Know yourself know your God


image

Sumber: laman facebook Talk Islam

Ketika aku didiagnosa positif kanker payudara dua tahun lalu aku merasa mendapat “teguran keras” dari diriku. Aku berhenti sejenak dari segala kesibukan untuk bertanya, apa yang salah?
Pola makanku?
Gaya hidupku?
Caraku berfikir?
Sabotase diri?
Emosi negatif?
Masa lalu yang tak dilepas?

Aku pun kemudian belajar lebih banyak mengenai diriku sendiri, dan kekuatan diriku untuk menyembuhkan diri.

Rupanya Allah memberikan diri kita kekuatan yang sangat luar biasa untuk selalu sehat. Allah menyiapkan pula mekanisme “sinyal” kalau kita melanggar perintah-perintahNya, karena setiap pelanggaran perintahNya akan membawa dampak terhadap tubuh.

Aku pun belajar bahwa kalau kita mampu “membangun kembali” hubungan dengan diri kita sendiri secara utuh, body-soul-mind, dan Yang Menciptakan Tubuh kita, kita akan mampu mengembalikan kesehatan kita. Sehat adalah fitrah kita sebagai manusia. Sakit adalah tanda bahwa ada sesuatu yang hilang dari keseimbangan ini dan inilah yang harus kita perbaiki.

Aku pun belajar bahwa ada beberapa metode penyembuhan di dunia ini.

Ada metode penyembuhan Islam yang didasarkan pada kekuatan energi iman. Iman kepada Allah swt dan Rasulullah swt adalah energi yang sangat kuat. Iman pada Allah swt berarti yakin bahwa hanya Allah lah sumber segala kesembuhan dan bahwa Allah seperti sangkaan hambaNya. Bahwa pertolongan akan datang dengan sabar dan shalat, dan bahwa bersyukur atas penyakit akan membawa karunia dari sumber yang tam diduga-duga. Ini kekuatan sangat besar yang sangat membantu saya untuk sembuh.
Iman pada Rasulullah saw berarti mengadopsi gaya hidupnya yang sangat sehat, seseorang yang hanya sakit menjelang ajalnya. Setiap makanan dan minuman harus masuk diiringi dengan doa yang memberikan energi kesembuhan bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Dan air yang dibacakan doa saja pun punya kekuatan untuk menyembuhkan.

Luar biasa… sumber kekuatan kesembuhan yang sangat besar bagiku.

Aku juga belajar pengobatan Ayurveda dan doshas, atau jenis-jenis energi yang ada dalam manusia. Tiap jenis manusia membutuhkan makanan, latihan, warna yang berbeda-beda. Saya pun kemudian belajar mengolah tubuh dengan yoga. Subhanallah… Allah punya banyak cara untuk membugarkan tubuh.

Mbak Maya Muchtar, konsultan Ayurveda ku, juga mengajarkanku untuk berterima kasih pada setiap anggota tubuhku.

Lalu aku belajar pengobatan Cina melalui pelatihan Qi dari Pak Budiman. Energi Qi ada dalam tubuh tiap manusia dan menjaga fungsi berbagai anggota tubuh apabila dijaga sirkulasinya. Melalui latihan pernafasan Qi kita dapat mengaktifkan dokter yang ada dalam diri kita. Sesuatu hal yang secara disiplin dilakukan oleh orang-orang Cina zaman dahulu.

Ingat kan bagaimana para pendekar di film Kungfu menyembuhkan diri kalau ada sakit? Mereka menyendiri di gua. Berdasarkan penelitian mereka mengaktifkan dokter yang siap bekerja dalam tubuh ini.

Membenahi pola makan ternyata juga terbukti banyak membantu para penderita kanker sembuh dari kankernya. Dr. Robert Young dan Prof. Hiromi Shinya telah menjalankannya untuk banyak pasien mereka.

Rasulullah saw pun selalu mengingatkan bahwa perut itu sumber kehancuran kalau tidak kita jaga dengan baik. Terbukti para pasien kanker kondisi pencernaan nya banyak yang sangat bermasalah.

Rasulullah pun mengingatkan bahwa shalat yang diwajibkan atas kita semua dapat membersihkan seperti kita mandi membersihkan diri lima kali sehari. Memang kalau dipelajari di berbagai literatur ilmu self healing efek meditatif yang didapat kalau shalat dilakukan dengan khusuk dapat membangun kebersihan jiwa. Penyerahan diri secara penuh kepada Allah mebangun keikhlasan yang menjamin lancarnya energi kehidupan dalam tubuh kita mengalir sempurna tanpa hambatan. Setiap kali ada ketidakikhlasan itulah awal penyakit, karena energi tidak lancar mengalir.

