Hati-hati dengan setan, musuh yang sesungguh-sungguhnya. Setan sungguh pandai dan lihai menggoda, iming-imingnya sungguh nikmat


image

Assalamualaikum ww

Sahabat blogku sekalian,

Salah satu ayat Quran yang membuatku tertawa geli adalah ayat di bawah ini, Surat Ibrahim ayat 22:

Dan setan berkata ketika hisab telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tapi aku menyalahinya.
Tidak ada kekuasaanku terhadapmu, melainkan aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku tak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.”
Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksa yang pedih.

Ayat ini membuat saya geli karena memang banyak orang yang suka menyalah-nyalahkan setan. Semua kesalahan adalah akibat godaan setan.

Dalam ayat ini jelas bahwa setan memang senang memberi janji-janji gombal. Ajakannya memang mengasyikan, tapi ternyata di belakang mereka tak memenuhi janjinya memberikan kebahagiaan, keindahan atau kesejahteraan yang hakiki. Bahkan jalan setan akan membawa kesengsaraan di belakang, di akhirat saja atau di dunia dan akhirat.

Namun sesungguhnya setan tidak memiliki kuasa atas kita. Kitalah yang memiliki kekuasaan atas perasaan, pikiran, perkataan dan perbuatan kita sendiri. Kita yang membuat pilihan. Jadi kita tak bisa menyalahkan mereka. We only have ourselves to be blamed. Kita hanya bisa menyalahkan diri sendiri.

Jadi mulai sekarang marilah kita benar-benar sadari, kita evaluasi perasaan kita, pikiran kita, perkataan kita dan perbuatan kita, apakah semua sudah ada dalam jalan Allah, atau ada di jalan setan? Banyak-banyaklah menggali ke dalam diri sampai ke rasa yang paling dalam. Jujurlah dengan nurani yang paling dalam.

Makin dalam kita masuk ke dalam jalan setan, akan makin tertutup hati kita, dan akan makin sulit bagi kita untuk mendengar pesan-pesan Allah melalui nurani dan perasaan kita.

Perasaan kita adalah sinyal Allah. Makin dekat kita dengan Allah, makin lembut hati kita dan makin mudah bagi kita menangkap pesanNya dan melihat petunjukNya. Allah lah pencipta kita. Jalan yang digariskanNya lah yang diciptakanNya untuk kebahagiaan kita. Dan jalan di luar itu akan membawa bencana dan kebinasaan bagi kita.

Allah sudah berulang-ulang mengingatkan kita:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
Sapi Betina (Al-Baqarah):168

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
Wanita (An-Nisā’):120

Nah, inginkah kita benar-benar mendapatkan kebahagiaan yang hakiki? Inginkah kita mendapatkan petunjuk langsung dari Sang Pencipta mengenai jalan yang baik untuk kita dan keluarga kita? Inginkah kita benar-benar bebas galau, resah, sedih berkepanjangan, atau depresi? Hanya Allah yang bisa memberikan semua hal yang indah itu, yang kita inginkan dan butuhkan untuk bahagia yang sesungguhnya. Jangan khawatir kalau di masa lalu kita banyak dosa. Yang penting setiap hari kita berupaya terus mendekat, taubat dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):135-136

Semoga Allah menerima semua taubat kita, dan meridloi surga bagi kita, memberikan ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat bagi kita semua. Aamiin yra.

..orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Guruh (Ar-Ra`d):28

Alhamdulillah untuk semuanya, setiap hari. Tak ada alasan untuk mengeluh.


image

Assalamualaikum ww.

Manusia tak pernah puas. Sekali ia mendapat sesuatu ia merasa ingin sesuatu yang lebih baik dan lupa mensyukuri apa yang didapatnya, seperti cerita di bawah ini:

Suatu hari, seorang murid bertanya kepada gurunya.

🌷 Murid : “Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup..?”

🌻 Sang Guru : “Berjalanlah lurus di taman bunga ini, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang..!”

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, murid kembali dengan tangan hampa..

Lalu Sang Guru bertanya :
🌻 “Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun…???”

🌷 Murid : “Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah. Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang TERINDAH, dan aku pun tak bisa kembali kebelakang lagi..!”

