hal yang sangat membuat saya agak lega bahwa beliau  menyatakan berdasarkan hasil MRI pada 27 Januari 2014, cairan (Hydrochepalus) di kepala Wahyu berkurang drastis.

Sujud syukur serta puji-pujian tak henti-hentinya  saya haturkan ke Sang Pencipta Allah SWT, kondisi saat ini belum ada perbaikan dalam keseimbangannya, hanya motorik Wahyu yang sedikit membaik, serta beberapa respon. Semoga kondisi Wahyu kedepan semakin membaik dan terus lebih baik. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Tulisan diatas merupakan hasil diskusi dan wawancara dengan Bu Ira, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi para penderita kanker untuk terus berjuang dan optimis.

 

Sumber: C Care Cancer Research Centre


Bagi yang ingin menggunakan ECCT

Untuk yang ingin menggunakan ECCT dan berkonsultasi di C Care Alam Sutra Tangerang, silakan mendaftar pada nomor telepon 021-29315015.

ECCT sudah banyak digunakan di Jepang, Cina, Jerman. Sementara di Indonesia Rumah Sakit yang memberikan layanan ECCT antara lain:

- RS Banyu bening, Solo
– RS Al Irsyad, Surabaya

- LARAS MEDICA Gresik (jln Panglima Sudirman 103 Gresik, 03171299710, dengan dr. Inayati Salichah

-LARAS MEDICA Surabaya (Dukuh Kupang Timur XX Kav 778 Surabaya, 082233341444, dengan dr Sinta.

- RS Royal Prima, Medan
– Klinik Hang Tuah Pondok Indah Jakarta.

Lavender Ribbon Group

Saya menyadari bahwa banyak penyandang kanker yang membutuhkan tempat untuk berdiskusi. Saya dan sahabat saya, Nita, mendirikan Lavender Ribbon Cancer Support Group sebagai wadah bagi mereka yang dianugerahi kanker, termasuk semua pengguna ECCT, untuk berdiskusi, tukar ilmu dan pengalaman. Untuk yang ingin menjadi anggota silakan hubungi saya di what’s app 08158152639.

Semoga informasi ini dapat membantu dan memberikan harapan serta semangat bagi banyak orang yang dianugerahi hadiah kanker.

Aamiin yra.

Melawan Kanker Paru-paru Stadium IV di Usia Senja


wpid-wp-1406944408490.jpeg

 

Darmini (73 tahun), menderita kanker sejak tahun 2004. Gejala awal yang dirasakan adalah merasakan cekit-cekit seperti digigit semut dibagian punggung dan ada benjolan kecil di bagian ketiak. Darmini pun menceritakan kepada anaknya apa yang dirasakannya saat itu, kemudian anaknya menyarankan untuk memeriksakan gejala-gejala tersebut ke dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, rontgen dan pemeriksaan laboratorium di dapatkan kesimpulan bahwa ibu Darmini positif mengidap kanker payudara.

Masih pada tahun yang sama dilakukan operasi pengangkatan kanker payudara, operasi berjalan lancar dan Damini pun disarankan oleh dokter untuk meminum obat yang kurang lebih dijalaninya selama kurang lebih 5 (lima) tahun. Darmini pun tidak merasakan efek ataupun gejala-gejala seperti yang dialami sebelumnya.

Beberapa tahun berselang, sekitar bulan Maret 2012 Darmini mulai merasakan sesak nafas pada bagian dadanya. Kemudian dilakukan pemeriksaan ulang yaitu rontgen dan USG. Dokter menyatakan ada cairan di paru-paru (efusi pleura) dan kembali divonis kanker dengan penyebaran ke paru-paru (stadium IV), harus dilakukan tindakan medis untuk menyedot cairan pada paru-paru Darmini kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi.

Hasil USG pada 3 Maret 2012 menunjukkan bahwa terdapat penyebaran pada paru-paru dan tidak ada perubahan dibandingkan hasil sebelumnya, cairan pada paru sedikit berkurang.