Jadi sesungguhnya Allah sudah menyediakan berbagai hal dalam tubuh kita untuk sehat, kuat, fisik mental, lahir batin.

Sakit kanker membuatku melihat ke dalam dan mempelajari semua kelengkapan yang Allah berikan dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita. 

Sakit kanker mendorongku belajar mengenai diriku sendiri, berbagai keajaiban di dalamnya dan akhirnya akupun belajar mengenai kebesaran Allah swt.

Sakit kanker mendorongku untuk mendalami berbagai ayatNya, hadits Rasulullah dan hubungannya dengan kesehatan lahir batin. Dan akupun menemukan bahwa apabila semua konsisten, disiplin kita jalankan, kita akan sehat lahir batin.

Disiplin adalah sebuah kewajiban. Disiplin inilah kunci dari pembangunan kekuatan tubuh, kekuatan pikiran dan kekuatan jiwa. Dan disiplinlah yang selalu diperintahkanNya dalam setiap ayatNya.

Banyak manusia yang marah menyalahkanNya saat mendapat teguran melalui bencana. “Kenapa aku? Kenapa bencana ini diturunkan padaku?”

Kenapa tidak?

Banyak pelajaran yang ingin Allah berikan melalui teguran itu. Banyak pintu rahasia kehidupan yang ingin Allah buka melalui penyakit ini.

Banyak yang memindahkan tanggung jawabnya atas kesehatan kepada dokter, dan menganggap bahwa kalau sudah mengikuti apa kata dokter semua akan aman dan sehat. Mereka lupa bahwa di atas dokter masih ada Sang Penyembuh yang memiliki banyak alat penyembuh yang harus diikuti dan dijalankan agar kesembuhan lahir batin benar-benar didapatkan.

Mereka juga lupa bahwa sesungguhnya kesehatan adalah tanggung jawab tiap manusia, yang tidak bisa dialihkan ke dokter. Kata dokter berasal dari kata “docere” atau “pengajar” menunjukkan tugas mulia dokter mengajarkan pasien mengenai tata cara penyembuhan. 

Dan akhirnya kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menjauhkan kita dari berbagai kebijakan dan kebesaran Allah dalam diri kita sendiri. Kita andalkan obat dan berbagai alat canggih. Kita tinggalkan kemampuan intuisi kita untuk mendeteksi dan mengobati penyakit.

Marilah kita kembali pada kehebatan tubuh kita. Einstein mengatakan bahwa kita baru menggunakan 5% dari potensi yang diberikan kepada kita saat kita diciptakan. 

Marilah kita gali potensi hebat tubuh kita dan kita kenali apa saja yang dapat dilakukan oleh tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Marilah temukan ayat-ayatNya dalam berbagai kehebatan tersebut. Marilah kita temukan Allah dalam diri kita.

Berfikirlah di luar, di dalam dan bersama kotak anda.


  
Menjual Sisir di Komplek Biara Shaolin

Sebuah perusahaan membuat tes terhadap tiga calon staf penjual barunya.

Tesnya unik, yaitu: Menjual sisir di komplek Biara Shaolin!

Tentu saja, ini cukup unik karena para biksu di sana semuanya gundul dan tak butuh sisir.

Kesulitan ini juga yang membuat calon pertama hanya mampu menjual satu sisir. Itupun karena belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya.

Tapi, tidak dengαn calon kedua. Ia berhasil menjual 10 sisir, ia tidak menawarkan kepada para biksu, tetapi kepada para turis yang ada di komplek itu, mengingat angin di sana memang besar sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan.

Lalu bagaimana dengan calon ketiga?
Ia berhasil menjual 500 sisir!!!

Caranya? Ia menemui kepala biara. Ia lalu meyakinkan jika sisir ini bisa jadi souvenir bagus untuk komplek biara tersebut.

Kepala biara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tersebut dan menjadikannya souvenir para turis. Sang kepala biara pun setuju.

Apa yang sering orang anggap sebagai penghambat terbesar karier mereka?

Bukankah banyak orang sering kali menyalahkan keadaan? Dan inilah yang membuat calon pertama gagal.

Sementara calon kedua, sudah berani berpikir di luar kotak. Namun ia masih terpaku pada fungsi sisir yang hanya sebagai alat merapikan rambut.

Tapi calon ketiga bukan hanya berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir.

Kita tidak bisa mengatur situasi seperti yang kita kehendaki. Tapi, kita bisa mengerahkan segenap kekuatan kita untuk mencari solusi.

“Segenap kekuatan” bukan hanya terbatas otot atau semangat, tapi juga pikiran, ilmu, dan kerja keras.