Sambil tersenyum, Sang Guru berkata : 🌻 “Ya, itulah hidup.. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya. Karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tdk pernah ada di dunia ini, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan, dan usaha keras memperbaikinya..”

• Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil.
• Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.
• Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih.
• Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan memberatkannya.
• Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat.
• Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.

“JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada.”

(Kiriman Mbak Ade Nirmala. Terima kasih banyak ya Mbak)

Marilah kita sambut hari ini dengan penuh rasa syukur. Ucapkan alhamdulillah untuk segalanya:
🌷 bahwa kita bisa bangun pagi ini
🌻 oksigen yang kita hirup
🌲 anggota tubuh yang bekerja baik
🍁 keluarga yang menemani
🌺 sehat badan, sehat jiwa

Semua adalah karuniaNya, semua adalah hadiahNya bagi kita. Jangan mengeluh atas apa yang kita miliki karena Allah bisa mengambilnya kapanpun Ia mau tanpa memberikan ganti apa-apa.

💜💜 Berbahagialah dari dalam hati terdalam karena bahagia adalah wujud syukur. Allah akan menambah karuniaNya bagi yang selalu bersyukur.

💚💚 Galau, resah, gelisah, sedih berkepanjangan adalah refleksi lupa bersyukur. Jadi kalau galau, mulai merasa, berfikir, berkata dan bertindak tidak baik terhadap hidup, hati-hati karena azabNya sangatlah besar.

Alhamdulillah…

Detik-detik wafatnya Rasulullah: bahkan keluarganya pun tak dikhawatirkannya. Umatnya lah yang dikhawatirkannya.


image

Detik-Detik Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Assalamu’alaikum wr wb.

Kisah yang sangat mengharukan, meneteslah semua air mata bagi siapa saja yang membacanya. Bukan saja manusia yang menangis, tapi seluruh penghuni langit dan bumi.

Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasalam berkhutbah, “Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaitu Al-Qur’an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin ‘Affan menghela nafas
panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.

“Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua.” Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.

Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam. “Assalamu’alaikum. Bolehkah saya masuk?” tanyanya.

Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk. “Wa’alaikumsalam. Maaf ayahandaku lagi demam.” Ia kembali menemani ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya : “Siapakah dia wahai anakku?”
“Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya.” tutur Fatimah dengan lembutnya.

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang
menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.
“Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut.” kata Rasulullah.

Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya. Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu mulia ini.

“Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah.” tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.
“Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” jawab Malaikat Jibril.
Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?” tanya Malaikat Jibril.
“Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” lanjut Rasulullah.
“Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya.” jawab Malaikat Jibril.

Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini.” Rasulullah mengaduh lirih.
Fatimah tak kuasa menatap ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai
Wahyu itu.
“Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?” kata Malaikat Jibril.
Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. “Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini.
Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa salam.
“Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum.”
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu.”

Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.
“Ummatii…Ummatii….Ummatii.” Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.
Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji’un. Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya.

Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

wassalamu’alaikum..
sumber:
konsul dokter islam.

Sumber gambar: http://www.noorculturalcentre.ca/?p=7920
Kiriman Mas Amdiar Amir.
Terima kasih ya Mas.

Doa akhir Ramadlan


image

Gambar: dari laman facebook The Daily Reminder

Doa akhir Ramadlan

🌷 Ya Allah, bulan Ramadhan ini adalah bulan yang Engkau telah turunkan al-Quran di dalamnya dan ia akan segera berlalu. Kami berlindung kepada DzatMu Yang Mulia, ya Rabb supaya malam tidak datang sedangkan kami masih memiliki tanggungan untukMu atau dosa yang dengannya Engkau akan menyiksaku pada hari aku berjumpa denganMu.

🍁 Ya Allah kami berlindung kepadaMu agar matahari tak terbit esok hari kecuali Engkau telah mengampuni kami dari segala dosa kami, kecil dan besar, yang kami sadari maupun tak kami sadari, yang kami sengaja ataupun tak sengaja.

🌻 Ya Allah, sungguh kami rindu pada RamadlanMu ya Allah. Perkenankanlah kami bertemu kembali dengan Ramadlan yang akan datang.

🌹 Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan ini masa terakhir bagi puasa kami dalam bulan Ramadhan. Jika Engkau menjadikannya sebagai masa terakhir kami, maka jadikanlah kami sebagai orang yang dikasihani dan jangan Kau jadikan kami orang yang terhalangi.