Setelah hasil USG menunjukkan adanya penyebaran ke paru-paru hingga kemudian dilakukan kemoterapi sebanyak 12 kali selama 6 bulan, setelah kemoterapi dijalani sebanyak 12 kali kemudian dilakukan pemeriksaan CT scan ulang untuk dibandingkan dengan hasil CT scan sebelumnya. Ternyata didapatkan hasil tidak ada perubahan dibandingkan dengan CT scan sebelumnya. Dokter pun menyarankan untuk kemoterapi lanjutan dengan dosis yang berbeda, namun kali ini Darmini menolak untuk melanjutkan kemoterapi.

Usia lanjut tidak membuatnya gampang menyerah dengan berbekal pengetahuan dari surat kabar yang dibacanya, Darmini kemudian pergi ke Tangerang untuk melakukan pengobatan kankernya tersebut. Bulan Oktober 2012 Darmini mulai menjalani terapi alternatif gelombang elektrostatis. Setelah melakukan terapi dan berkonsultasi beberapa kali dengan ahli fisika medis didapatkan keterangan sebagai berikut :

Selama menjalani terapi elektrostatis,  Darmini merasakan rasa sakit pada bagian payudaranya berkurang, ekskresi atau pembuangan metabolisme berjalan dengan normal, tidur malam menjadi lebih nyenyak dan nafsu makan bertambah. Dalam hal ini terlihat beberapa kemajuan yang dialami Darmini, efek buruk yang sering dialami pun berangsur membaik.

              CT scan 3 Maret 2012

ccare4

         CT scan 11 Januari 2014

ccare5

Ada beberapa penilaian untuk melihat efek pengobatan pada kanker, yaitu remisi komplit, remisi sebagian, remisi minimal dan progresi. Remisi komplit adalah keadaan dimana kanker sudah tidak terdeteksi lagi setelah pengobatan, kemudian remisi sebagian adalah dimana ukuran kanker berkurang 50% atau setengah setelah pengobatan dan kanker tidak tumbuh lagi. Ada pula remisi minimal adalah keadaan dimana ukuran kanker berkurang tapi tidak mencapai 50% atau setengah dari massa keseluruhan. Yang terakhir adalah progresi yaitu ukuran tumor bertambah besar atau timbul benjolan lain setelah pengobatan atau pasien malah meninggal karena kankernya.

Dari hasil pemeriksaan CT Scan terakhir yang dilakukan pada 11 Januari 2014 menunjukkan bahwa penyebaran pada paru sudah bersih dan tidak tampak penyebaran. Cairan pada paru-paru pun sudah tidak terlihat sedangkan organ lain terlihat normal.

 

Sumber: C Care Cancer Research Centre


Bagi yang ingin menggunakan ECCT

Untuk yang ingin menggunakan ECCT dan berkonsultasi di C Care Alam Sutra Tangerang, silakan mendaftar pada nomor telepon 021-29315015.

ECCT sudah banyak digunakan di Jepang, Cina, Jerman. Sementara di Indonesia Rumah Sakit yang memberikan layanan ECCT antara lain:

- RS Banyu bening, Solo
– RS Al Irsyad, Surabaya

- LARAS MEDICA Gresik (jln Panglima Sudirman 103 Gresik, 03171299710, dengan dr. Inayati Salichah

-LARAS MEDICA Surabaya (Dukuh Kupang Timur XX Kav 778 Surabaya, 082233341444, dengan dr Sinta.

- RS Royal Prima, Medan
– Klinik Hang Tuah Pondok Indah Jakarta.

Lavender Ribbon Group

Saya menyadari bahwa banyak penyandang kanker yang membutuhkan tempat untuk berdiskusi. Saya dan sahabat saya, Nita, mendirikan Lavender Ribbon Cancer Support Group sebagai wadah bagi mereka yang dianugerahi kanker, termasuk semua pengguna ECCT, untuk berdiskusi, tukar ilmu dan pengalaman. Untuk yang ingin menjadi anggota silakan hubungi saya di what’s app 08158152639.

Semoga informasi ini dapat membantu dan memberikan harapan serta semangat bagi banyak orang yang dianugerahi hadiah kanker.

Aamiin yra.