Pendek kata, kreatifitas otak dan upaya fisik. Itulah potensi dalam diri kita yang dapat dipergunakan.

Mulai sekarang ayo kita belajar bagaimana jadi penjual sisir yang ketiga.

Jangan terbelenggu oleh sebuah hambatan, yang penting dilakukan adalah bagaimana kita berpikir dan menemukan solusi mengatasi hambatan itu.

Kiriman:
Amdiar Amir
YKM FEUI

🌹🌹🌹🌹

Jadi sahabat blog,

Apakah yang sesungguhnya sahabat benar-benar ingin capai dalam menjalankan tugas sebagai “tanganNya” membawa rahmat di muka bumi?

Kalau masih ada hambatan, marilah kita masukkan semua hambatan yang ada ke dalam kotak untuk sejenak.

🌹 Tanpa adanya hambatan, kalau anda berhasil mencapai apapun yang anda inginkan tadi, kesempatan apa yang terbuka luas di depan?

🌹 Apa resikonya kalau anda tak mencapai tujuan itu?

🌹 Ide apa yang kini muncul saat hambatan ada di dalam kotak?

🌹 Kalau ada si penjual ketiga yang sangat kreatif menjadi mentor anda, kira-kira apa yang ia sarankan?

🌹 Siapakah tokoh yang telah mampu mengatasi hambatan yang sama dengan yang ada di dalam kotak? Apa yang dapat anda contoh untuk membantu anda mencapai tujuan anda?

🌹 Apa saja yang anda butuhkan untuk membantu anda mencapai tujuan di atas?

Semoga Allah ridloi anda mencapai tujuan tersebut dan menemukan solusi kreatif untuk menjadi tanganNya di muka bumi. BagiNya tak ada yang tak mungkin.

Aamiin yra.

Semut dan gula adalah seperti manusia dan dunia. Janganlah binasa karena dunia.


  
Semut dan gula adalah seperti manusia dan dunia. Janganlah binasa karena dunia.



Setetes madu jatuh di atas tanah.

🐜Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. 

🐜Hmmm… manis. Lalu dia beranjak hendak pergi. 

🐜Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. 

🐜Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.

🐜Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi. 

🐜Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.

🐜Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah. 

🐜Dan… Tentu saja tak bisa bergerak. .

🐜Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.

Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab:

”Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu. 

Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. 

Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa.” 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. Al- An’am : 32)

Kiriman Jihan Alwi, SS.

💐💐💐💐

Sahabat blog tercinta,

Manusia diciptakan sangat lengkap. Bukan hanya dengan akal, tapi juga ada nafsu. Nafsu ini menjadi alat penerus kelangsungan hidup umat manusia di dunia, karena tanpanya kita tak nikmat makan, tak semangat bekerja, menikah dan berkeluarga.

Nafsu pula yang membuat kita terjerumus apabila tidak dijaga dengan rambuNya.

Pengendalian nafsu menjadi kunci kemuliaan atau kehinaan hidup di dunia.

Nah, pilih mulia atau pilih hina? 
Pilih bahagia atau pilih binasa?

Yang mana yang sahabat pilih?
Mengapa pilihan ini penting?
Apa kesempatan yang terbuka luas apabila pilihan ini berhasil terwujud?
Apa bahayanya kalau ia tak terwujud?
Apa hal terkecil yang dapat kita lakukan hari ini untuk mewujudkannya?
Bagaimana kita dapat melanjutkannya setiap hari sampai ia terwujud benar-benar?

Semoga Allah ridloi pilihan Sahabat semua.
Aamiin yra.

The power of positive thinking 


  

Sebagai kisah nyata mengenai kekuatan pikiran positif.

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 1940an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yang kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini! Kamu cuma pekerja rendahan! Air ini hanya khusus untuk insinyur! Pergi sana!” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya bisa kaget dan terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan SD. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untukku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka? Sehingga aku bisa diperlakukan sama seperti insinyur Amerika?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF.” Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang Teknik dan Master bidang Geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang ke negerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”RASA SAKIT”nya, dan kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja?m Tidak! Karirnya melesat terus. Karena ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul secara signifikan.

Karirnya melonjak dari awalnya Kepala Bagian, Kepala Cabang, Manajer Umum dan sampai akhirnya ia menjabat sebagai Wakil Direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada satu kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu.”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini:

“Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu memang aku sempa benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.”

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai disini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab!

Tahukan anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah ARAMCO (Arabian American Oil Company) perusahaan minyak terbesar di dunia.

Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilkan 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.
Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
🌹MORAL OF THE STORY

Sahabat hebatku, terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Inilah yg dinamakan kekuatan ”SIKAP POSITIF”

# Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita. 

# Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.