🌷 Ya Allah, ridloilah semua amal ibadah kami di bulan Ramadlan ini. Izinkanlah kami kembali ke fitrah, dan bukakanlah gerbang Surga Ar Rayan bagi seluruh umatMu yang berpuasa pada Ramadlan ini, Ya Allah.

Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Kudus, Ya Aziz…

🌻 Ya Allah, meskipun Ramadlan telah berlalu, kami ingin selalu dekat denganMu, ya Allah. Kami ingin selalu ada dalam rengkuhan kasihMu.

🌻 Jadikanlah kami kepanjangan tanganMu untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran di muka bumi, ya Allah. Jadikanlah kami rahmat bagi semesta, ya Allah.

🌹 Ya Allah, sepeninggal Ramadlan, kuatkanlah kami untuk terus mensucikan jiwa kami dan jiwa keluarga kami, agar kami selalu dekat dengan surgaMu, mulia di bumiMu dan langitMu.

🌷 Sentuhlah kami selalu dalam keseharianku, ya Allah. Dan berikanlah kami hati yang selalu merasa, mata yang selalu terbuka dan telinga yang selalu mendengar, agar kami dapat menangkap semua pesan indahMu.

Ya Latif, Ya Rahman, Ya Rahim…

Aamiin YRA.

Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadlan


image

Gambar: dari laman facebook Dr Billal Phillips

Assalamualaikum ww.

💜 Aku lihat RAMADHAN dari kejauhan
Lalu kusapa ia…”Hendak ke mana?” Dengan lembut ia berkata,
“Aku harus pergi, mungkin JAUH & sangat lama

💚 Tolong sampaikan pesanku untuk orang mukmin
Aku  akan pergi
Syawal akan tiba
Sampaikan salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita dan melepas kepergianku dengan derai air mata.!!!
Kelak akan kusambut ia di surga dari pintu Ar Rayan.

💛 Selamat meraih pahala terbaik di detik-detik terakhir Ramadlan
Masih ada beberapa jam lagi untuk bercengkrama dengan Ramadlan

🌷 Ya Allah, andai malam ini ada diantara hamba-hambaMu yang Engkau angkat derajatnya,
Engkau ampuni dosa-dosanya,
Engkau lapangkan rizkinya,
Engkau muliakan keturunannya,
Engkau lepaskan dari semua kesulitannya,
Engkau indahkan akhlaknya dan
Engkau berkahi segala hartanya

🌻 Maka Insya Allah jadikanlah saudara-saudaraku yang sedang membaca ini beserta keluarganya sebaik-baik hamba yang mendapatkannya.

🍎 Aamiin aamiin YRA

Terima kasih untuk Bu Yati yang rajin mengingatkan.

Manusia yang paling cerdas adalah yang fokus pada tujuan akhir, hari kita dipanggil olehNya. Sudah siapkah kita?


Assalamualaikum ww
Sahabatku, Rasulullah saw berkata bahwa manusia yang paling cerdas adalah manusia yang fokus pada tujuan. Kata Stephen Covey, awali dengan fokus tujuan terakhir, atau “start with the end in mind.” Nah, semua manusia punya akhir yang sama, yaitu kematian. Apa saja yang kita harus siapkan untuk hari itu?

Nasihat Kubur:

1). Aku adalah tempat yang paling gelap di antara yang gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan SILATURAHMI.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR’AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang-binatang yang menjijikan maka racunilah ia dengan amal SHODAQOH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak shalat, bebaskan jepitan itu dengan SHALAT

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.

7). Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat “LAILAHAILALLAH.”

Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 orang.

SEKECIL apapun amal ibadah, semoga Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat di bulan suci ini.

Dzikirlah sebentar ingat اَللّهُ … “Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim.”

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Sebarkanlah, semoga kamu dapat membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT.

Diadaptasi dari kiriman pesan ibunda tercinta.
Terima kasih Mama.

Menggapai malam seribu bulan: sudah sucikah tubuh, pikiran, perkataan, makanan, harta dan jiwa kita?


image

Gambar: dari laman facebook Aashiq al-Rasul

Assalamualaikum ww.