# Tapi kita sepenuhnya PUNYA KENDALI bagaimana menyikapinya.

# Apakah ingin hancur karenanya? Atau BANGKIT dengan SEMANGAT “Bersikap Positif” dan menjadi bagian dari solusi?

Ali bin Ibrahim Al-Naimi, seorang pemuda dari desa di Saudi dengan pendidikan formal seadanya sudah membuktikan The Power of Positive Mindset !!!

Orang bijak mengatakan :

“CHANGE YOUR MINDSET, CHANGE YOUR FUTURE.”

Kiriman Lyra Puspa

🌹🌹🌹

Jadi sahabatku,

🌹Apakah yang kau benar-benar inginkan untuk bangkit dari kondisi saat ini?

🌹Apa saja kesempatan yang terbuka luas kalau hal itu tercapai? Mengapa hal itu penting?

🌹Apa saja yang akan hilang kalau hal itu tidak terjadi? Mengapa penting memperjuangkan impian di atas agar hal ini tidak hilang?

🌹Apa kekuatan terbesar yang menjadi modal dalam mencapai tujuan di atas?

🌹Apa yang harus diperbaiki untuk mencapai tujuan di atas?

🌹Kebiasaan apa saja yang harus dibangun agar tujuan tersebut dapat dicapai?

🌹Apa lagi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut?

🌹Apa hal terkecil yang dapat mulai dilakukan sekarang untuk mencapai tujuan tersebut?

🌹Berapa persen komitmen untuk mencapai tujuan tersebut?
Selamat mencapai tujuan dan mengubah hidup. Yakinlah kita pasti bisa, asal kita terus yakin dan berprasangka baik pada Allah swt. Berdoalah terus di samping berusaha karena bagiNya tak ada yang tak mungkin.

Semoga semua mendapat ridloNya. Aamiin. The 

Sudahkah kita menunaikan hak-hak saudara-saudara kita?


  

Sahabat blog,

Manusia terbaik adalah manusia yang membawa manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia lain dan menunaikan hak sesama Muslim. Di bawah ini ada checklist untuk kita, apakah kita sudah memenuhi hak bagi saudara-saudara Muslim kita. Kita simak yuk.

6 Hak Sesama Muslim

Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam:

1. Jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam
2. Jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya
3. Jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat
4. Jika ia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka do‘akanlah ia dengan Yarhamukallah
5. Jika ia sakit maka jenguklah
6. Dan jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.”

 (HR. Muslim) 

Apapun yang kita lakukan marilah kita usahakan sebaik mungkin untuk dapat menunaikan hak-hak saudara kita ini.

Marilah kita renungkan, 

Hal-hal kecil apa yang dapat kita lakukan untuk menunaikan hak saudara-saudara kita ini dengan lebih baik lagi?

Mengapa hal itu penting bagi kita?

Sumber: artikel kiriman Dewa Ayu Putu Sekartini

Who am I to be brilliant


  

Who am I to be brilliant? 

Our deepest fear is not that we are inadequate.

Our deepest fear is that we are powerful beyond measure. It is our light, not our darkness that frightens us.

We ask ourselves, who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?

Actually, who are we not to be?

You are a child of God.

Your playing small doesn’t serve the world.

There’s nothing enlightened about shrinking so that other people won’t feel insecure around you.

We were born to make manifest the glory of God that is within us.

It’s not just in some of us, it’s in everyone.

And as we let our light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.

As we are liberated from our own fears, our presence automatically liberates others.

Source: A Return to Love, by Marianne Williamson, as quoted by Nelson Mandela in his inaugural speech, 1994

🌹🌹🌹🌹

It’s a great poem, quoted by a great leader.

Dear leaders,

Thank Allah for the greatness He has given you,
by sharing it with others
by letting your light shines through
by rising up and help others to rise
by being the great person you are
that nobody can deny.
It’s a gift Allah gave you
to become a blessing for the world.

Trust Him, and trust the greatness He has given you.
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful.

Hindari gula putih yuk. Gula aren jauh lebih baik bagi kesehatan kita.


Image: fitanium.co.uk Perbedaan Gula Pasir, Gula Batu dan Gula Merah. Gula adalah pemanis makanan yang banyak disukai orang. Penggunaan gula biasanya dengan cara menambahkan pada makanan dan minuman, Jarang sekali orang yang mengkonsumsi gula secara langsung. Di masyarakat ada tiga jenis gula yang dikenal yaitu gula pasir, gula batu dan gula merah. Meskipun sama-sama […]

https://tamanlavender.wordpress.com/2015/08/26/hindari-gula-putih-yuk-gula-aren-jauh-lebih-baik-bagi-kesehatan-kita/