Setiap malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadlan masjid-masjid penuh sekali. Kenapa hanya malam ganjil? Karena malam Lailatul Qadr diyakini turun pada malam ganjil. Semua yang memadati masjid pada malam-malam ini berharap mendapat malam seribu bulan.

Kemuliaan (Al-Qadr):
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Sesungguhnya siapa sajakah yang bisa menikmati malam seribu bulan? Yang diberi hadiah oleh Allah dengan kebaikan dan kemuliaan yang begitu tinggi? Benarkah semua yang terjaga pada malam itu mendapat kesempatan yang sama?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Benar sekali, semua umatNya sesungguhnya mendapat kesempatan yang sama. Kesempatan itu sudah dibuka sejak hari-hari pertama Ramadlan, bahkan sebelumnya, bukan hanya pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadlan. Malam Lailatul Qadr itu ibarat menjadi malam final, malam hadiah bagi mereka yang berhasil memanfaatkan setiap detik Ramadlan untuk mensucikan jiwanya, kembali pada fitrahnya.

Jadi untuk mendapatkan keberkahan dan indahnya karunia seribu bulan pada malam Lailatul Qadr marilah kita evaluasi diri, sudah sejauh mana kita mensucikan diri?

- Sudahkah kita sucikan tubuh?
Sudahkah puasa kita benar-benar kita lalui untuk mensucikan tubuh kita secara fisik?
Sudahkah kita mensucikan asupan kita dengan makanan minuman yang halal dan baik/thayib?

Jamuan (Al-Mā’idah):88 – Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

Kalau puasa yang kita jalankan ditujukan untuk mensucikan diri kita tak akan membebani tubuh dengan makan besar saat sahur dan pesta saat buka puasa. Sel yang tadinya bersih akan dikotori lagi dengan berbagai makanan yang tidak siap diterima tubuh. Makanan yang tak membawa manfaat bagi tubuh, meskipun halal, tidak “baik” atau “thayib” jadi marilah kita hindari.
Yuk kita evaluasi, sudahkah kita benar-benar membangun kebiasaan hidup tidak berlebihan?
Sejauh mana kita ikuti teladan cara makan Rasulullah saw?

- Sudahkah kita sucikan harta?
Sudahkah semua sumber harta kita halal?
Yakinkah kita tak ada kemudlaratan dalam hal-hal yang kita kerjakan?
Sudah tunaikah zakat kita?
Seringkah kita sucikan lagi harta kita melalui sedekah dan infaq?

- Sudahkah kita sucikan pikiran?
Sudahkah kita bebas dari prasangka buruk terhadap orang lain?
Sudahkah kita berhenti curiga mencurigai?
Berfikir hal-hal yang tak baik? Merencanakan hal-hal yang tak membawa manfaat?
Sudahkah kita pelajari dan fahami Al Quran luar dalam? Lahir batin? Sudahkah Quran menjadi dasar pemikiran kita?
Sudahkah kita kenal dan fahami sifat-sifat dan nama-nama Allah?
Sudahkah kita internalisasi sifat-sifat itu dalam diri kita?

- Sudahkah kita sucikan jiwa?
Sudahkah kita bersihkan hati dari berbagai penyakit hati?
Sudahkah hati kita menjadi lembut, siap menerima segala pesanNya?
Sudahkah “rasa” kita sebagai sinyal nurani dan pesanNya memandu kita dalam membuat keputusan?
Sudahkah kita tundukkan jiwa kita untuk melakukan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya?
Sudahkah kita rajin bertobat kepadaNya? Menghapus diri dari berbagai dosa kecil dan besar?
Sudahkah kita isi setiap detik, helaan nafas kita dengan namaNya?

‘’Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak (bisa) menyentuhnya kecuali orang-orang yang (telah) disucikan.’’ [Al Waaqi’ah: 77-79].

Marilah kita memperbanyak syukur dan tobat, menambah shalat dan sujud yang khusu’, memperbanyak zakat, sedekah, infaq, memaafkan luka-luka lama dan minta maaf pada orang tua dan semua yang pernah kita temui.
Semoga Allah meridloi semua upaya kita dan menganugerahkan malam seribu bulan bagi kita semua, membuka pintu surga FirdausNya untuk kita. Aamiin YRA.

‘’Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa dianugerahi al hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang sangat ­banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman-firman-Nya).’’ [QS. Al Baqarah: 269].